Karano websitenyo indak mancotok, Makngah copaska kasadoala teknyo: -- Makngah
penembusimpian22 JUST ANOTHER WORDPRESS.COM SITE December 12, 2012 story of “bubua cido” Pengalaman pertama saya memakan yang namanya Bubua Cido setelah 22 tahun tinggal di Payakumbuh :D. Tadi malam se pulang dari bukit tinggi saya bersama om, sepupu dan teman saya memutuskan untuk memakan bubua cido yang merupakan saran dari om supaya bisa memperbaiki stamina karena kecapean. Sekitar jam 10 malam kami sampai di payakumbuh dan langsung merapat ke tempat bubua cido di sebelah kantor polantas polisi di pusat kota. Om langsung memesan bubua cido 3 da dan untuk om sendiri saya gtw namanya tapi ada campuran telur ayamnya dan itu berwarna hijau haha. Masing kami mendapatkan satu gelas kecil minuman berwarna hitam. Ya kayak kopi gitu sekilas kalau di pandang. Sebelum saya menceritakan rasa bubua cido ini, saya akan mempaparkan dulu khasiatnya. Jadi bubua cido khasiatnya melancarkan peredaran daran, untuk solusi orang yang penyakit darah tinggi, pencernaan, trus katanya kalau biasanya digigit nyamuk setelah sering makan bubua cido tidak akan digigit nyamuk lagi hhe. Namun semua itu didapat kalau kita makan bubua cido secara keseluruhan. Karena bubua cido itu nanti akan disediakan dalam bentuk satu piring bubur (campuran pirang,beras,kacang ijo) dan satu gelas kecil air daun “ampadu”. Jadi makannya harus semuanya harus satu-satu. Nah disini ada aturan dalam memakan bubua cido ini. Kata penjualnya “minum aianyo lu,baru makan bubuanyo beko kalau ndak payah beko”. Waduh saya berfikir apa maksud kalimat tersebut. Saya mulai mencoba untuk mencicipinya buburnya, walaupun bentuknya acak-acakan tapi rasanya enak sekali karena rasa pisangnya terasa sekali. Setelah itu saya mencoba yang namanya “aia ampadu” ini. Tapi saya mengetahui nama air aitu “aia ampadu” itu pas dirumah setelah dikasih tahu nenek. Kalau tahu pas disana mungkin saya juga bakal mikir dua kali untuk meminumnya haha ( secara namanya itu). Saya mencoba meminum sedikit air yang secara sekilas tampak seperti kopi itu. Baru sedikit yang masuk ke mulut saya langsung secara spontan terdiam sejenak karena rasa airnya yang sungguh sangat mengejutkan. Jujur itu adalah minuman terpahit yang pernah saya coba haha, susah diungkapkan dengan kata-kata. Setelah terdiam sejenak saya langsung makan bubur cepat dan berharap rasa air yg tinggal di kerongkongan ini bisa hilang cepat. Padahal sangat sedikit sekali yang saya minum, tapi hilangnya sangat susah. Dan saya mulai berfikir untuk tidak meminumnya lagi. Disini saya kena tegur sama om, kata om “minum aja itu hen,bagus untuk kesehatan. Minumnya jangan sedikit-sedikit, langsung teguk aja semuanya”. Kayaknya cara om ini jitu,karena beliau sudah mempraktekkan sebelumnya. Disini saya mencoba untuk memberanikan diri untuk meminumnya, saya ambil gelas kecil tersebut dan tanpa berfikir banyak langsung saya teguk “aia ampadu” satu gelas kecil tersebut. Dan ternyata cara itu memang ampuh, rasanya memang tetap sama, cuma kayaknya intensitas pahitnya agak sedikit berbeda. Setelah itu baru saya makan buburnya dan perlahan rasa pahit yang tinggal di kerongkongan pun hilang. Disini saya ingin sedikit mengaitkan dengan perjalanan hidup kita sebagai manusia. Banyak rintangan yang kita hadapi dalam mencapai kehidupan yang lebih baik. Terkadang disaat baru merasakan kalau rintangan itu sangat berat dan akan mustahil untuk kita lalui, lantas kita langsung menyerah padahal kita belum mencoba rintangan itu sampai akhir. Disini gunanya kita hidup bermasyrakat, kita butuh dorongan, saran dari orang yang telah berpengalaman dengan hal itu. Kita bisa mencari informasi dengan orang tersebut akan solusi rintangan yang akan kita hadapi. Percayalah kesulitan itu hanya disaat kita mau memulai, setelah kita memulai dan menyelesaikannya sampai finish, maka kesenangan, kebahagian telah menunggu kita di akhir. Karena percayalah setiap rintangan itu ada solusinya dan rintangan itu adalah sebuah jalan untuk mencapai sebuah kebahagiaan. Dan kebahagian itu hanya akan di dapat buat orang yang percaya kalau dia bisa. Sama seperti bubua cido tadi, walau pahit tapi setelah percaya kalau kita bisa meminumnya, setelah diminum pahitnya pun hilang dan kesehatan yang baik yang kita dapatkan. Jadi bagi yang belum pernah coba bubua cido, sile dicoba hehe. Semoga bermanfaat bagi kita semua. *disela pagi hari menunggu nenek masak hihi -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
