Salam,

Contoh tulisan ustadz Syamsi Ali.

Wassalam 
Fitr

Sent from my iPad

Begin forwarded message:

> From: Syamsi Ali <[email protected]>
> Date: April 15, 2008 at 11:14:59 AM EDT
> To: IMCI NY <[email protected]>, Imam DC <[email protected]>, imsa US 
> <[email protected]>, ICMI NA <[email protected]>, Profetik warta 
> <[email protected]>
> Subject: [Imsa] Belajar menjadi Nun berakhir jadi Muslimah
> Reply-To: [email protected]
> 
> Gadis Philippine
> M. Syamsi Ali 
>  
> Masih ingat sekitar setahun lalu, the Islamic Forum kedatangan peserta baru 
> yang hampir saya sangka seorang santria dari Indonesia. Seorang gadis pendiam 
> dengan kerudung rapih ala Indonesia duduk di salah satu sudut ruangan dengan 
> malu tapi selalu tersenyum.
>  
> "Sorry, are you....from Indonesia?", tanyaku suatu ketika.
>  
> "Oh no! I am an American", jawabnya dengan pelan dan suara lembut.
>  
> "But you look very Asian. And so, what is your original ethnic back ground?", 
> tanyaku lagi.
>  
> "I am originally from the Philippine. I came to this country when I was 5 
> with my mother", jelasnya.
>  
> Demikianlah Richelle Santos memulai pengenalan dirinya dengan kami di Islamic 
> Center. Umurnya masih relatif muda, tapi saat ini sudah bekerja di sebuah 
> perusahaan sebagai finance analyst. Alumni New York City University ini 
> tinggal sendiri karena ibunya kemudian nikah lagi dan nampaknya suasana rumah 
> tangganya tidak kondusif baginya untuk tinggal bersama.
>  
> Sekolah Nun.
>  
> Selepas sekolah dasarnya, Richelle yang ibunya beragama Katolik kuat 
> memasukkannya ke sebuah sekolah pelatihan menjadi Nun. Richelle bercerita, 
> ketika dirinya berumur sekitar 11 tahun, ibunya sangat mengkhawatirkan bahwa 
> dirinya akan jatuh dalam pergaulan yang salah. Untuk itu, dia disekolahkan di 
> sebuah sekolah Katolik pelatihan nun di kota Manhattan. Richelle menceritakan 
> bagaimana ketatnya peraturan ketika dia menimba ilmu di tempat tersebut. "I 
> almost give up in just a few days", katanya.
>  
> Saya jadi teringat di hari-hari pertama tinggal di pesantren. Hingga hari ini 
> selalu saya sebut sebagai "a divine jail" (penjara suci) karena betapa 
> susahnya menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Apalagi jika memang 
> seseorang sudah set dengan dunia tertentu.
>  
> "So did you complete your training to a Nun?", tanyaku suatu ketika.
>  
> "Not really...I did stay more than two years in the school, but to be honest, 
> I never serious in my study", katanya.
>  
> Setelah saya tanya lebih jauh, ternyata jawabannya adalah karena dari pagi 
> hingga sore dia diindoktrinasi dengan konsep-konsep yang dia sendiri tidak 
> pernah yakini. "All those did make sense at all to me", katanya singkat.
>  
> Maka setelah dua tahun bertahan di sekolah Katolik pendidikan nun, Richelle 
> meminta kepada ibunya untuk sekolah di sekolah umum. Pertama kali ibunya 
> menolak, tapi setelah Richelle menjelaskan banyak hal, termasuk beberapa 
> bentuk pergaulan di asrama yang sama sekali tidak masuk akal, ibunya menuruti.
>  
> Demikian dari Sabtu ke Sabtu Richelle mengikuti dialog di Islamic Forum. 
> Walaupun sangat pintar, tapi tidak pernah mengajukan pertanyaan kecuali jika 
> dipancing. Mungkin darah Asianya masih sangat kental sehingga nampak sekali 
> sangat malu dan sopan santun.
>  
> Beberapa kali Richelle juga menghadiri acara yang dilakukan di masjid 
> Al-Hikmah, milik masyarakat Muslim Indonesia di New York. Salah satunya di 
> saat masjid al-Hikmah menjadi tuan rumah bagi tamu pembicara terkenal, Sr. 
> Aminah Assilmi, mantan Kristen radikal yang memeluk Islam dan saat ini 
> menjadi seorang muballiggah yang go international.
>  
> Saat itu nampak Richelle menyimak kata per kata yang keluar dari mulut Sr. 
> Aminah Assilmi. Bahkan nampak mencatat poin-poin penting yang disampaikan 
> oleh beliau. Setelah selesai ceramah, sambil bercanda saya bertanya: "Would 
> be like her in the future?". Richelle hanya menjawab dengan senyuman.
>  
> Big Day for me
>  
> Tingga minggu lalu, Richelle hadir agak pagian ke Islamic Center. Saya 
> sendiri biasanya sibuk dengan weekend school tidak terlalu menghiraukan. Tapi 
> sepintas saya melihat kepadanya dan nampak seperti gelisah. Menjelang shalat 
> Zuhr saya tanya: "what happens Richelle? I saw you a kind of .....". Rupanya, 
> belum tuntas saya bertanya kepadanya, Richelle sudah menjawab: "Oh no! I am 
> fine", tanya sambil seperti menyembunyikan sesuatu.
>  
> Shalat Zuhr dimulai. Richelle hanya duduk sendirian di kelas. Rupanya siang 
> itu tidak terlalu peserta Islamic Forum yang mengikuti kelas. Saya memulai 
> kelas siang itu dengan bahasa Arab (membaca Al Qur'an), dilanjutkan dengan 
> tafsiran S. Al-Hujurat.  Richelle nampak serius mencatat hampir semua 
> poin-poin penting yang saya sampaikan.
>  
> Tiba-tiba saja, di saat saya memberikan kesempatan kepada peserta untuk 
> bertanya, Richelle nampak mengalirkan air mata, sambil tersenyum malu, 
> mengatakan: "Imam Shamsi, I want to convert!".
>  
> Semua yang hadir langsung terperanjat. Biasanya, keinginan untuk masuk ke 
> Islam itu disampaikan setelah kelas, atau datang sendiri. Kali ini Richelle 
> menyampaikan di tengah-tengah kelas masih berlangsung.
>  
> Lancang saja yang keluar dari mulut saya: "alhamdulillah Richelle! I am so 
> happy to hear that finally Allah reaches your heart and now the faith is 
> reaching it".
>  
> Saya kemudian mengalihkan pembahasan siang itu dari S. Al-Hujurat ke apa 
> makna berislam. Saya yakin penjelasan saya sudah didengar berkali-kali oleh 
> Richelle selama ini, tapi saya ingin untuk mengingatkan kembali.
>  
> Saya kemudian bertanya sekali lagi kepada Richelle. "You have been with us 
> for the last almost two years. What really did you find unique in this 
> religion?", pancingku.
>  
> "Oh, I think I have to be honest. From the very beginning I joined your 
> class, I have been amazed by the teaching. I did not have any thing to 
> oppose.", jelasnya.
>  
> "But what really makes you take too long to decide?", tanyaku lagi.
>  
> "I think I just wanted to make sure that I fully aware of all things required 
> from me as a Muslim. I need to know the injunctions and regulations, so I can 
> do try to follow them in my life", jelasnya.
>  
> Langsung saja saya meminta kepada hadirin untuk menjadi saksi. Tapi tidak 
> lupa saya sampaikan ke Richelle bahwa Allah in the best witness. Seraya 
> menunduk, Richelle dengan berlinang airmata mengikuti ikrar tauhid:
>  
> "Laa ilaaha illa Allah-Muhammad Rasul Allah".
>  
> Yang saya rasakan adalah ketulusan dan kemantapan hati dari Richelle dalam 
> menerima Islam. Siang itu, ruangan kelas the Islamic Forum memang terharu. 
> Hampir semua yang hadir ikut meneteskan airmata karena tersentuh dengan 
> linangan airmata Richelle. Dia hanya sempat menyelah sambil mengusap airmata: 
> "Today is a big day for me!".
>  
> Semoga engkau, Richelle, dikuatkan dan selalu dijaga dalam menjalani agamaNya.
>  
> New York, 14 April 2008
>  
>  
>  
> between 0000-00-00 and 9999-99-99  
> --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
> - Anda memerlukan bantuan silahkan kirimkan ke http://helpdesk.imsa.us 
> - Acara di Radio IMSA : http://www.radioimsa.org/daily/ 
> - Fundraising untuk IMSA  : http://www.goodsearch.com/?charityid=860734 
> -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
> 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke