Nakan Andri Satria Masri  dan sanak dipalanta n.a.h

Info dari Andri sangat baik, dapat kejelsan apa yang akan dibangu kedepan.



Prioritas nampaknya masih di Jawa.

Rasanya tidaklah belebihan jika kita katakana demikian.

Yang akan dibangun segera :

1.     -Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung;

2.     -Kereta Api Bandara Soekarno Hatta (KA Bandara Soetta);

3.     -Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) oleh PT Adhi Karya Tbk
(ADHI) yang ditunjuk langsung Pemerintah Pusat; dan LRT oleh Pemerintah

Line Jakarta Bandung rasanya sudah memadai:

Lintas Jakarta-Bandung, KA maupun mobil rasanya memadai jika dibanding
Sumatra apalagi pulau lainnya kecuali Bali,  (ada 4 lintasan, 2 KA, 2 mobil)

Sekarang mau ditambah lagi dengan kereta api cepat/ Shinkansen?



Apa kurang untungnya kalau jalan  yang ada saja ditingkatkan

KA Bandara Sutta bolehlah, demi kelancaran ke Bandara

LRT, ini DKI saja atau seluruh Pulau Jawa



Di Sumatera, jalan lintas saja masih timbul tenggelam, nasib KA di Sumatera
belum jelas. KA yang masih ada apa masih hidup atau setengah mati.

Sementara di Jakarta/Jawa yang sudah baik dipersolek terus.



“Sesuai Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, pembangunan jalur kereta
juga mencakup luar pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Atas
instruksi Presiden Jokowi, pembangunan ini dipercepat mulai tahun ini dari
rencana sebelumnya 2030.”



Ambo ragu jaan-jaan untuak inyo salasai, untua awak pitih abih



Io bana bak kecek urang saisuak, “ko kuwau iolah  panuah diukia, tibo
digagak, galimang sajo lah jo arang.



Marangkak  se lah di nanlanyah tu.



Kalau wakil-wakil kita/daerah di Senayan tidak bersuara,  Jawa sentries ini
akan memuncak tanpa kendali. Ini bisa saja  diboncengi dengan berbagai
kepentingan.



Jawa sentris inilah yang ikut punya andel munculnya PRRI/PERMESTA tempo
hari, yang biayanya cukup tinggi ditanggung negara.



Mungkin nostalgia saya salah, tapi itulah perasaan sebagai lansia, karena
menengok pembangunan di Jakarta / Jawa yang dipersolek terus, hanya untuk
menyenangkan yang punya uang, jauh dari yang diperlukan rakyat miskin,
mudah-mudahan pendapat saya ini salah.



Bagaimana   Andri melihat pembangunan model begini.



Wass,



Maturidi (L/77) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke