| hahahahaha masalah tanah nan baliliak atau a bahsonyo susah baurusan tanah, ado pendekatan nan akan dilakukan Fauzi Bahar. Nan jaleh ingek bana di kapalo ko, ba a rumiknyo jalan by pass indaruang tu diurusan rumah masyarakat dan FB nampaknyo gagal malobby. tapi antah kalau jd wakil gub kalau tapiliah. kok tahun ka 4 mundur, tantu lah iyo. satun siap2 maju jadi BA 1 hahahahaha cikojo ndak kojo namo e ko mah hahahahaha. Nanang, tagalak mambaco berita nan Nopend katangahkan. kinin sadang di Jkt Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
Kalau TOL, mungkin bisa jadi cando berita dibawah ko mak, atau bisa jadi cando nan taun2 alah lalu
-- nan pasti, sebagian gadang sanak dikampuang tatap mandambakan jalan bebas hambatan(?) ko :) Investor China Bakal Bangun Tol Padang-Bukittinggi.BUKITTINGGI,MINANGTERKINI,- Bakal Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat Fauzi Bahar berjanji jika terpilih memimpin Sumbar bersama Muslim Kasim (Balon Gubernur) akan membangun Jalan Tol Padang-Bukittinggi. Bahkan dirinya berani mundur pada tahun ke empat kepemimpinannya jadi Wagub bila tidak ada tanda-tanda akan dibangunnya Tol Padang-Bukittinggi sepanjang 91 Km jarak Padang-Bukittinggi.
"Saya melihat kemacetan jalan raya Padang-Bukittinggi terutama pada saat-saat libur, hari pasar Koto Baru selalu terjadi. Waktu tempuh semakin panjang dan biaya bertambah besar. Kondisi ini membuat saya ingin sekali membangun jalan tol Padang-Bukittinggi jika dipercaya masyarakat menjadi Wakil Gubernur mendampingi Gubernur Muslim Kasim kedepan," jelas Fauzi Bahar saat melakukan pertemuan dengan walinagari, tokoh masyarakat di salah satu Rumah Makan di Kota Bukittinggi, Kamis (6/8) siang. Menurut Fauzi Bahar, untuk membangun jalan tol Padang-Bukittinggi diperkirakan bakal menghabiskan biaya senilai Rp 12-15 triliun. Namun demikian, Fauzi Bahar sudah melakukan koordinasi dengan investor pihak ketiga dari Negara China. "Yang akan membangun pihak ketiga, dalam hal ini investor dan itu banyak sekali yang mau, salah satunya investor dari China," jelasnya. Mantan Walikota Padang dua priode itu menyebut tidak akan sulit untuk membangun tol Padang-Bukittinggi termasuk pembebasan lahan yang disebut-sebut bakal berbelit-belit. Mengingat di Minangkabau tanah masyarakat tidak hanya milik pribadi tetapi ada tanah ulayat kaum. "Kita yakin masyarakat kita mau memberikan sedikit tanahnya untuk membangun jalan, dan itu diganti bukan diberikan begitu saja. Yang penting itu bagaimana melakukan komunikasi dengan masyarakat, kita yakin masyarakat mendukung," sebutnya. Keinginan Fauzi Bahar membangun Tol Padang-Bukittinggi diamini puluhan walinagari yang ada. Bahkan, menurut Walinagari kehadirian jalan tol Padang-Bukittinggi sudah menjadi keharusan. Mengingat jalur Padang-Bukittinggi selalu macet dan padat. "Bila hari Senin ketika pasar Koto Baru itu macetnya mulai dari Padang Luar sampai Padang Panjang sedangkan dari arah Padang mulai dari Padang Panjang sampai Koto Baru. Jalan alternatif juga sudah dibangun dari Pariaman, Malalak, Balingka, tetapi jalur utama Padang Luar tetap saja macet," jelasnya. (mt/ktk) Pada 10 Agustus 2015 21.12, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis: --
Nofend St. Mudo 38th+/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan Tweet: @nofend | YM: rankmarola . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. | ||||
Re: [R@ntau-Net] Rencana Peletakan Batu Pertama Stasiun Kereta Api di BIM
'asfarinalnanang' via RantauNet Tue, 11 Aug 2015 04:06:54 -0700
- [R@ntau-Net] Rencana Peletakan Batu Pertam... Andri Satria Masri
- Re: [R@ntau-Net] Rencana Peletakan Ba... Maturidi Donsan
- Re: [R@ntau-Net] Rencana Peletaka... Nofend St. Mudo
- Re: [R@ntau-Net] Rencana Pele... 'asfarinalnanang' via RantauNet
- [R@ntau-Net] Re: Rencana Peletakan Ba... irsyad ir
- Re: [R@ntau-Net] Re: Rencana Pele... muhammad syahreza
- Re: [R@ntau-Net] Re: Rencana ... Maturidi Donsan
- Re: [R@ntau-Net] Re: Renc... bus tami
- Re: [R@ntau-Net] Re:... Dr. Saafroedin Bahar
