Assallamualaikum MakNgah, takana kanti kato mada,tageh, kareh hati, kareh mariah, >> kurang elok gigiah, basitungkin, madok ati, >> banyak nan elok
wassallam, Datuak Arifz Pada Kamis, 06 Agustus 2015 04.58.44 UTC+7, Sjamsir Sjarif menulis: > Ciek lai ciri-ciri "budaya" urang awak nan kuang elok adolah, *Mada*. > Dari Haluan kito baco salah satu contoh "manukua kapalo koncek", tambah > ditukua tambah kareh: > > Kelok 9 Belum Bebas PKL > <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/42337-kelok-9-belum-bebas-pkl> > [image: > PDF] > <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/42337-kelok-9-belum-bebas-pkl?format=pdf> > [image: > Cetak] > <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/42337-kelok-9-belum-bebas-pkl?tmpl=component&print=1&layout=default&page=> > [image: > Surel] > <http://www.harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=989bc05a5bc226fd2f091602e83f4b04b75cf591> > Kamis, > 06 Agustus 2015 02:38 > > *LIMAPULUHKOTA, HALUAN — *Meski sebagian masyarakat di Nagari Ulu Aia > warga Ulu Aia, Kecamatan Harau telah membebaskan areal *Fly Over* Kelok > Sambilan sebagai lokasi berjualan dengan kesadaran sendiri, upaya tersebut > belum 100 persen dilakukan. > > Buktinya saja, setelah puluhan lapak dan pondok jualan milik warga > setempat yang berjejer di sepanjang tebing jalan layang Kelok Sambilan di > bongkar beberapa hari yang lalu. Kini lokasi tersebut tetap dimanfaatkan > oleh pedagang kaki lima (PKL). > > Sebagaian pedagang setempat malah mendirikan tenda-tenda di lokasi yang > sama untuk berjualan. Meski terbebas dari lapak dan pondok, tetapi areal > Kelok Sembilan sudah berdiri belasan tenda yang berjejer di pinggir jalan > tersebut. Jagung bakar serta minuman hangat seperti kopi, susu dan air teh > yang dijual pedagang, turut menarik perhatian pengguna jalan untuk > berhenti berbelanja di pinggir jalan layang Kelok Sambilan. > > Meski pembeli tidak seramai waktu masih adanya lapak dan pondok di pinggir > jalan, tetapi keberadaan tenda-tenda yang berjeler setidaknya telah > mengganggu arus lalulintas dan juga mengancam terjadinya kecelakaan di > jembatan bernilai milyaran rupiah itu. > > Sementara, pedagang lainnnya yang telah rela pindah berjualan ke lokasi > jalan Kelok Sambilan yang lama, tengah berusaha untuk menata kembali lapak > dan pondok mereka yang sudah dibongkar. > > Jembatan Kelok Sambilan yang lama, saat ini disibukkan oleh aktifitas > warga untuk membangun kembali lapak dan pondok yang sebelumnya berdiri > di areal jalan layang. Tonggak-tonggak kayu yang berjejeran di tebing > jalan Kelok Sambilan lama sebagai tiang penyanggaah dalam mendirikan > kembali lapak dan pondok berjualan kuliner atau cendar mata bagi pedagang > setempat. *(h/ddg)* > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
