> Maknanya orang-orang sekarang, kalau menjilat, lebih parah dari perampok
> itu. hmm. lebih baik perampok itu sedikit. :).
Assalamu'alaikum.w.w.
.... kita sambung yang kemaren agak sedikit ....
Maknanya orang-orang sekarang, kalau menjilat, lebih parah dari perampok
itu. hmm. lebih baik perampok itu sedikit ... :).
Tak lama kemudian tukang rotan itu pula membuat ulah, dirotannya kepala Imam
Ahmad bin Hambal. Perintah kerajaan, rotan badan, tapi dia dengan
kepala-kepala dipukulnya. Berlengkung-lengkang kepala orang tua itu
dipukulnya. Ringkas cerita khalifahpun meninggal, ditukar dengan khalifah
baru. Khalifah baru ini membuat kebijakan, semua tahanan politik keluar dari
penjara. Tukang rotan tadi pensiun. Imam Ahmad sehat badan kembali, mengajar
kembali di mesjid. ... mengajar.... dilihat-lihat tukang rotan tadi ada
mendengar
ceramahnya. Selesai ceramah dipanggilnya tukang rotan itu.
"Anda dulu tukang rotan yaa."
"Iyaa.."
"Sekarang.?"
"Sudah pensiun" Ooo.....pensiun rupanya....
"Bukankah anda merotan saya dulu ?"
"Iya.."
"Mengapa anda memukul kepala saya, kerajaan memerintahkan badan saja, anda
memukul kepala saya, kenapa ?"
"..Tuan,... sebenarnya tuan,... saya merotan kepala tuan supaya tuan cepat
mati, kalau tuan mati, tuan tidak menarik kembali fatwa yang tuan
keluarkan, tuan akan masuk sorga".
...Eh, bagus pula tukang pukul ini. Niat dia bagus, teknik dia salah ...:)
Maknanya tukang rotan itu hanya bertugas saja, hatinya mendukung para
ulama. Imam syafi'i dirantai dari Yaman ke Bagdad. Itu ulama dulu...
Imam Malik juga kena siksa. Sekarang tidak ada apa-apanya, diturunkan
jabatan saja. Kena gantipun takut... Halam juga dia..., atau takut tidak
dipanggil ceramah lagi... Dan ironinya, korupsi terbesar justru di
departemen agama.
Begitulah ulama-ulama dulu, menyampaikan kebenaran itu mengalami
kesusahan. Mereka disiksa, tapi mereka sanggup kena siksa. , tidak ada
apa-apanya.
Maka ulama-ulama semestinya menyampaikan yang benar, bukan menyelewengkan
hukum. Memang untuk menyampaikan suatu kebenaran itu amat menakutkan,. takut
menyampaikan. Itu sebabnya dikatakan "al-ulama masabihul ardh". Ulama itu
pelita, lampu, suluh dalam kehidupan di dunia ini. Maka ulama mestilah
berada pada tempat yang sebenarnya, jangan salah tempat, dan jangan mudah
dibeli. Menjadi corong pemerintah itu salah tempat namanya. Seperti Harimau
misalnya. Harimau kalau tinggal di kebun binatang , hancur dia. Harimau
tempatnya di hutan. Dalam hutan kalau dia mengaum,. orang
terkencing-kencing .... takut. Kalau di kebun binatang mengaum,.... siapa
yang
takut ?. Malah dimain-mainkan orang,... dilempari kacang,.... pisang ...
gimana
pula memakannya, ... karena salah tempat. harimau bukan di kebun binatang
tapi
di hutan. Singa di hutan, baru benar. Ulama mesti di tempat yang
sebenarnya, baru benar, baru orang takut,. ..kalau tidak dimain-mainkan
orang.
Makanya ulama-ulama jangan salah, posisikan diri pada tempat yang
sebenarnya. Kalau tidak orang-orang awam menjadi susah.
"Siapa yang henda diturut lagi nih" kata mereka.
Ini juga ulama, ini juga ulama.
Bagi orang awam disarankan untuk melihat ulama itu, dia takut Allah ta'ala
kah, atau takut pemerintah ?......demikian saja dimaklumkan.
Yang ketiga pula, "maa damal juhala laa yakhbiruuna 'amma lam ya'lamu".
selama mana orang-orang jahil tidak sombong mengenai apa yang mereka tidak
tahu. Kita kalau tidak tahu, bertanyalah, jangan sok. Ini persoalannya.
Kadang-kadang dalam kelas, tuan guru berkata, "ada pertanyaan ?", tiada
seorangpun yang bertanya. Entah karena segan bertanya entah karena merasa
tidak perlu. Padahal urusan agama ini banyak sekali yang tidak diketahui,
sudah sekian kali pula kita mendengar urusan agama ini adalah urusan
kehidupan, dan sudah dua kali pula dengan ini disampaikan kata-kata profesor
Gibb: that "Islam is not only a religion, but it is a complete
civilization".
Islam tidak hanya sekedar agama (maksudnya urusan ritual saja), akan tetapi
ia adalah perikehidupan yang lengkap. Pernah disampaikan juga bahwa Islam
mengatur kehidupan dari urusan masuk wc sampai kepada kepala negara. Hanya
saja kitanya yang entah karena tidak mau yakin atau tidak peduli, entah
karena sudah terkontaminasi oleh cara hidup yang lain yang seolah-olah
menjanjikan karena serba modern dan merasa Islam ini kuno ketinggalan zaman
dan sebagainya, entahlah. Itu sebabnya di surau-surau, di masjid-masjid,
atau kelas agama yang lain, tuan guru membawa kitab, anak murid tidak. Bawa
kitab jugalah semestinya, baru mengaji namanya. Salahnya tuan guru membawa
kitab, anak murid tidak. Dulu waktu kita mengaji, tuan guru tidak membawa
kitab, karena 'alimnya tuan guru itu, anak murid membawa kitab Sekarang tuan
guru membawa kitab, anak murid tidak,.... 'alimnya anak murid tu ...:)
... aaa... itu pula kelebihan kita.....
Yang bagusnya mengaji ini kitab-kitab tua, karena kitab tua ini kitab orang
'alim, hanya bisa dibaca oleh orang-orang alim saja.
... aaa lah panjang pula...... beresok kita sambung..
Wabillahil hidayah wat taufiq
Wassalam
Padang, Maret 2008
Lab. Perancangan dan Konstruksi Mesin
Fakultas Teknik Universitas Andalas
Kampus Limau manih
Dr. Eng. Khairi Yusuf St. Sinaro
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---