Sangat menarik mencermati diskusi dan argument-argument serta konsep-2 rang Minang selama ini tentang Islam serta tentang DIM. Terutama sekali ketika slogan sakti “ABS-SBK” dikeluarkan untuk memperkuat argument-argument tersebut.
Sebagaimana adanya unsur “K” alias singkatan dari “Kitabullah” pada slogan sakti tersebut, yang dalam hal ini merujuk kepada “Al Qur’an” yang dalam bentuk ril-nya adalah “ayat-ayat Al Qur’an”, seyogyanyalah segala bentuk diskusi, argument-2 serta konsep-2 “ABS-SBK” tersebut diajukan dengan dasar rujukan ayat-ayat Al Qur’an. Sayang, dari pengamatan selama ini, rasanya tidak banyak terlihat ayat-ayat dari Buku (Kitab) Mukjizat itu dilewakan selama berdiskusi, berargument atau mengajukan konsep-2 tentang hal diatas. Entah dimana kiranya ayat-ayat Al Qur’an itu disembunyikan sehingga tidak kelihatan batang hidungnya. Melihat hal ini, ambo jadi teringat salah satu ayat Al Qur’an, *Al A’raaf (Tempat Tertinggi) [7]:175* *Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami, kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaitan, maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.* Jadi teringat juga cerita Adam yang tertipu setan ketika dia melepaskan diri dari peringatan (berupa ayat-ayat) Allah untuk tidak mendekati pohon Quldi itu. *Al Baqarah (Sapi Betina) [2]:35* *Dan Kami berfirman: "Hai Adam diamilah oleh kamu dan isterimu syurga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.* *Al A’raaf (Tempat Tertinggi) [7]:19-20* *(Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di syurga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim."* Namun rupanya Adam tidak memiliki *kemauan kuat* untuk mengikuti ayat-ayat peringatan Allah tersebut: *Thaahaa (Ta Ha) [20]:115* *Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.* Sehingga dia diikuti *setan* dan lalu *menipunya*. Menjadi *durhaka* dan *sesatlah* Adam. *Al A’raaf (Tempat Tertinggi) [7]:19-20* *Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam syurga)."* *Thaahaa (Ta Ha) [20]:121* *Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) syurga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.* Berita bohong/dusta yang isinya adalah *tipuan* itu sekarang beredar dimana-mana. Berbagai macam bentuknya. Ada yang berupa penemuan, materi pelajaran, slogan, konsep dsb. Jika semua hal itu diikuti tanpa mengeceknya kembali dengan ayat-ayat Al Qur’an, bisa jadi itu adalah tipuan setan belaka. Bukankah Iblis (pemimpin setan dari bangsa jin) itu dengan tegas telah *bersumpah di hadapan Allah sendiri untuk menyesatkan seluruh manusia?* *Al Hijr (Negri Kaum Samud) [15]:39* *Iblis **berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,* *Shaad (Sad) [38]:82* *Iblis **menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,* Dan, Allah sendiripun mengakui kebenaran sumpah setan itu di dalam Al Qur’an, *Yaa Siin (Ya Sin) [36]:62* *Sesungguhnya **syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu**. Maka apakah kamu tidak memikirkan?* Apakah kita termasuk yang diikuti setan atau bahkan sudah menjadi sebahagian besar yang disesatkan setan alias sebagai *pengikut setan?* *An Nuur (Cahaya) [24]:15-21* *(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.* *Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar."* *Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya**, jika kamu orang-orang yang beriman.* *dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.* *Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.* *Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).* *Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.* Jika *melepaskan diri daripada ayat-ayat Allah *tersebut dalam berkata-kata, berdiskusi, berargument atau berkonsep dsb, tentulah diikuti oleh setan juga, kecuali jika ayat pada surat Al A’raaf (Tempat Tertinggi) [7]:175 diatas dianggap sebagai kebohongan atau dusta belaka. Semoga berguna! Salam Z -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
