Anggun, dkk,      Saya dan semua kita memang merasakan sosialisasi ini perlu. 
Beda pandangan kita adalah bahwa Anda menjadikan ini sebagai prasyarat, 
sehingga mereka terima dulu, baru DIM diajukan. Sementara saya berpendapat 
bahwa ini bisa dilakukan sambil berjalan, dan sudah harus dimulai dari 
sekarang. Dan proses ini berjalan sepanjang waktu, minimal untuk 5 tahun 
pertama ke depan sampai kita faham betul dan familier dengan DIM itu. Jadi yang 
dipakai adalah prinsip: "Learning by Doing."     Sekarang tumpuan perhatian 
kita adalah menggolkan ide DIM ini untuk diterima melalui Kongres Minangkabau 
yang insya Allah kita lakukan di awal 2016 nanti, sesudah Pilkada selesai dan 
Gubernur/Bupati/Wako baru terpilih. Tugas kita sambil mensosialisasikan DIM itu 
adalah meyakinkan unsur pemerintahan eksekutif/legislatif/yudikatif dari 
Provinsi, Kabuptaen/Kota sampai ke Nagari di seluruh Sumbar serta ormas-ormas 
yang beragam itu, baik di ranah maupun rantau, tentang perlunya kita membentuk 
DIM itu sebagai upaya untuk melaksanakan  tugas kenegaraan dan pemerintahan di 
bumi Minangkabau dengan juga berdasar kepada prinsip ABS-SBK. Selama ini unsur 
adat dan syarak yang dijalin dalam ABS-SBK itu hanya diucapkan tapi tidak 
dipraktekkan. Keistimewaan DIM adalah menjamin dilaksanakannya ajaran ABS-SBK 
itu.    Sejauh ini saya tidak melihat ada ganjalan mendasar yang menyebabkan 
DIM tidak diterima. Coba kalau Anda dan setiap kita yang di rantau turut pula 
membantu mensosialiasikan DIM it diterima di rantau kita masing2. Panitia P3Dim 
yang di ranah juga melakukan kegiatan sosialisasi seperti yang Anda harapkan 
itu, minimal menjelang Kongres nanti. Insya Allah tujuan kita tercapai, 
sehingga kita tidak perlu memprasyaratkan sosialisasi itu berjalan dulu dan DIM 
diterima oleh 10 juta warga Minang yang di ranah dan di rantau dulu sebelum DIM 
diajukan ke pusat.     Salam, MN 


     On Thursday, September 17, 2015 8:43 AM, anggun gunawan 
<[email protected]> wrote:
   

 Pak Mochtar Naim yang baik.... 
saya menilai bahwa sosialisasi ini sangat perlu... dari sejarahnya masyarakat 
minangkabau itu sangat egaliter... mereka tidak seperti masyarakat jogja yang 
sangat dipengaruhi oleh budaya feodal mataram... saya hanya khawatir kalau 
tidak dilakukan sosialisasi, malahan penentangan itu terjadi dari internal 
masyarakat minangkabau itu sendiri karena masalah ketidakpahaman atau masih 
setengah2nya informasinya...
dari pengamatan awak, ide DIM ini tidak banyak dipahami oleh masyarakat minang 
baik di rantau maupun di ranah... termasuk juga belum sepenuhnya dipahami dan 
dimengerti oleh para akademisi, cadiak pandai dan alim ulama di sumatera 
barat...
sebagai masyarakat yang hidup dari kekuatan musyarawah, saya melihat 
sosialisasi ini menjadi keniscayaan seiring dengan perjuangan ke pemerintah 
pusat...

Anggun Gunawan31 Male - YogyakartaCEO Gre Publishing 


     On Thursday, September 17, 2015 5:24 AM, Mochtar Naim 
<[email protected]> wrote:
   

 Ma Anggun, dkk,     Mansosialisasikan DIM ko indak baranti dengan awak 
maajukan permohonan DIM ko ka pusat. Sosialiasi DIM akan berjalan terus sampai 
DIM ko tabiaso di tangah2 masyarakat awak, nan bisa berarti sekian tahun ke 
depan setelah DIM bajalan. Dan karanonyo awak indak paralu manjadikan prasyarat 
saluruh urang Minang di ranah dan di rantau tahu dan mangarati dulu dengan DIM 
ko baru DIM diajukan. Apo lai awak bukan nan partamo, tapi nan kalimo sudah 
sasudah Yogya, Jakarta, Aceh dan Papua.      Nan penting, rakyat marasokan beda 
antaro pemerintah provinsi sabalunnyo dengan pemerintah DIM tu. Taraso bana di 
rakyat bara nyamannyo hiduik tidak sajo dengan ajaran Pancasila dan UUD1945 
tapi juo dengan naungan ABS-SBK yang manakankan paralunyo aqidah dan qaidah 
adat jo agamo dijalankan sacaro berbarengan.     Baa, Anggun, lai sapakaek. Nan 
penting juo, awak saraso sapareso.Salam, MN. Lai siaik2 sajo?
 


     On Wednesday, September 16, 2015 2:04 PM, anggun gunawan 
<[email protected]> wrote:
   

 saya malah berpikir seperti ini Pak...
sebelum diajukan ke pemerintah pusat, alangkah kalau ide DIM ini 
disosialisasikan kepada masyarakat minangkabau yang di ranah maupun di 
rantau... terus terang masih banyak masyarakat minangkabau yang masih belum 
paham apa itu DIM dan apa efeknya buat kehidupan mereka ke depan...
kalau perlu diadakan polling terbuka, baik itu lewat media sosial ataupun media 
koran dan bisa juga memakai metode survey lainnya... kalau semisal yang 
mendukung DIM ini lebih dari 60% penduduk sumatera barat dan warga minangkabau, 
rasanya tudingan bahwa ini hanyalah bagian dari kepentingan ELITE bisa 
direduksi.
karena ini menyangkut masa depan minangkabau (sumatera barat) ada baiknya 
pelibatan masyarakat luas ini lebih dikedepankan seiring dengan penyusunan 
draft di level "elite"...
begitu kalau pendapat saya Pak.

Anggun GunawanAlumni Filsafat UGMDelegasi Indonesia di Frankfurt Book Fair 
2014CEO Gre Publishinghttp://grepublishing.com 


     On Wednesday, September 16, 2015 1:53 PM, anggun gunawan 
<[email protected]> wrote:
   

 Semangat Pak... Kita yang muda-muda turut memberikan semangat....:)
Anggun GunawanGre Publishing Jogjahttp://grepublishing.com


     On Wednesday, September 16, 2015 12:10 PM, Mochtar Naim 
<[email protected]> wrote:
   

   MEMPERSIAPKAN KONGRES MINANGKABAUUNTUK MENUJU DIM Mochtar Naim15 Sep 2015   
|  

  |

DIM yang kita inginkan perlukita gagaskan dengan baik dan benar, sehingga kita 
bisa mempersiapkan hal-halyang esensial dengan itu untuk kita terapkan setelah 
DIM diakui dan disahkanoleh pemerintah pusat nanti. Untuk itu sebuah Naskah 
Akademik yang memberipenjelasan tentang DIM itu secara garis-besarnya sudah 
harus kita persiapkanterlebih dahulu. Draft final dari Naskah Akademik itulah 
yang kita bawa keKongres Minangkabau untuk kita bahas dan sempurnakan secara 
bersama-sama. Draftfinal yang telah disempurnakan dan dibahas secara 
bersama-sama di KongresMinangkabau itulah yang hasil bersih dan finalnya kita 
bawakan kepadapemerintah pusat nanti, dengan harapan pemerintah pusat akan 
mengabulkannya.            Sejauh ini Panitia Persiapan Pembentukan DIM (P3DIM) 
yangtelah kita bentuk telah menunjuk satu tim ahli di bawah pimpinan Bapak H 
ARahim Jabbar untuk mempersiapkan Draft Awal dari Naskah Akademik itu. Draft 
awalitu praktis sudah selesai kecuali aspek hukum dan ketata-negaraannya yang 
masihakan digarap bersama dengan Sdr Prof Dr Saldi Isra dan Prof Dr Yusril 
IhzaMahendra.            Draft Awal Naskah Akademik yang telah dilengkapi 
itulahnanti yang akan dikirim kepada pihak-pihak berkepentingan, termasuk 
unsur-unsurPemda dan DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota dan Wali Nagari se Sumbar 
dan ormas-ormasyang ada di ranah dan di rantau, dengan tujuan untuk dibahas dan 
dipahamibersama oleh masing-masing unsur itu sembari melengkapi lagi Naskah 
Akademikitu. Naskah Akademik yang telah dilengkapi itulah nanti yang akan 
dibawakan keKongres Minangkabau untuk kita sepakati dalam Kongres itu.          
  Kongres menyerahkan hasil paripurna dari Naskah Akademikkepada Gubernur dan 
Pimpinan DPRD Provinsi Sumbar untuk diajukan kepadaPemerintah Pusat melalui 
Presiden dan Pimpinan MPR/DPR/DPD RI. Karena kebetulanmenjelang akhir tahun 
2015 ini akan ada Pilkada Des 2015, Kongres dan pengajuanUsul Pembentukan DIM 
baru akan dilakukan sesudah itu, yaitu sudah di awal tahun2016, mungkin 
Februari atau Maret 2016.            Sementara itu, sambil kita mempersiapkan 
Draft Akhir dariNaskah Akademik melalui Kongres Minangkabau itu, ada banyak 
hal-hal esensialyang berkaitan dengan persiapan menuju terbentuknya DIM itu 
yang perlu kitabahas dan musyawarahkan bersama. Termasuk ke dalamnya:   
   - Bagaimana penerapan filosofi ABS-SBK dalam konteks DIMitu nanti.
   - Bagaimana sistem dan struktur pemerintahan DIM itu sendiridalam konteks 
NKRI.
   - Bagaimana kaitan DIM dengan Dunia Melayu dan DuniaIslam.
   - Bagaimana sistem dan struktur ekonomi DIM dalamkaitannya dengan Nagari 
yang menjadi basis dari pembangunan ekonomi DIM.
   - Bagaimana sistem pedidikan dan sosial-budaya yang kitakembangkan dalam 
konteks DIM itu.
   - Target-target apa yang mau kita capai dengan kitaberamal dan berbuat 
kebaikan dengan DIM itu.
 Semua initentu memerlukan percikan pemikiran dan renungan kita bersama. Kita 
memerlukan Seminar-seminardan FGD-FGD untuk membahas masing-masing itu, di 
ranah dan di rantau, menjelangatau sesudah disiapkannya Naskah Akademik itu. 
Mari kitaberbuat bagi kepentingan dan kemaslahatan kita bersama di bumi 
bertuahMinangkabau ini…! Semoga Allah melimpahkan KaruaniaNya, amin.

   

   

   

   

  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke