Sebenarnya persaingan diantara mereka inilah nantinya yang membuat mereka
terus tekun mengasah diri untuk menjadi yang terbaik, untung saja mereka
dididik oleh tokoh-tokoh yang memang matang kepribadiannya kalau tidak akan
bisa menimbulkan iri hati diantara sesama mereka yang bisa berakibat
hubungan mereka malah jadi berantakan semua.

 

“Dan nanti kalau Burhan dan Saiful pulang liburan, kalian juga bisa berlatih
bersama, jadi pasti akan ketahuan siapa yang malas berlatih dan siapa yang
rajin.”kata Bumi sambil tersenyum jahil seperti Aswin kepada anak-anak itu.
Padahal sebenarnya dia juga memperhatikan wajah Saiful, apakah anak itu
memperlihatkan reaksi penolakan ketika dia berbicara seperti itu, tapi dia
tidak melihat reaksi apapun pada wajah anak itu, ini membuat dia kuatir
karena itu dia harus memikirkan dengan cara bagaimana supaya anak itu mau
berguru dengan Basri. Belum sempat dia menemukan cara terbaik untuk
menyampaikan hal ini, anaknya sudah buka suara yang secara tidak langsung
membantu dia meyakinkan Saiful agar mau berguru dengan Basri.

 

“Uda Ipul, bagaimana menurut uda, apa nanti uda bisa mengalahkan aku setelah
berguru dengan paman Basri?”Tanya Aswin sambil tersenyum-senyum nakal.

 

Anehnya begitu Aswin yang berbicara wajah sendu Saiful langsung memberikan
reaksi, matanya yang tadinya redup menjadi bersinar.  Terlihat mulutnya
bergerak perlahan tapi suara yang keluar pelan sekali, hampir tidak
terdengar. Aswin jadi kesal dengan cara menjawab Saiful.

 

“Uda, kan aku sudah bilang uda kalau bicara yang keraslah, uda, anak
laki-laki masak bicaranya seperti anak perempuan.”protes Aswin dengan manja
pada Saiful. Entah kenapa Saiful selalu merasa Aswin itu seperti adik yang
dia tidak punya sehingga selalu berusaha untuk memenuhi semua permintaan
Aswin. Ada perasaan ingin membahagiakan dan melindungi dari dalam dirinya
terhadap Aswin, padahal dia tahu anak ini jauh lebih bisa menjaga diri
daripada dirinya. Tapi ini juga mengherankan dirinya, Aswin selalu bisa
membuat dia merasa ingin menjadi lebih baik dari dirinya sekarang seperti
ada aliran dorongan semangat dari setiap perkataan dan perbuatan Aswin
padanya.

 

Dia berusaha menjawab pertanyaan Aswin,” Uda pasti bisa mengalahkan kamu
nanti, Win, lihat saja.”kata Saiful dengan nada lebih keras dan keyakinan
yang tinggi.

 

“Jadi uda Ipul mau kan ikut dengan paman Basri untuk belajar macam-macam
ilmu pada beliau?” Tanya Aswin, sebenarnya Aswin melakukan ini karena dia
ingin Saiful pergi jauh-jauh dari orang tuanya yang jahat itu. Walaupun
Aswin baru berusia 5 tahun tapi anak itu sudah punya pikiran seperti orang
dewasa, dia tidak ingin melihat temannya disiksa seperti yang dilakukan oleh
kedua orang itu.

 

Diam-diam dalam hati dia mencatat semua perbuatan kedua orang itu di dalam
hatinya, jika dia sudah punya kemampuan dia akan membuat kedua orang itu
menyesal atas semua perbuatannya. Dia tidak sadar sebenarnya dia sudah bisa
melakukan hal itu,  karena saat dia pertama kali melihat bagaimana kedua
orang itu menyiksa Saiful, dia sudah hampir membunuh kedua orang itu kalau
saja tidak cepat gurunya datang mencegah kekuatan alam bawah sadarnya
bekerja muncul di permukaan. Aswin mempunyai kekuatan tenaga kebatinan yang
menjadi warisan keluarganya yang turun temurun, kekuatan ini akan muncul
pada yang berjodoh saja  dan secara kebetulan kekuatan ini sekarang dimiliki
oleh Aswin, tanpa yang bersangkutan mengetahuinya. Sudah lama kekuatan ini
tidak pernah muncul, hampir 200 tahun tidak ada satu juga dari silsilah
garis keturunan keluarga Aswin yang mewarisinya, baru Aswinlah kekuatan alam
ini muncul kembali, oleh karena itu Aswin harus dididik benar-benar secara
matang agar dia tidak menggunakannya secara sembarangan.

 

Saiful terdiam mendengar pertanyaan Aswin, dan ketika dia menatap mata Aswin
dia melihat mata temannya itu menatap dengan penuh harap agar dia
mengabulkan permintaannya. Kembali dia merasa seperti ada kekuatan yang
mendorong dia untuk memenuhi permintaan Aswin, dia tidak ingin mengecewakan
harapan yang dia lihat di mata temannya itu akhirnya dia memutuskan untuk
memenuhinya. Dia tahu paman yang murah senyum itu tidak akan menyakitinya
seperti kedua orang tuanya itu, sekalipun dia akan kehilangan kedua orang
tuanya karena kepergiannya ini, dia tidak merasa menyesal karena dia bisa
memenuhi harapan Aswin. Di dunia ini yang paling berharga dalam hatinya
adalah teman-temannya terutama Aswin,  selama hidupnya baru sekali ini dia
merasa berbahagia memiliki orang yang menyayanginya seperti dia menyayangi
mereka. Dia melihat teman-temannya bersedia menjadi murid teman ayah Aswin
dan semua berjanji akan kembali untuk mengalahkan Aswin, oleh karena itu dia
memutuskan untuk menerima tawaran itu dan tidak pernah mengecewakan temannya
apapun yang terjadi.

 

Dan dia sudah berjanji juga untuk bisa mengalahkan Aswin, dan dia tahu dia
harus berlatih di bawah bimbingan orang hebat baru dia bisa menandingi
Aswin, karena dia sudah melihat kemampuan Aswin untuk melakukan hal-hal yang
mustahil yang bisa dilakukan olehnya dan teman-teman lainnya. Sering dia dan
teman-teman yang lain membicarakan ingin bisa seperti Aswin, dia melihat
Burhan dan Karim serta Bastian sudah bertekat untuk bisa mengalahkan Aswin
jadi kenapa dia tidak melakukan hal yang sama. Karena selama ini dia merasa
malu dia lebih tua dari Aswin tapi selalu saja Aswin yang melindunginya
bukan sebaliknya, untuk itu dia bertekat harus bisa menlindungi Aswin suatu
saat kelak.

 

“Bagaimana uda Ipul, jadi tidak ikut paman Basri, uda bisa pulang 2 tahun
sekali seperti uda Burhan bertemu dengan kami di sini, lalu kita bisa latih
tanding siapa yang paling hebat,”Tanya Aswin mendesak karena dia takut
temannya tidak mau pergi.

 

“Baiklah Aswin, demi kamu, aku akan ikut paman Basri,”kata Saiful pelan tapi
tegas menjawab pertanyaan Aswin.

 

“Hore…. Asyik… Nanti aku akan punya lawan tanding, tidak seperti sekarang
aku bosan tidak ada teman tanding ilmuku… Terima kasih teman-teman, aku
tunggu kalian untuk menandingi aku,” kata Aswin sambil melonjak-lonjak
kegirangan.

 

Bersambung………

 


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.1/1350 - Release Date: 30/03/2008
12:32
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke