MakNgah,
kalau manuruik ambo yang perlu diperjuangkan itu sebetulnya bukan monumen
fisik, tapi pengakuan bahwa 22 Desember 1948(saat Mr. Sjafruddin
Prawiranegara mengumumkan berdirinya PDRI di perkebunan teh Halaban di kaki
Gunung Sago) sebagai Hari PDRI, karena saat itulah menjelang Subuh, Pak
Sjaf mengumumkan kabinet PDRI yang membuat Indonesia tetap diakui dunia
setelah 9 pemimpin nasional ditangkap Belanda.

Tapi orang Sumbar sendiri kelihatan hanap-hanap saja dan tak melihat arti
penting tanggal 22 Desember itu. Padahal kalau kita meminjam logika
bernegara orang Prancis, berdirinya PDRI itu ibarat Republik ke-2, dan
kembalinya kedaulatan ke tangan Bung Karno-Bung Hatta setahun kemudian di
Yogyakarta itu ibarat Republik ke-3.

Namun meskipun logika bernegara ala Prancis tak bisa digunakan secara
mutlak, arti penting PDRI sebagai "Republik ke-2" itu harusnya yang terus
menerus diperjuangkan para stakeholder Minang, karena akan sangat besar
dampaknya dalam menakar Sumbar dalam sejarah republik.

Namun sayangnya, yang kerap "diperjuangkan" sebagian tokoh dan kalangan
Sumbar justru urusan-urusan yang disebutkan Bung Hatta sebagai gincu
politik saja, bukan garam yang justru akan mengubah rasa kebangsaan kita.

Wallahu a'lam.

Wassalam,

ANB





Pada 23 Oktober 2015 17.18, Sjamsir Sjarif <[email protected]>
menulis:

>
> Karano sasudah satahun sajak kunjungan ambo ka Kototinggi tanggal 5
> Oktober 2014, ambo sangko proyek tu alah salasai. Tapi alangkah kecewanyo
> ambo danga proyek tu masih tabangkalai, indak ado ansuanyo. What a waste!
>
> -- MakNgah
> Sjamsir Sjarif
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke