Sumbar Lunasi Pembelian Flat di Mesir

Selasa, 1 April 2008 | 19:25 WIB

PADANG, SELASA - Pemerintah Daerah Sumbar telah melunasi dana pembelian flat 
(bangunan asrama) empat lantai di Kairo, Mesir seharga Rp3 miliar, dan 
selanjutnya dikelola untuk berbagai kegiatan Kesepakatan Ikatan Mahasiswa 
Minang (KIMM) di negara tersebut. 

Pembayaran tunai dilakukan pada Rabu (26/3) atas nama Pemerintah Indonesia 
melalui KBRI Kairo, sedangkan dananya bersumber dari APBD Sumbar 2008 dalam pos 
anggaran bersifat hibah, kata anggota Komisi IV Bidang Pendidikan DPRD Sumbar, 
Irdinansyah Tarmizi kepada ANTARA di Padang, Selasa.

Ia menyebutkan, dalam proses pembelian tersebut, pimpinan dan beberapa anggota 
Komisi IV dan Ketua DPRD Sumbar telah mengunjungi Kairo untuk melihat kondisi 
flat yang akan dibeli itu.

"Setelah kita lihat dan kondisinya sangat baik, baru kemudian dilakukan 
pembayaran melalui Bank Nagari yang ditransfer ke KBRI Kairo," katanya. Ia 
menambahkan, telah lunasnya pembayaran itu, cukup melegakan Komisi IV DPRD 
Sumbar, karena sebelumnya telah dibayar uang jaminan hasil patungan para 
mahasiswa Minang yang tengah berkuliah di Kairo, khususnya pada Al Azhar 
University.

Ia menyebutkan, meskipun flat itu dibayar dengan dana APBD Sumbar, namun 
kepemilikannya tercatat atas nama Pemerintah Indonesia yang disesuaikan dengan 
aturan hukum di Mesir. "Namun dalam pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada 
Pemerintah Daerah Sumbar melalui KIMM Mesir," katanya.

Ia menyatakan, pembelian tersebut hanya untuk bangunan flat, sedangkan tanahnya 
tetap milik warga Mesir. Kepemilikan bangunan itu berlaku selama 30 tahun dan 
bisa diperpanjang. Flat berlantai empat itu akan difungsikan untuk sekretariat 
KIMM Mesir, asrama mahasiswa dengan kapasitas 40 orang, ruang serba guna 
sekaligus aula dan penginapan bagi keluarga mahasiswa yang datang berkunjung 
sebanyak empat kamar.

Menurut dia, mahasiswa yang tinggal di asrama itu hanya mahasiswa baru dan 
dibatasi selama satu tahun, setelah itu harus mencari tempat rumah kontrak 
lainnya dan tempatnya diganti mahasiswa baru selanjutnya. Setiap mahasiswa baru 
akan dikenai biaya asrama, namun jumlahnya relatif lebih murah dibanding sewa 
rumah di Kairo. Setelah satu tahun  mereka diwajibkan pindah dengan biaya dari 
bea siswa diterimanya dari Pemprov Sumbar atau pihak lain.

Saat ini tercatat 300 orang mahasiswa Minang di Kairo dengan status mahasiswa 
tetap dan 100 orang mahasiswa status luar biasa, tambahnya.
Selain Sumbar, pemda provinsi lainnya di Indonesia juga telah membeli flat 
untuk mahasiswanya yang kuliah di Mesir, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, 
Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, NAD, Riau dan Sumatera Selatan. 
"Dibanding flat yang telah dibeli provinsi lain itu,  flat mahasiswa Minang 
adalah yang terbesar, terlengkap dan termoderen," kata Irdinansyah Tarmizi.



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke