Assalamu'alaikum wr.wb.

Terbukti di Kalimantan, di beberapa lahan yang sudah padam api nya, dalam
waktu 1 minggu sudah ada yang menanam bibit kelapa sawit yang berumur 1
tahun.
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/689675--habis-bakar-hutan-terbitlah-sawit-

Ini nama perusahaan-perusahaan dibalik terbakar nya hutan. Boikot saja,
jangan beli produk minyak goreng mereka.
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=18284&type=10#.Vi3jkLfhDIU


Salam

Reza

2015-10-24 15:08 GMT+07:00 Syafruddin Syaiyar <[email protected]>:

> Surat terbuka kepada Presiden Jokowi
>
> BY Nomy Nozwir
>
> Nomy Nozwir merupakan seorang bekas wartawan yang kini menjadi penulis
> novel alternatif dengan nama Nami Cob Nobbler. Beliau berkicau di
> @comradenami.
>
> Published: 24 October 2015
>
> Ke hadapan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau nama glamornya
> Jokowi. Saya ingin memberitahu kepada anda jerebu kali ini terlalu teruk
> dan ramai yang mengalami kesakitan di saluran pernafasan, pada paru-paru
> dan ramai yang sakit hati.
>
> Jerebu kali ini disebabkan kebakaran besar yang gagal dikawal di wilayah
> negara anda di Sumatera dan Kalimantan.
>
> Sering kali apabila jerebu yang sudah banyak kali berlaku di Asia Tenggara
> ini, negara anda menyalahkan para cukong di negara ini dan Singapura kerana
> syarikat ini yang membuka ladang dan membakar hutan di negara anda sehingga
> menjadi jerebu sebegini.
>
> Wakil presiden (timbalan presiden) anda Jusof Kalla juga berkata, selama
> ini negara anda memberi oksigen, apa salahnya jerebu dalam masa singkat ini.
>
> Singkat sungguh akal pemikiran wakil presiden anda.
>
> Hari ini saya menulis surat ini melangkaui sempadan negara, melangkaui
> nasionalisme dan melangkaui segala permasalahan politik.
>
> Hari ini saya menulis sebagai seorang yang daripada spesis Homo Sapiens,
> sebagai seorang manusia.
>
> Kanak-kanak, sama ada dari Malaysia, Singapura atau Indonesia menderita
> kerana sakit jerebu ini.
>
> Orang tua, orang yang mengalami sakit lelah juga begitu.
>
> Kalian kata yang melakukan pembakaran terbuka ini adalah syarikat dari
> negara kami, maka hukum saja mereka.
>
> Jika saya, warga Malaysia, melanggar peraturan di Indonesia maka saya
> wajib dihukum, bukan?
>
> Jadi, kenapa tidak dihukum saja cukong-cukong, tauke-tauke kapitalis ini?
>
> Sebab dia cukong? Sebab dia tauke? Sebab mungkin pelaburan dia di negara
> anda jauh lebih penting daripada jutaan rakyat yang menderita akibat jerebu
> ini?
>
> Kalau begitulah, baik tuan, atau perdana menteri di negara ini, yang tidak
> pernah ambil tahu tentang penderitaan rakyat, bersama-sama cukong, tauke
> dan pemodal kapitalis yang kalian cintai, keluar dari planet ini, kerana
> bumi tidak perlukan orang seperti kalian.
>
> Bumi ini hancur dan rosak kerana sifat tamak para pemodal ini, dan kalian
> selaku ketua negara, tidak ambil peduli dan kisah tentang kami.
>
> Setiap kali pemilu kami ditipu, setiap kali bencana kami yang sengsara. –
> 24 Oktober, 2015.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke