17 April 1958. Operasi 17 Agustus Dalam usaha untuk menghancurkan pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik/PRRI di Sumatera Barat, pada 30 Maret 1958 KSAD Mayjen A.H. Nasution yang waktu itu menjabat sebagai Penguasa Perang Pusat membentuk Komando Operasi 17 Agustus. Setelah pemerintah gagal mengupayakan Musyawarah Nasional dalam rangka menyelesaikan permasalahan ini, maka tanggal 17 April 1958 jam 04.30 adalah merupakan hari H Operasi 17 Agustus. Dalam operasi tersebut pasukan TNI berhasil menduduki kota-kota yang menjadi basis pemberontakan disekitar Padang. Pada tanggal 28 Mei 1961, Letkol Achmad Husen beserta stafnya menyerahkan diri kepada RTP III di Solok dan pada akhirnya pada tanggal 29 Juni 1961 secara resmi Achmad Husen beserta pasukannya menyerah sehingga berakhirlah persoalan di Sumatera Barat (Padang).
17 April 1958. Pendaratan APRI di Padang (17 April 1958) Sekelompok golongan politik telah berhasil memperalat beberapa tokoh militer tertentu di daerah-daerah untuk ingkar pada Sapta Marga dan Pancasila. Mereka membentuk dewan-dewan di daerah untuk memperjuangkan tuntutan-tuntutan terhadap Pemerintah Pusat. Dalam suatu reuni yang diadakan oleh beberapa anggota angkatan darat yang selama Perang Kemerdekaan tergabung dalam Divisi Banteng di Padang pada bulan Nopember 1956, dibentuk dewan-dewan. Dewan itu terdiri dari Dewan Gajah di bawah pimpinan Kolonel Simbolon di Medan, Dewan Banteng di bawah pimpinan Letkol Achmad Husein di Padang, Dewan Garuda di Sumatera Selatan di bawah pimpinan Letkol Barlian dan Dewan Manguni di bawah pimpinan Letkol Ventje Sumual di Menado. Pada tanggal 15 Pebruari 1958 pimpinan Dewan Banteng Letkol A. Husein memproklamasikan berdirinya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang memberontak terhadap pemerintah Pusat. PRRI dipimpin oleh Syafrudin Prawiranegara.28 April 28 April 1958. Komando Operasi 17 Agustus dilebur menjadi Komando Daerah Militer 17 Agustus (Kodam 17 Agustus) Setelah pasukan TNI berhasil merebut daerah Solok, Padang, Bukit Tinggi dari anggota PRRI, maka pada 28 April 1958 berdasarkan keputusan Kasad No. KPTS-265/4/59 tanggal 15 April 1959, Komando Operasi 17 Agustus dilebur menjadi Komando Daerah Militer 17 Agustus. Pergantian ini terjadi pada masa Komandan Operasi 17 Agustus ( Dan Opec) yang kedua Letkol Suryo Sumpeno yang menjadi Komandan Kodam 17 Agustus ( Dan Demog ) yang pertama. Setelah dua tahun Kodam 17 agustus melancarkan operasi penumpasan sisa-sisa PRRI, maka pada awal bulan Oktober 1961, seluruh pimpinan dan kekuatan PRRI menyerahkan diri dengan mendapatkan Amnesti dari pemerintah. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
