Balada Simpang Malalak
2/27/11Nofendri T. Lare
Rusli Marzuki Saria

 

mendaki jalan ke simpang malalak

awan berarak di kaki singgalang

rumahmerah disimpang balingka

korogadang lurus jalannya

jalan berkelok-kelok ke paritpanjang

sungailindia di lembah-lembah

sembun di ketiak-ketiak batangtebu

“kita dalam perang,” katanya

“ya, ya…. kita dalam perang saudara,” ganasnya

oi, adik sirambun gadiang

dalam nagari di ampek koto

manurun jalan ka sungai tanang

mesin listrik menggebu-gebu

duo roket bazooka meliuk-liuk menghantam

listrik padam di bukittinggi

teringat adik nan seorang,

entah pabila akan ketemu,

perang saudara sangat ganasnya,

rindu merimbun daun lada.”

angin bersiul di lembah-lembah

kampung pisang dan sianok di tebingnya

bukit kepanasan di puncak-puncak

jenjangbetung menuju ngarai

ahai, di simpang malalak kami bertahan

dingin malam subuh menggigil

puncak-puncak bukit bagai gergajai

leter “w” maninjau di bawahnya

bazooka, bazooka kaku menyalaklah!

ada tank waja di kelok itu

bidik!

operasi semut: tentara soekarno membebaskan matur

lawang kemudian maninjau

danau birunya airmu

tengah hari beriak

kami sedang perang gerilya

inyiak junus ditembak tentara soekarno

di simpang malalak

kami bergerak di jalanan setapak

salam, adiak: kita dalam perang saudara

 

14/1/2011, pk 06.30 pagi

 

Koran Padang Ekspres, 27 Februari 2011

Sign in to reply
2/28/11Buya H Mas'oed Abidin
Balada Simpang Malalak untuk Papi .. 
Napak Tilas PRRI 
Simpang Malalak Simpang Balingka kini, 
dinaungi rumpun tebu melilit lereng rapi, 
di sana berkumpul kompi mawar melati, 
mahasiswa dan pelajar saling menyatu diri dan bila teringat lagi, 
tak terasa jauh jarak lurah dalam dan bukit nan tinggi, 
juga untuk Rusli Marzuki Saria yang kini dipanggil papi ... 

tapi telah terjadi di tepi sungai kecil, 
di selingkar lilitan sikabu nan mungil, 
terkurung Munthe dan Syahril ketika regunya terkucil, 
disela sela cadas air mengalir menjadikan jari jari menggigil, 
walau diatas tebing panser menderu memecah kandil, 
di bukit kepanasan teman bersorak cemas memanggil manggil, 
hanya tentara pusat yang menyahuti dengan muntahan peluru bedil ... 
Itulah Simpang Malalak dengan bukit bukit indah mungil 

Padang, 1 Maret 2011... 
Wassalam 


On Feb 27, 8:39 pm, "Nofendri T. Lare" <[email protected]> wrote: 
> Rusli Marzuki Saria 
> 
> mendaki jalan ke simpang malalak 
> 
> awan berarak di kaki singgalang 
> 
> rumahmerah disimpang balingka 
> 
> korogadang lurus jalannya 
> 
> jalan berkelok-kelok ke paritpanjang 
> 
> sungailindia di lembah-lembah 
> 
> sembun di ketiak-ketiak batangtebu 
> 
> "kita dalam perang," katanya 
> 
> "ya, ya.. kita dalam perang saudara," ganasnya 
- show quoted text -
Sign in to reply
2/28/11sjamsir_sjarif
SETENGAH ABAD KEMUDIAN ...
Penghujung Januari 2011 barusan lewat
Ketika kuedari Gunung Singgalang dan Tandikat
Berlawanan arah jarum jam dari Ampat Angkat

Lepas Kototuo, kuarahkan pandanganku
Kiri kanan ke depan menuju
Tanpa disadari anak cucu
Membayangkan Kenangan ke Masa Lalu

Ya, ya Operasi Semut di masa itu
Sekitar akhir Austus sembilanbelas limadelapan
Tujuan perjalananku terganggu
Ketika dari Utara kutersendat di Tantaman

Kini terjarak waktu setengah abad
Kulingkari Gunung Singgalang dan Tandikat
Menuju Malalak belum pernah kulihat
Tahun lalu ikut dihantam gempa dahsyat

Merenung di pinggir kampung Malalak Barat
Geografi Tantaman Simpang Malalak kuingat-ingat
Balingka Lawang jalan yang sendat
Pandanganku lepas ke Pantai Barat
Seperti di Tantaman dahulu di Masa Darurat

Polapikirku saling berkisar di dua topik
Kuah Darah Perang Saudara dianggap heroik
Gempa Piaman seketika membuat panik
Kenangan mssa ku berbolak balik
Bertema Sejarah Kampung Halaman nan unik

Di Pinggir Kampung Malalak Barat
Terbayang di angan di bawah bukit
Walaupun mataku tidak melihat
Tanjung Sani dihempas gempa penuh jerit

Jauh pandangan ku di Sebelah Barat
Terbayang di ufuk episenter yang kuat
Pusat Gempa menghantam Sumatera Barat
Ditahan di Timur oleh Tandikat

Kuarahkan perjalanan ke Selatan
Melalui nagari-nagari di Patamauan
Mengobservasi daerah nan jadi korban
Hoyakan gempa tidak tertahan.

Rusli Marzuki dan Buya Mas'oed
Syair Sejarahmu taut bertahut
Setengah abad telah berlarut
Airmata, Darah, dan Doa sangkut-berpaut
Bahagia dan duka taut-bertaut ...

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
Santa Cruz, California 28 Februari 2011
Kembali Jauh di Seberang Laut


--- In [email protected], "Buya H Mas'oed Abidin" <masoedabidin@...> 
wrote:
>
> Balada Simpang Malalak untuk Papi ..
> Napak Tilas PRRI
> Simpang Malalak Simpang Balingka kini,
> dinaungi rumpun tebu melilit lereng rapi,
> di sana berkumpul kompi mawar melati,
> mahasiswa dan pelajar saling menyatu diri dan bila teringat lagi,
> tak terasa jauh jarak lurah dalam dan bukit nan tinggi,
> juga untuk Rusli Marzuki Saria yang kini dipanggil papi ...
> 
> tapi telah terjadi di tepi sungai kecil,
> di selingkar lilitan sikabu nan mungil,
> terkurung Munthe dan Syahril ketika regunya terkucil,
> disela sela cadas air mengalir menjadikan jari jari menggigil,
> walau diatas tebing panser menderu memecah kandil,
> di bukit kepanasan teman bersorak cemas memanggil manggil,
> hanya tentara pusat yang menyahuti dengan muntahan peluru bedil ...
> Itulah Simpang Malalak dengan bukit bukit indah mungil
> 
> Padang, 1 Maret 2011...
> Wassalam
> 
> 
- show quoted text -
> --


Sign in to reply
2/28/11HANIFAH UNP
Buya, Mak Ngah  dan dunsanak sapalanta Yth

Apa kata iffah ...

Tulisan Buya dan Mak Ngah pasti hebat .... karena itu fakta

Sambuang taruih  Buya dan Mak Ngah sampai basuo jo kuburan di Pasaman

Wass


Hanifah 

- show quoted text -

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke