Wartawan : Elfi Mahyuni - Padang Ekspres
Editor : Riyon
20 December 2015 11:54 WIB

Promosi Wisata Mandeh yang semakin Mendunia

Hari ini, Minggu (20/12) iven sepeda gunung Tour de Mandeh (TdM) yang
diikuti ratusan peserta digelar dengan start di TPI Carocok Tarusan dan
finish di Sei Nyalo, Kabupaten Pesisir Selatan.

Kegiatan yang digagas pegiat dan praktisi pariwisata bersama Pemkab Pessel
dan masyarakat ini dimeriahkan festival seni dan budaya, kuliner, dan
kerajinan khas masyarakat Mandeh. Seperti apa?

Sekitar 500 peserta dari kalangan perorangan, keluarga dan komunitas dari
dalam dan luar Provinsi Sumbar ambil bagian dalam ajang sepeda gunung Tour
de Mandeh (TdM) yang digelar di Sei Nyalo, Tarusan, Kabupaten Pesisir
Selatan.

Iven yang berawal dari obrolan para pegiat wisata dari berbagai kalangan di
grup WA On de Mandeh ini, melibatkan masyarakat termasuk para pemuda dari 8
nagari di kawasan Mandeh.

Yakni Kenagarian Kampung Pansur, Pulau Karam, Setara Nanggalo, Anau
Cerocok, Ampang Pulai, Sei Nyalo Mudik Air, Mandeh, dan Sei Pinang.

Sabtu (19/12), pegiat wisata yang awalnya mempopulerkan Mandeh lewat Joy
Sailing Mandeh tahun lalu Andrinof A Chaniago, tokoh Minang Fahmi Idris dan
Pj Bupati Alwis bersama masyarakat Kenagarian Sei Nyalo berkumpul di Balai
Pemuda yang dibangun untuk menyambut wisatawan.

“Kegiatan ini mengangkat tema bersepeda di kawasan Mandeh yang kondisi
jalannya penuh dengan tantangan, namun memiliki daya tarik atau pesona
keindahan alam yang luar biasa,” kata Ketua Pelaksana TdM, Iqbal Rama
Dipayana kepada Padang Ekspres, kemarin (19/12).

Para peserta akan menempuh jarak sekitar 26 km mulai dari Carocok Tarusan
hingga ke Sei Nyalo Mudik Air Tarusan. Segala persiapan teknis sudah
dilakukan panitia agar iven yang diwarnai door prize ini berlangsung sukses.

Apalagi kegiatan ini memiliki tujuan yakni promosi wisata Mandeh yang telah
mulai dikenal para wisatawan dalam dan luar negeri. Bahkan pada Oktober
lalu Presiden, para Duta Besar (Dubes) dan sejumlah Menteri telah pula
mengunjungi serta takjub pada potensi daerah ini.

“Lewat iven ini diharapkan kawasan Mandeh semakin dikenal dan dikunjungi
banyak wisatawan,” harapnya. Salah seorang inisiator TdM, Andrinof Chaniago
mengungkapkan rasa salutnya atas kerja keras para panitia siang dan malam
menyiapkan iven TdM ini.

Iven ini muncul dan digerakkan spontan oleh orang-orang yang menginginkan
wisata Sumbar, terutama Mandeh menjadi maju dan berkembang serta berdampak
besar bagi masyarakat.

Gerakan tersebut mendapat sambutan sangat baik dari Pemkab Pessel dan
masyarakat di kawasan Mandeh.

“Dengan gerakan ‘Basamo Mangko Manjadi’ tersebut, iven ini bisa
terealisasi. Saya belum pernah menemukan gerakan yang penuh inisiatif yang
spontanitas dari para pegiat pariwisata seperti ini. Saya melihat inilah
keistimewaan dari Tour de Mandeh dan Festival Mandeh,” ujar mantan Menteri
PPN/Kepala Bappenas ini dalam kegiatan yang juga dihadiri Pemred Padang
Ekspres Nashrian Bahzein ini.

Pegiat pariwisata Sumbar yang juga inisiator iven ini, Zuhrizul dan Ridwan
Tulus mengatakan, kegiatan ini juga bagian dari kelanjutan pemberdayaan
yang telah mereka lakukan terhadap masyarakat di kawasan wisata bahari
Mandeh.

Pada pemberdayaan itu terbentuk kelompok- kelompok masyarakat sadar wisata
sesuai bidangnya. Seperti  seni, kuliner dan kerajinan.

“Sebelum infrastruktur seperti jalan di kawasan ini yang dijanjikan
Presiden Jokowi dalam dua tahun ini selesai, maka masyarakatnya kita
siapkan dulu agar mereka siap menyambut wisatawan yang bakal membanjiri
Mandeh. Selain di nagari-nagari, kita bersama Kementerian Pariwisata juga
beri mereka studi banding ke Bali, belajar menyiapkan kuliner secara
profesional bersama chef dan berkunjung ke ISI Padangpanjang untuk
memperkuat penampilan seni dan budaya lokal,” jelas pengelola Lawang
Adventure Park dan Owner Ikarsa Tour ini.

Zuhrizul menambahkan, dengan adanya iven TdM ini diharapkan para peserta
yang juga banyak membawa keluarga mereka bisa berlayar ke pulau-pulau yang
ada di Mandeh dengan kapal para nelayan lokal, menikmati kuliner khas dan
menginap di homestay masyarakat serta berbelanja souvenir.

Dengan begitu, masyarakat merasakan dampak langsung geliat wisata di
Mandeh. Untuk Festival Mandeh, panitia dan Pemkab Pessel melibatkan ICA
(Indonesia Chef Asosiasi) DPD Sumbar, kesenian oleh Sanggar Seni UNP dan
kerajinan tangan dari ISI Padangpanjang.

Pegiat pariwisata lainnya, Nofrins Napilus mengungkapkan seiring
perkembangan pariwisata, pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana. Namun,
proses pemberdayaan kepada masyarakat sering dikesampingan oleh pemda.

Akibatnya ketika pariwisata itu telah berkembang, tapi masyarakat banyak
yang belum siap dan terkadang hanya menjadi penonton di daerah mereka
sendiri.

Memiriskan lagi, di sejumlah daerah di Sumbar banyak keluhan lewat berbagai
media sosial, seperti adanya pemalakan dan pungutan liar.

”Karena kawasan Mandeh masih mulai berkembang, maka Pak Andrinof berharap
Mandeh bisa menjadi percontohan ke depan bagi daerah lainnya dalam
mengembangkan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat, dan terbebas
dari premanisme,” ujarnya.

Ditambahkannya yang sangat berperan penting dalam proses pemberdayaan
masyarakat ini adalah para pegiat pariwisata.

Mereka banyak bekerja sosial bahu-membahu bersama dengan Pemkab Pessel dan
pemerintah pusat dengan pola yang tepat untuk memajukan Mandeh sebagai
destinasi wisata yang aman dan nyaman.

Pj Bupati Pessel Alwis mengapresiasi kegiatan Tour de Mandeh digelar,
karena secara langsung akan berdampak pada meningkatnya wisatawan ke Pessel.

Rasa terima kasih dan salutnya juga disampaikan kepada para pegiat wisata
yang menginisiasi kegiatan ini bersinergi dengan masyarakat dan SKPD
terkait di Pemkab Pessel. Seperti Bappeda, Dinas Pariwisata, Camat Tarusan
dan Dinas Pekerjaan Umum serta pemerintahan nagari.

“Dengan meningkatnya kunjungan wisata ke Mandeh, maka promosi wisata akan
semakin maksimal bisa dilaksanakan,” katanya.

Menurutnya, potensi yang dimiliki oleh Mandeh telah menjadi buah bibir
hingga mancanegara. Berbagai pembangunan sarana dan prasarana digiatkan di
kawasan ini, baik oleh pemkab maupun pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan seperti ini. Sebab kegiatan ini
telah membantu pemerintah mempromosikan,” ujarnya.

Alwis menambahkan, dalam pengembangan kepariwisataan menitikberatkan pada
keahlihan, fasilitas dan sarana pendukung serta memfasilitasi usaha
kepariwisataan sebagai komponen terpenting. Jika tiga aspek tersebut
berjalan, tinggal bagaimana kapasitas masyarakatnya sebagai motor utama.

Bentuk Koperasi Bersama

Peran masyarakat menjadi sangat penting artinya sebagai ujung tombak
pengembangan desa wisata. Meski didukung potensi serta fasilitas pendukung
memadai, tanpa didukung kemampuan masyarakatnya, belum tentu objek wisata
akan berkembang.

Artinya ketika sebuah daerah sudah diproklamirkan sebagai destinasi wisata.
Masyarakat harus memberikan dukungan sepenuhnya.

Seiring berkembangnya kawasan Mandeh sebagai kawasan wisata andalan, para
pegiat pariwisata juga membentuk koperasi bersama guna mengerakan ekonomi
lokal Mandeh secara terarah.

Hebatnya, koperasi ini terbentuk dalam grup WA On de Mandeh dalam waktu
sehari dengan anggota 100 orang dengan dana awal sekitar Rp 100
juta. Koperasi ini bisa dikatakan sebagai penyeimbang kegiatan ekonomi yang
digerakkan semangat individualisme maupun semangat korporasi.

“Ini cikal bakal lahirnya koperasi-koperasi di nagari-nagari yang ada di
Mandeh untuk menggairahkan perekonomian masyarakat dengan semangat
gotong-royong,” kata Andrinof Chaniago.

Andrinof mengungkapkan, keanggotaan koperasi bersifat terbuka bagi siapa
saja yang mampu memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota. Namun pendirian
koperasi akan tetap mengacu pada ketentuan undang-undang dan hasil
musyawarah.

Dijelaskannya rencananya koperasi ini akan memiliki beberapa usaha, di
antaranya restoran, homestay, eco park, wahana olahraga dan rekreasi air,
alat tranportasi wisata, toko suvenir dan diving center.

Bangun Homestay

Sementara itu, sejalan dengan gerakan ini, Forum Minang Maimbau juga akan
ikut berperan dalam pengembangan kawasan ini. Peranan yang ditampilkannya
dengan menanamkan investasi dan menjalin kerja sama dengan masyarakat
mengubah rumah warga menjadi homestay yang nyaman.

Tokoh Minang Fahmi Idris didampingi Ketua Forum Minang Maimbau Firdaus HB
mengungkapkan dalam pengembangan pariwisata semua lini dan elemen
masyarakat harus bisa berperan. Pemerintah tidak akan bisa mampu
mengembangkan kawasan Mandeh sendiri.

Menurut Fahmi Idris, Forum Minang Maimbau bekerja sama dengan masyarakat,
menanamkan modal mereka dengan membangun rumah warga menjadi homestay.

Setiap investornya menanamkan modalnya per unit rumah Rp 20 juta. Hasil
dari homestay tersebut sebagian untuk pemilik rumah dan sebagian mengganti
dana pinjaman investor dan dilanjutkan kepada rumah warga lainnya secara
bergulir.

“Alangkah lebih baiknya jika semakin banyak investor yang menanamkan
modalnya sehingga semakin banyak permukiman warga yang bisa disulap menjadi
homestay dan tentunya ekonomi masyarakat akan semakin meningkat,” ujarnya.
(*)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke