KEPARIWISATAAN SUMBAR Dikeluhkan, Maraknya Aksi Premanisme di Lokasi Wisata
Jam Gadang, salah satu objek wisata unggulan di Sumbar yang minim fasilitas umum sehingga kerap dikeluhkan wisatawan. (SK/Ami Herman) Selasa, 1 April 2008 Sumatera Barat, dibawah kepemimpinan Gubernur Gamawan Fauzi telah bertekad menjadi daerah paling sukses di Sumatera menghasilkan devisa dari sektor kepariwiasataan. Untuk itu, sebagai Ketua asosiasi daerah wisata, Gamawan juga gencar memberikan kiat-kiat memperindah kawasan wisata sekaligus mempromosikannya ke berbagai pasar wisata di dalam dan luar negeri. Hasilnya, satu persatu daerah wisata di Sumbar memetik hasilnya. Pemko Padang misalnya, tahun ini menargetkan 1.423.824 arus kunjungan wisatawan lokasi wiasata alam, pantai, seni dan budaya. Target itu dikemukakan karena Kota Padang tahun ini berhasil meraup banyak penghasilan dari sektor wisata untuk kas Pendapatan Asli Daerah. "Kita optimistis mampu memenuhi target kunjungan tahun ini karena Padang sudah memiliki agenda wisata tetap, Dragon Boat atau lomba perahu naga tingkat internasional, yang sudah direkomendasi Departeman Kebudayaan dan Pariwisata," kata Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Padang, Didi Aryadi kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Pencapaian target kunjungan tersebut, makin nyata terkait akan digelarnya Maret 2008 "Sumatera Internasional Travel Fair", yang diikuti tour operator dari 18 negara. Selain itu didukung ketersediaan dua unit hotel berbintang IV, dan tiga unit hotel bintang III, serta puluhan hotel melati, yang menjadikan Padang sangat diminati untuk penyelenggaraan seminar nasional maupun internasional. "Kita terus memotivasi masyarakat di sekitar kawasan objek wisata agar berprilaku wisata yang baik, terkait sektor ini cukup potensial dikembangkan, apalagi di tengah situasi keamanan yang makin kondusif," katanya. Kota Padang memang cukup potensial dikunjungi wisatawan larena daerah ini memiliki obyek wisata terkenal diantaranya objek wisata legenda Batu Malinkundang di Bukit Air Manis, Teluk Bayur Padang. Selain itu jembatan Siti Nurbaya, objek Gunung Padang, beberapa bangunan tua, yang berfungsi sebagai cagar budaya, misalnya bangunan Pengadilan Oditur Militer, bangunan tua di beberapa kawasan Palinggam, Pondok, Batang Arau. "Bangunan tua yang berdiri dengan kokoh itu mempunyai nilai sejarah penting dan nilai jual yang dapat diandalkan," katanya seraya menambahkan target kunjungan wisatawan 2008 sebanyak 1.423.824 itu terdiri atas wisatawan asing 25.888 orang dan domestik 1.397.936 orang. Wisman yang kerap berkunjung ke Sumbar umumnya datang dari Malaysia. Mereka ke Sumbar untuk kunjungan keluarga terkait anak-anak mereka mengikuti pendidikan kedokteran Unand. Selain itu kunjungan wisatawan asal Singapura, Australia dan Eropa, lebih banyak memanfaatkan Padang sebagai tempat beristirahat, dan berselancar di Kepulauan Mentawai. Sayang sekali, kemashuran nama Sumbar sebagai lokasi wisata menarik di kalangan pelancong mulai tercemar. Maraknya aksi premanisme di lokasi wisata serta minimnya fasilitas toilet di lokasi-lokasi wisata menjadi keluhan banyak wisatawan domestik dan wisman. Aksi premanisme yang banyak dikeluhkan saat ini terjadi antara lain di lokas0-lokasi wisata unggulan Sumbar, sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung yang ingin menikmati objek wisata alam di daerah itu. "Aksi premanisme di objek wisata di Sumbar sungguh memprihatinkan. Kondisi itu tak bisa dibiarkan karena bisa merusak citra pariwisata yang kini sedang dibangun Sumbar," kata Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi seperti dikutip Antara di Padang, pekan lalu. Padahal, kata Gamawan lagi, Sumbar kini sedang giat-giatnya membangun imej pariwisata di daerah. Sumbar juga mengalokasikan dana promosi yang cukup besar di daerah wisata."Dan semua itu kami lakukan agar keinginan Sumbar menjadi daerah yang sukses hidup dari sektor wisata akan terwujud," ujar Gamawan lagi. "Karena itu, kini kami sedang merumuskan upaya pemberantasan aksi premanisme di lokasi wisata Sumbar. Aksi premanisme harus hilang disel;uruh Sumbar," tegas Gubernur Sumbar itu. Gamawan menyebutkan, dalam rangka pembasmian aski premanisme itu, pihaknya sudah menganjurkan kepada para kepala daerah di Kabupaten dan Kota Se Sumbar untuk menempatkan sejumlah polisi pariwisata serta sering mengadakan penyuluhan kepada masyarakat untuk bersikap ramah dan melayani para wisatawan yang datang. Selain itu, para pengamen dan peminta-minta juga jangan seenaknya mengganggu para wisatawan yang datang. Menanggapi keluhan minimnya toilet di lokasi wisata, Gamawan Fauzi mengatakan dalam waktu dekat akan membangun sejumlah WC Umum di lokasi wisata. Kardi (45) salah seorang wisayawan asal Pekanbaru, pekan lalu menulis keluhannya di sebnuah rubrik surat pembaca harian lokal Padang. Kardi menyarankan agar bangunan WC umum dan air bersih di lingkungan obyek wisata Pantai Padang perlu segera dibangun. "Saya sudah sering berkunjung ke Pantai Air Manis Padang, tapi tidak melihat WC Umum yang diperlukan pengunjung. Akibatnya, pengunjung yang mendadak ingin ke kamar kecil selalu kerepotan," ujar Kardi. Ternyata keluhan serupa Kardi juga diungkapkan banyak pengunjung lain yang menginformasikan hampir semua lokasi woisdata di Sumbar tidak dilengkapi toilet yang memadai dan bersih. "Karena itu, saatnya kini Pemprop Sumbar mengarahkan pembenahan lokasi wisata agar dilengkapi dengan fasilitas umum yang bersih," ujar Sahran Dato Berhaman dari Penang, Malaysia. Sahran Dato Berhaman juga mengatakan kawasan wisata pantai di Kota Padang kini sudah bisa dibanggakan karena dilengkapi fasilitas hotel dan penginapan serta tempat jualan suvenit. "Tapi itu tadi, WC yang bersih tak tampak. Aksi premanisme juga perlu segera dihilangkan," ujarnya sambil tersenyum. Gubernur Gamawan Fauzi berjanji akan memperbaiki semua keluhan wisatawan itu. "Insya Allah, aksi premanisme di lokasi wisata dan keterbnatasan toilet akan segera kami atasi," tegas Gamawan Fauzi. (Ami Herman) Copy Right ©2000 Suara Karya Online Powered by <http://www.hanoman-i.com/> Hanoman-i --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
