Karano indak bisa dibuka webnyo tapaso pulo dicopas: Padang Pariaman <http://minangkabaunews.com/kategori-67-padang-pariaman.html>Orgen Mesum Sambil Saweran Semakin Marak di PadangpariamanSenin, 07 September 2015 - 03:54:34 WIB - 18040
[image: Orgen Mesum Sambil Saweran Semakin Marak di Padangpariaman] Padangpariaman, Minangkabaunews - Aksi pornoaksi yang berkedok pertunjukan musik orgen tunggal semakin meresahkan masyarakat Padangpariaman. Aktifitas mesum yang dipadu dengan pakaian biduan yang tidak senonoh tersebut menjadi polemik di Padangpariaman. Tontonan yang tidak sesuai dengan norma masyarakat Minangkabau tersebut sangat merusak moral dan ditentang banyak orang. salah satu yang menentang praktek mesum tersebut adalah Organisasi Pekerja Seni (OPSI) Padangpariaman. Menurut OPSI, aktifitas orgen tunggal yang diselipi goyang sawer ini sungguh tidak dapat ditoleransi lagi. Ketua OPSI Padangpariaman Roni menyebutkan, praktek mesum ini terus berlanjut karena adanya pembiaran dari pemilik usaha orgen tunggal serta pembiaran biduan mempertontonkan auratnya dan menerima saweran yang memicu perbuatan cabul. "Kalau usaha orgen tunggalnya ingin banyak order dan carteran, maka mereka menyediakan biduan-biduan untuk saweran dan melakukan pornoaksi dan pornografi," kata Roni. Lebih parah lagi, katanya, kini sebagian artis penyanyi yang dulunya baik-baik dalam bernyanyi, ikut terseret arus. "Semua karena faktor ekonomi. Kami berusaha bertahan, tapi konsekwensinya kami kekurangan job. Bagi yang tak kuat iman, karena himpitan ekonomi yang kian berat, akhirnya ikut-ikutan," katanya. OPSI mendesak, perbuatan pornoaksi demikian tak lagi dikerjakan. Hal itu juga membuat jelek nama pelaku seni. Namun, permintaan OPSI malah ditanggapi sinis. Malah, pengurus OPSI yang menaungi pekerja seni di Piaman, mendapat teror dari orang tak dikenal. "Soal ancaman sudah sering. Tapi, kami akan terus menyuarakan agar pertunjukan orgen sopan. Kami tidak akan gentar demi mengembalikan marwah musik sebagai hiburan yang tidak mengangkangi nilai moral," ungkap Roni. Ancaman kerap bermula dari himbauan baik-baik yang disampaikan OPSI melalui media sosial. "Kami hanya 8 kelompok orgen. Sementara, total pelaku bisnis orgen di Padangpariaman lebih dari 200," sebut Roni. OPSI, katanya, awalnya didirikan sebagai wadah silaturahmi dan sosial untuk merekat hubungan antara pengusaha dan artis orgen. Menyikapi fenomena orgen mesum, OPSI membuat garis tegas agar anggotanya tidak melakukan praktek orgen mesum. Tidak sedikit anggota yang dulunya bersedia memenuhi tuntutan organisasi, akhirnya keluar, karena tekanan ekonomi. Ketua OPSI Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan, organisasinya telah melakukan MoU dengan Polres Padangpariaman tentang menolak penampilkan artis orgen tunggal yang melakukan aksi pornoaksi dan pornografi. "Kita membentuk organisasi ini, karena tindakan artis yang melakukan aksi porno aksi telah kelewatan batas. Kita dalam organisasi ini sangat menentangnya. Makanya, kita melakukan MoU dengan pihak kepolisian dan Pemkab Padangpariaman," tuturnya. Kemudian Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni telah mengimbau agar setiap nagari menerbitkan aturan yang melarang praktek orgen mesum. Ia beralasan, karenal lokasi penyelanggaraan acara lebih dekat dengan domisili aparat pemerintahan nagari. Sehingga pencegahan yang lebih cepat, hanya bisa dilakukan aparat nagari. Sementara, sejauh ini, Polres Padangpariaman baru bertindak dengan mengumpulkan para pengusaha orgen. "Mereka sama sekali melakukan pembiaran terhadap praktek orgen mesum, sehingga penyedia jasa sawer tetap leluasa beraksi," tandasnya mengakhiri. (psm) On Sunday, January 10, 2016 at 10:04:15 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: > > Dari MinangkabauNews tampak lo headline: > > > http://minangkabaunews.com/artikel-6378-orgen-mesum-sambil-saweran-semakin-marak-di-padang > > > On Sunday, January 10, 2016 at 8:48:27 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: >> >> >> >> 😷😷 >> Sangkak Ayam dapek digunokan untuak panunja-nunja ikua panari orgen >> tunggal nan tapinggeng-ponggeng ... 😜😝🤑😷🙀 >> >> ~~ Via iPhone, Sjamsir Sjarif, Santa Cruz, CA, USA >> > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
