Tiran mungkin beda dengan manusia yang berbudaya lainnya. Meskipun intelek/cendekia, tiran bautak ka ampu-kaki.
Selagi tak ada protes,tiran akan jalan terus. Namun protes hanya menyebabkab tiran tagun puyuah sabanta, aman/nyaman, melenggang lagi. Yang sangat mengkawatirkan, tiran ini dipakai payung oleh koruptor, ditambah lagi masyarakat /LSM sudah mulai dihantui dengan aroma pembungkeman. KPK baru dengan budaya barunya, kita belum tahu, bagaimana gaya baru itu diterapkan kepada koruptor. Tiran yang mencekam by sytem memang sulit dihadapi dengan dialog biasa. Sibanyak mungkin menunggu kedatangan tokoh seperti Amin Rais dkk ala 98 bukan 2016. Bagi kita rakyat badarai selamatkan periuk, kalau lupa nanti taniayo. Wass, Maturidi -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
