Padang Gerhana Matahari 95,4 Persen 
Dari Harian Hauan kita baca:
 
Jumat,19 Februari 2016 - 03:58:34 WIB
[image: Padang Gerhana Matahari 95,4 Persen] 

Terhitung 19 hari lagi dari hari ini, atau 9 Maret 2016 akan terjadi 
fenomena alam yang luar biasa. Peristiwa tersebut Gerhana Matahari Total 
(GMT) dan Gerhana Matahari Sebagian (GMS). Jangan coba-coba melihat 
matahari secara langsung saat gerhana, karena bisa mengakibatkan kebutaan.

*PADANG, HALUAN — *Gerhana Matahari Total (GMT) yang dulu terjadi di 
Indonesia 11 Juni 1983 akan kembali berulang. Momen­tumnya 9 Maret 2016, 
pagi. Peristi­wa alam ini akan menyita perhatian para ilmuan/peneliti 
antariksa dari berbagai negara. Demikian pula pariwisata dalam dan luar 
negeri. 11 Kota di Indonesia mengalami GMT se­dangkan 11 lainnya mengalami 
Gerhana Matahari Sebagian (GMS), termasuk Kota Padang GMS 95,41 persen.

Perkabar tentang GMT ini di­sam­paikan Syafrijon SPd MKom, Kepala Balai 
Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (Lapan) Agam, Suma­tera Barat, Kamis 
(18/2). “Padang memang tidak total, tapi hampir 95,41 persen, “ kata 
Syafrijon, kemarin melalui sambungan telepon dan email.

Lebih lanjut dijelaskan, GMS di Kota Padang mulai pukul 06.21 WIB dan 
berakhir pukul 08.27 WIB. Puncak maksimum GMS di kota bengkuang yang 
mencapai 95,41% pada pukul 07.20 WIB.  Sedangkan di Kota Palembang yang 
juga daratan Pulau Sumatera terjadi GMT selama 1 menit 52 detik (sekitar 
pukul 07.20 WIB). Gerhana di Palembang mulai pukul 06.20 WIB dan berakhir 
08.31 WIB.

Dalam kurun waktu satu abad Indonesia merdeka (1945-2045) terjadi 33 
gerhana Matahari. 18 gerhana matahari sebagian (GMS),  9 gerhana matahari 
total (GMT) dan 6 gerhana matahari cincin (GMC).

Gerhana Matahari terjadi ketika piringan bulan menutupi sebagian atau 
seluruh piringan matahari. Terjadi pada fase bulan baru, ketika Bulan 
berada di antara bumi dan matahari. GMT hanya dapat diamati dari daerah 
yang dilintasi bayangan umbra bulan. GMS dapat dilihat dari daerah yang 
dilintasi bayangan penumbra bulan. Prediksi jejak bayangan Bulan saat GMT 9 
Maret 2016.

Gerhana merupakan feno­mena langka yang tidak terjadi setiap bulan. Bidang 
orbit bulan yang miring 5 derajat terhadap bidang orbit bumi menyebabkan 
gerhana terjadi hanya pada mu­sim-musim gerhana. Saat itu, bulan dan 
matahari berada dekat dengan titik simpul, perpotongan kedua bidang orbit.

Selama abad ke-20 (1900 – 1999), terjadi 224 gerhana bulan dan 224 gerhana 
matahari. Seba­gian di antaranya dapat dilihat dari Indonesia. Salah 
satunya adalah GMT 11 Juni 1983.

Untuk GMT 9 Maret 2016,  Magnitudo : 1,045m, Lebar jejak : 100-155 km, GMT 
terlama di Pasifik, 4 menit. Lama GMT di Indonesia 1,5 – 3 menit. Waktu 
totalitas bervariasi; Palembang (07.20 WIB), Palangkaraya (07.28 WIB), Palu 
(08.37 WITa), Ternate (09.51 WIT),

*Gerhana sebagian tampak dari seluruh wilayah Indonesia.*

Jejak gerhana melewati 12 provinsi; Sumbar, Bengkulu, Jambi, Sumsel, Babel, 
Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulbar, Sulteng, Malut dan sejumlah lokasi 
wisata andalan Indonesia

Sejumlah peneliti luar negeri akan lengsung mengamati GMT dari beberapa 
tempat. Peneliti AS mengamati di Belitung, Balik­papan, Tanah Grogot, Palu, 
Ternate, Halmahera Timur, Ma­ba, peneliti Austarlia di Ternate, Maba, 
Austria di Ternate, Inggris di Palu, Ternate. Peniliti Jepang di 
Balikpapan, Samarinda, Terna­te. Peneliti Jerman di Belitung dan peneliti 
Kanada di Ternate. Peneliti Malaysia di Palembang, Palangkaraya, Tanah 
Grogot.

Peneliti Prancis di Ternate, Maba. Peneliti Rusia di Ternate. Peneliti 
Spanyol di Ternate dan peneliti Swedia di Belitung.

*Jangan Melihat Langsung *

Paparan cahaya dengan inten­sitas tinggi seperti cahaya mata­hari dalam 
waktu lama akan menembus mata dan merusak lapisan retina mata yang berisi 
syaraf sensitif. Retina tidak memiliki sensor sakit sehingga saat kita 
menatap langsung kita cenderung mengabaikan dan tidak menyadari bahwa mata 
kita sedang berada dalam keadaan berbahaya. Kerusakan berupa penglihatan 
kabur dapat dialami berlangsung selama beberapa jam sampai seminggu. Namun 
juga kerusakan permanen hingga kebutaan dapat saja terjadi. 

Menurut Syafrijon, cara aman mengamati gerhana matahari adalah sebagai 
berikut: a. guna­kan alat yang dilengkapi filter/penyaring sinar matahari 
atau lakukan proyeksi.b. Saat bulan menutupi semua matahari atau saat 
gerhana total tidak perlu menggunakan filter, kacamata gerhana atau sitem 
proyeksi. Namun ketika GMT/GMS ber­akhir dan cahaya akan tampak kembali, 
gunakan segera kaca­mata dan lubang proyeksi.

“Ini perlu untuk mengedukasi masyarakat. Juga perlu diketahui tentang 
bahaya melihat langsung dengan mata telanjang proses detik-detik gerhana 
matahari. Bisa buta, itulah resikonya.

*Penasaran Tunggu Gerhana*

Mutiara, salah seorang maha­siswi UNP merasa penasaran dan ingin mengikuti 
proses terjadinya GMT dan GMS. Apalagi Kota Padang termasuk daerah yang 
dilalui proses GMS tersebut, yakni 95,41 %.

“Ingin lah menyaksikannya. Waktu GMT tahun 1983, saya kan belum lahir. Ini 
fenomena alam yang luar biasa. Kawan-kawan pada penasaran semua. Tiba-tiba, 
pagi hari akan menjadi gelap gulita kembali,” sebut Mutiara.

Sedangkan Umar salah seo­rang pelajar dari SD di Tabing Padang juga ingin 
mengikuti saat-saat terjadinya gerhana matahari. Kami kan mempelajarinya di 
sekolah, tapi bagaimana yang sesungguhnya kami belum tahu. Pada 9 Oktober 
nanti kami bisa mengikutinya langsung. Kalau ada kaca mata khusus tentu 
asyik sekali,” kata Umar. *(h/erz)*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke