Assalammualaikum Wr Wb Dunsanak sa Palanta Yml

Untuk yang suka membaca tulisan Bung RA
Silahkan baca tulisan berikut ini

Salam

Hanifah




Kolom Dr. Ir. Ricky Avenzora M.Sc : Semangat Kebangsaan
dari admin -
02/19/2016
152
0

MEA dan persaingan global perlu disikapi seluruh  komponen dan anak
negeri secara lebih serius, taktis dan masif. Di satu sisi, selama ini
terlalu banyak skema kebangsaan yang masih harus dicatatkan sebagai
hal yang “tercecer”  dalam mempersiapkan dan membangun kisi-kisi
pertahanan bagi kepentingan kedaulatan bangsa dan negara dalam
persaingan global.

Pada sisi lain, posisi Pemerintah terlihat semakin “tersudut” oleh
“keroyokan” politik persaingan global, sedangkan semangat politik
“ekonomi progresif” yang dicanangkan Presiden Jokowi untuk mengejar
ketertinggalan nampaknya tak terikuti oleh kinerja birokrasi yang
memang sudah sarat  beban selama ini; dan sepertinya tak terkontrol
pula oleh pemangku politik bernegara yang masih saja hanya sibuk
dengan kegaduhan internal.

Berbagai persiapan era ekonomi global selama ini umumnya hanya sedikit
dibenahi dalam skema kebutuhan jangka menengah dan jangka panjang.
Itupun umumnya hanya bersifat normatif. Adapun pertahanan jangka
pendek yang bersifat taktikal praktis dapat dikatakan masih kedodoran
sama sekali.

Sebagaimana telah banyak kita ungkap selama beberapa waktu yang lalu,
Program Climate and Land Use Alliance telah dilancarkan sejak 2010
untuk menyerang dan menghancurkan industri sawit serta pulp and paper
di Indonesia, dengan hasil membawa bencana KarHutLa pada 2015 yang
lalu. Sebagai rangkaiannya,  beberapa waktu belakangan ini telah masuk
pula produk-produk makanan ringan yang mencuatkan isu “Palm Oil Free”
ke negara kita.

Dinamika tersebut tidaklah boleh kita maknai hanya sebagai sesuatu
yang sepele, melainkan harus kita petakan sama seriusnya dengan
“serangan” investasi asing yang disusupkan dengan begitu derasnya —
untuk menguasai nilai ekonomi berbagai sumberdaya alam dan industri
serta jasa di Indonesia — melalui payung politik “ekonomi progresif”
yang memang sedang  dicanangkan oleh Kabinet Kerja.

Niat baik dari orientasi politik “ekonomi-progresif” Kabinet Kerja
barangkali adalah tidak perlu kita pertanyakan, namun pola
implementasinya sangat-sangat perlu untuk kita kawal dan jaga bersama.

Jika di awal reformasi kita pernah kehilangan Timor Timur, kehilangan
Satelit dan berbagai aset strategis bangsa, maka saat ini kita semua
harus menjaga jangan sampai atas nama kebutuhan investasi asing akan
terjadi pula kehilangan berbagai aset dan peluang ekonomi strategis
lainnya.

DPR perlu segera melakukan evaluasi atas berbagai potensi dampak dari
paket-paket ekonomi yang telah dikeluarkan Kabinet Kerja, termasuk
perihal kebijakan-kebijakan pertanahan serta konsesi investasi
berbagai projek infrastruktur yang sedang dicanangkan. Jangan biarkan
ada satu pihak pun yang mengambil keuntungan yang terlalu banyak dan
tidak adil untuk menengah maupun jangka panjang.

Dalam konteks perdagangan, para importir nasional perlu didorong agar
tidak mengimpor apapun yang bersifat kontra produktif untuk mendukung
dan mendorong pertumbuhan industri barang dan jasa yang dimiliki
Indonesia. Sebaliknya importir Indonesia harus ikut secara serius
mengkampanyekan “Aku Cinta Produk Indonesia”.

Semua komponen bangsa harus sadar bahwa persaingan ekonomi global yang
selalu diingatkan oleh Presiden Jokowi belakangan ini (termasuk dalam
wawancara khusus dengan Karni Ilyas) adalah tidak bisa hanya dijaga
oleh pemerintah belaka. Terlalu banyak hal-hal yang tidak disukai
pemerintah, tapi tidak bisa disuarakan secara langsung oleh Presiden
maupun jajaran birokrasinya. Atas hal itu, semua komponen bangsa harus
bangun dan ikut berjuang membela kepentingan bangsa.

Akademisi dan Perguruan Tinggi sangat diharapkan bisa segera memainkan
peran sentral untuk menjadi “dirijen” dari pembangunan semangat
kebangsaan yang sangat dibutuhkan dalam persaingan global ini.
Semangat-semangat yang diberikan di dalam ruang kelas adalah sama
sekali tidak cukup lagi, melainkan akademisi harus aktif menyuarakan
secara terbuka tentang berbagai kepentingan bangsa dalam menghadapi
penetrasi bangsa asing.

Akademisi juga harus berani dan mau menjadi panglima terdepan untuk
mengkontestasi pemikiran-pemikiran berstandar ganda yang terus
dilancarkan bangsa asing melalui berbagai program International
Development Agency yang mereka buka di negara kita; termasuk melawan
program-program PBB yang tidak cocok dan membahayakan bangsa dan
negara kita.

Barisan dan semangat kebangsaan harus segera kita rapatkan secara
terstruktur dan terukur. Politikus kita harapkan segera bisa melakukan
rekonsiliasi secara sepenuh hati. Pemerintah kita harapkan jangan
terlalu hanyut dalam gemerlap proyek mercu suar, dan barangkali perlu
pula untuk mengingat pepatah “jika pun punya kawan baru kawan lama
dilupakan jangan”.

Pengusaha PMDN kita harapkan untuk lebih ikhlas meredistribusikan
keuntungan kepada pekerja dan anak negeri sendiri. Pengusaha PMA kita
minta berkenan menerapkan pepatah “dimana langit di pijak maka di situ
langit harus dijunjung”.

Konspirasi usaha dan ekonomi sebaiknya sama sekali hilangkan saja,
karena Indonesia masih punya ruang dan sumberdaya yang jauh dari cukup
untuk berusaha apapun secara jujur dan berkeadilan. Rakyat Indonesia
sangat cinta damai, dan pemerintah Indonesia sudah membuka pintu untuk
semua. Janganlah salah gunakan hal tersebut, karena sejarah Indonesia
sudah menunjukkan, bahwa rakyat negeri yang masih tergolong belum maju
ini sanggup melakukan perlawanan hingga ratusan tahun.

Anak negeri sebagai anggota masyarakat pun harus terus menyadari
tentang perlunya berjuang untuk menjaga kepentingan bangsa.
Mengutamakan produk dalam negeri sendiri adalah sangat dibutuhkan bagi
perekonomian bangsa. Kita tidak perlu anti dengan trend dan lifestyle,
namun kita perlu ingat ada hal yang lebih prioritas untuk kita lakukan
bagi keberlanjutan bangsa dan negara kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke