Angku Maturidi Donsan dan dunsanak kasadonyo n.a.h.
Tarimo kasih atas beberapa komentar dunsanak untuk milis berjudul "Orang Minang Menguasai Manajemen Modern" Mengenai pertanyaan tentang kato pusako “batuka baanjak” dalam ungkapan “ Senteng babilai, singkek bauleh, batuka baanjak, barubah basapo” , karano tanyo paralu dijawab, yo ambo jawab juo sabisa ilmu ambo nan singkek sbb: Biasanya ungkapan ini muncul dalam suatu musyawarah adat atau diskusi menurut istilah kini dilingkungan kita. Ungkapan itu ambo sampaikan karano sabagai urang tuo anggota baru di grup ko ambo yakin di siko banyak urang cadiak pandai, ninik mamak, jo alim ulamo-nyo nan arif bijaksano untuk meluruskan jika terjadi kekeliruan disana-sini. Dalam kato “batuka baanjak” , *batuka* artinya salah memahami sesuatu misalnya tentang penafsiran dan pemahaman falsafah adat , kato-kato pusako , petatah-petitih Minang, dll. Misalnya ungkapan yang sering salah kaprah dan berkonotasi negatif terhadap urang awak : *janji biaso mungkia titian biaso lapuak* (pendusta), *talunjuk luruih kalingkiang bakaik* (penipu), *galincia batu alie* (licik) , *tahimpik nan di ateh takuruang nak dilua* (tidak bertanggungjawab). Dalam bidang agama (Islam) misalnya salah dalam pemahaman ayat-ayat Alquran yang nyata (*muhkamat*) apalagi ayat-ayat yang bisa multitafsir (*mutasyabihat*), dll. Jadi, contoh-contoh kata “*batuka baanjak*” dalam khasanah adat dan agama bila direnungkan tentu akan banyak sekali. Harapan ambo bisa dunsanak cari sendiri dan dikembangkan untuk bahan diskusi menarik selanjutnya.. Sedang kata *baanjak* berasal dari kata anjak atau asak artinya dialihkan atau dikembalikan kepada pengertian yang benar. Ungkapan di atas sejalan dengan pepatah “*Kok kurang tukuak manukuak, kon senteng bilai mambilai*” (jika kurang saling tambah menambah, jika singkat saling menyambung). Arti luasnya, Adar menasehatkan kepada anggota masyarakat untuk hidup saling membantu, baik dalam keadaan suka maupun duka. Biasanya ungkapan ini disampaikan oleh seseorang yang menyadari keterbatasan kemampuan dirinya baik dalam ilmu, berkata-kata, maupun dalam melakukan suatu pekerjaan untuk kepentingan bersama agar jangan dirinya dipersalahkan jika terjadi kekeliruan. *Agar tidak terjadi kekeliruan, nenek moyang urang Minang mengajarkan :* *“Nan babarih nan dipaek, nan diukua nan dikarek, jalan nan luruih nan ditampuah, labuah nan pasa nan dituruik” Artinya, menggambarkan agar setiap orang harus taat aturan , taat asas dan disiplin dalam mengerjakan sesuatu agat tidak menyimpang dan tidak merusak rencana yang ditetapkan serta tidak terjadi penghamburan bahan dan dana. Ini digambarkan pula dengan pepatah “Sio-sio utang tumbuah”. Sio-sio artinya mubazir, karena kecerobohan bisa berakibat kerugian besar hingga bisa menimbulkan utang (kerugian) bagi diri sendiri dan orang lain.* Ambo sudahi dulu jo gurindam Minang: Rimbo tangah baluko Talang Tampuniak taratang bungkuak Kulik manih di pandakian Pena patah dawek tatunggang Awak latiah mato mangantuak Sadang manih kito hantikan Wassalam Muslim Atin, , Bukittinggi -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
