Dari Haluan:

4 Jembatan dan 7 Rumah Rusak, 1 Bocah Dilaporkan Hanyut 6 Daerah Banjir, 
Padang Terparah 
Dibaca: *66* kali 
Rabu,23 Maret 2016 - 04:11:18 WIB
[image: 6 Daerah Banjir, Padang Terparah] Jembatan Muaro Baru, Kelurahan 
Pasia Nan Tigo, Koto Tangah Padang putus akibat dihantam banjir, Selasa 
(22/3) pagi. (YANSEN) 

Enam daerah di Sumbar terkepung banjir, Kota Padang terparah. Di ibukota 
provinsi ini, lima rumah terseret banjir, dua tersapu longsor dan tiga 
jembatan rusak. Seorang anak dilaporkan hanyut terbawa arus sungai.

*PADANG, HALUAN *— Sejum­lah daerah di Sumatera Barat dilanda banjir, 
akibat hujan lebat yang terjadi sejak Senin (21/3) petang  hingga Selasa 
(22/3) pagi. Daerah yang kebanjiran di antaranya Kota Pa­dang, Pesisir 
Sela­tan, Kota Pa­riaman, Kabu­paten Padang Pa­ria­man, Kota Bukittinggi 
dan Kabu­paten Agam.

Di Kota Padang ratusan rumah lebih terendam banjir yang tersebar di 
be­berapa titik. Bah­kan akibat ban­­­jir lima rumah di Kom­pleks 
Pe­rumahan Lubuk Gading Lu­buk Buaya, terseret banjir ber­sama beberapa 
kendaraan yang ada di dalamnya.

Tidak hanya itu, dua rumah yang berada di kawasan Air Dingin Batu Gadang, 
Lubuk Minturun juga disapu longsor hingga rusak berat. Berun­tung tidak ada 
korban jiwa dalam musibah ini, untuk penghuni rumah tersebut telah 
dievakuasi ke musala terdekat.

Untuk di kawasan Maransi,

Kota Padang tercatat kurang lebih 400 rumah warga teren­dam banjir dengan 
ketinggian yang beragam. “Na­mun, ini be­­lum data yang lengkap, kare­na 
masih ba­nyak rumah yang terendam banjir,” terang Kepala Bidang (Kabid) 
Kedaruratan dan Lo­gistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 
Sum­bar, Pagar Negara kepada *Haluan* Selasa, (22/3) malam di Padang.

Tidak hanya merusak rumah,

banjir di Padang juga merusak tiga jembatan, dua di antaranya putus yakni 
jembatan Bungus Teluk Kabung dan Muaro Baru Pasir Jambak. Satu lagi 
jembatan di bypass rusak.

Kawasan Panorama 1 Keca­matan Lubuk Kilangan dilanda longsor sepanjang 25 
meter yang menimbun badan jalan hingga menyebabkan kemacetan parah.

Masyarakat Kubu Dalam Parak Karakah Kecamatan Pa­dang Timur dikejutkan 
dengan hilangnya seorang bocah berusia tiga tahun bernama Tito. Ia 
dilaporkan hanyut oleh keluarga dan warga ke tim kebencanaan. Pencarian 
sudah dilakukan, na­mun anak seorang anggota polisi tesebut belum juga 
ditemukan.

Untuk kawasan Maransi yang terparah terkena banjir, BPBD Sumbar juga telah 
menyediakan posko banjir dan satu perahu karet yang disiagakan untuk 
me­nya­lurkan logistik kepada warga.

“Untuk makanan, pakaian dan beberapa logisitik lainnya telah kita salurkan 
kepada warga yang membutuhkan. Kita juga *standby *kan satu perahu karet 
bila sewaktu-waktu dibutuhkan,” ungkapnya.

Sedikitnya kata Pagar, ada 24 unit perahu karet yang diter­junkan untuk 
melakukan eva­kuasi warga Kota Padang pada saat banjir tersebut. Dimana 
enam dari BPBD Sumbar, enam dari BPBD Kota Padang, empat dari Ba­sarnas, 
satu dari PMI, satu dari PT. Semen Padang, satu dari Marinir, satu dari 
Brimob, dan dua perahu karet dari Kota Solok.

“Ini kita lakukan mengingat Kota Padang memang yang ter­parah terkena 
dampak banjir,” ungkapnya.

Banjir di Padang juga ber­akibat terkikisnya kerikil dan tanah penahan 
bantalan rel, banyak kayu yang melintang di rel akibat dibawa arus air, dan 
bergesernya jembatan di bela­kang Basko Mall. Hal ini mem­buat PT KAI 
menghentikan se­mentara operasional kareta api jalur Padang - Pariaman, dan 
sebaliknya.

“Dari pantauan petugas di lapangan, ada tiga titik kerusakan jalur kereta 
api. Yaitu jembatan di belakang Basko Mall yang bergeser akibat hantaman 
alat berat yang hanyut, tanah yang terkikis air di dekat Simpang Kalumpang 
dan di Kilometer 21,” kata Darno, Manajer Prasana Divre 2 PT KAI Sumbar, 
kepada *Haluan* ketika ditemui saat me­ngawasi perbaikan rel di Simpang 
Kalumpang, Padang, Selasa (22/3) siang.

PT KAI Divre 2 Sumbar, lanjut Darno, akan mengusaha­kan proses perbaikan 
segera rampung dan hari ini KA jurusan Padang menuju Pariaman dan 
sebaliknya bisa beroperasi lagi.

*Pariaman*

Sejumlah kawasan di Kota Pariaman pun terendam banjir, di antaranya, 
 Kampung Baru, Jawi-Jawi, Alai Galombang, Ujung Batuang, Jalan Kereta Api, 
Taratak, dan Cimparuah. Sedang­kan jembatan batas kota di Ku­rai­taji 
mengalami keretakan di bagian pondasinya.

Bahkan banjir menerjang satu unit jembatan yang berada di kawasan Kurai 
Taji. Akibat terja­ngan banjir tersebut jembatan rusak parah dan tidak bisa 
dilewati.

Tim gabungan BPBD Kota Pariaman dan Polres Pariaman terlihat melakukan 
evakuasi terhadap warga manula yang terjebak banjir di Alai Gelom­bang. 
Sementara di jembatan Kurai Taji dilakukan blokade di bagian tepi jembatan 
yang tanah­nya mengalami terban akibat tergerus air.

“Kendaraan dari Pariaman menuju Lubuk Alung maupun sebaliknya, dialihkan 
melalui jalan lain karena jembatan di batas kota Kuraitaji ditutup untuk 
sementara. Pengendara dari arah Pauh Kambar - Pariaman bisa melalui jalan 
alternatif Paguh, Pacuan Kudo dan Sampan. Be­gitupun sebaliknya,” kata 
Sersan M. Husni Fadli, staf Polres Pa­dang Pariaman, saat *Haluan *hubungi 
via telpon Selasa (22/3) siang.

Sementara itu, Fadli dari tim gabungan BPBD Padang Paria­man dan Polres 
Padang Paria­man sejak pukul 3 dini hari (22/3) terjun langsung menuju 
Sali­butan dan Sikayan, Nagari Pasie Laweh dan Nagari Katapian. Kedua 
nagari tersebut menga­lami banjir seukuran dada orang dewasa akibat dampak 
meluap­nya sungai Batang Anai.

Pantaun *Haluan* di lapa­ngan, banjir setinggi satu meter juga melanda 
Nagari Ulakan, Tapakis, dan Nagari Sintuak. Puskesmas Sintuk yang berada di 
pinggir Jalan Raya Lubuk Alung - Pariaman terlihat tutup dan petugas 
kesehatan banyak berdiri di pinggir jalan.

*Pessel*

Sejumlah kawasan di Pessel juga direndam banjir di antaranya Nagari Kambang 
Utara, Kam­bang Barat Kecamatan Lenga­yang, Alang Rambah Tapan dan Lakitan 
Timur, IV Koto Mudiak Batang Kapas dan Bayang.

Berdasarkan keterangan war­ga, air Batang Lengayang mulai meluap Selasa 
pagi pukul 09.30 WIB. Ketinggian air mencapai satu setengah meter. Di 
keca­matan ini kawasan yang paling parah direndam banjir adalah Lubuk 
Sarik, Kampung Padang Panjang II, Kampuang Tebing Tinggi, Kampung Kayu 
Bawang, Kampung Tanjuang Kalik Ra­ngeh, Padang Pajang I dan areal 
persawahan di Talang.

Ijon (53) korban banjir di Pantiang Jua Kambang Barat menyebutkan, 
ketinggian air halaman rumah sempat  men­capai satu setengah meter. 

Ratusan hektare lahan perta­nian pada kampung yang berada dekat di Daerah 
Aliran Sungai yang sudah ditanami padi teren­dam banjir hingga beberapa 
meter. Pada beberapa tempat petani gagal melakukan cocok tanam akibat benih 
hanyut ter­bawa air.

Effendi warga Kambang Ba­rat meyebutkan, Batang Lenga­yang berbelok-belok 
dan bila air meluap sangat mudah menim­bulkan bajir. “Kami sudah usul­kan 
untuk melakukan normali­sasi Batang Lengayang ke peme­rin­tah, tujuan 
supaya bisa mem­per­cepat air ke muara,” katanya.

Sejumlah sungai di Pessel setelah kawasan itu diguyur hujan menunjukkan 
terjadinya pe­ning­katan volume. Sungai tersebut adalah Batang Tarusan, 
Batang Bayang, Batang Lumpo, Batang Painan’ Batang Jalamu, Batang 
Surantiah, Batang Ampiang Pa­rak, Batang Lengayang, Batang Pelangai, Batang 
dan Batang Nilau Tapan.

Walinagari Lubuk Nyiur Sya­fran Tamsa menyebutkan, kawa­san yang 
dipimpinnya juga teren­dam bajir. “Maka setiap kali hujan dengan curah 
tinggi warga di Nagari Teratak Tempatih, Lubuk Nyiur, Tuik dan lainnya 
selalu diingatkan agar berhati-hati. Jalan kabupaten yang meng­hubungkan 
nagari nagari terse­but terendam banjir dan tidak bisa di lewati 
kendaraan,” ung­kapnya.

Selanjutnya jalan nasional di kawasan Alang Rambah Keca­matan Basa IV Balai 
Tapan saat hujan kemarin juga sempat teren­dam. Akibatnya, hubungan Pa­dang 
- Bengkulu terganggu. Ken­daraan tidak bisa melintasi ka­wasan itu beberapa 
jam.

Terkait hujan, Ketua BPBD Pessel Prinurdin mengingatkan, warga yang tinggal 
di DAS untuk berhati-hati.

*Bukittingi *

Ratusan rumah kebanjiran di sejumlah kawasan Kota Bu­kittinggi. Demikian 
juga dengan genangan air dibeberapa titik ruas jalan dalam kota akibat 
drainase tidak lagi mampu me­nampung debit air dengan volume besar.

Berdasarkan pantauan *Ha­luan* di lapangan, sejumlah ka­wasan yang direndam 
banjir itu seperti Kompleks Perumahan Primavera Indah 2 Kelurahan Campago 
Guguk Bulek Keca­matan Mandiangin Koto Selayan (MKS) RT 02, RW II. Di 
ka­wasan ini banjir mencapai 1 meter dan merendam sekitar 50 rumah warga.

“Banjir mulai merendam Kompleks Perumahan Pri­ma­vera sekitar Pukul 06.00 
Wib pagi, dan puncaknya pada pukul 08.00 Wib, dimana air mulai memasuki 
halaman rumah hing­ga ke lantai dalam rumah. Diduga banjir yang datang ini 
merupakan banjir kiriman,” ujar Edison dan Yulman yang rumah terendam 
banjir.

Di kawasan Pulai Anak Aia, banjir juga merendam lebih dari seratus rumah 
pemukiman warga dengan ketinggian banjir ber­variasi, mulai dari setinggi 
lutut hingga setinggi pinggang orang dewasa. Menurut warga setempat mereka 
mengatuhui rumahnya direndam banjir ketika men­jalang subuh.

Di kelurahan Tarok Dipo, banjir juga merendam ratusan rumah di dua RT yakni 
di RT 1 dan RT II.  “Diperkirakan sekitar 400 rumah dari kedua RT ini yang 
terendam banjir,” ujar Sa­lam, Wakil Ketua Pemuda se­tempat.

Banjir yang juga merendam lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 
Adzkia Jalan Melati kawasan Stasiun Bukit­tinggi. Dengan kejadian ini 
selu­ruh murid Paud terpaksa dili­burkan. Banjir juga merendam ruas jalan 
menuju IAIN Kubang Putih dan ruas jalan di beberapa titik dalam kota akibat 
drainase tidak lagi mampu menampung debit air yang besar sehingga terjadi 
luapan air.

Kepala BPBD Kota Bukit­tinggi, Daspul mengatakan, hujan lebat yang 
mengguyur Bukittinggi semalaman telah mengakibatkan ratusan rumah di 
sejumlah titik terendam banjir. Namun demi­kian warga yang terkena banjir 
itu tidak ada yang mengungsi karena banjir yang melanda itu sifatnya hanya 
genangan air. 

*Longsor di Agam *

Lima kecamatan di Kabu­paten Agam terjadi banjir dan longsor. Sejumlah 
pohon tumbang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah Kabupaten Agam, 
Bambang Warsito, didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Yunadi 
mengatakan, lima keca­matan yang terkena banjir adalah Tanjung Mutiara, 
banjir meng­genangi lebih kurang 70 rumah tepatnya di Gasan Kaciak, dengan 
jumlah 280 jiwa. Sebanyak 30 rumah di antaranya, teredam banjir dan lumpur 
lebih kurang satu meter. Selain itu banjir juga rendam satu unit sekolah 
SDN 03 Gasan Kaciak.

Dikatakannya, pada Keca­matan Ampek Nagari, sekitar 32 rumah terendam 
setinggi satu meter, dengan jumlah penduduk 128 jiwa. Luapan air 
meng­ge­nangi akses jalan di kampung Jorong Pasa dan Jorong Gantiang Nagari 
Bawan. Selain itu le­bih kurang ada sekitar 10 hektar areal pertanian 
terendam, Jorong Gantiang, Jorong Pasa.

Pada Kecamatan IV Koto terjadi pada banyak titik antara lain, longsor 
hingga tertim­bun­nya badan jalan setinggi satu meter dengan panjang enam 
meter sehingga menganggu akses penghubung Panta- Sungai Ja­riang, Nagari 
Koto Panjang Kecamatan IV Koto.

Hujan deras juga menyabkan terjadinya longsor pada lebih kurang empat titik 
di Kecamatan Malalak. Sebanyak dua titik di Malalak Timur dan dua titik di 
Nagari Malalak Selatan. Material longsor menimbun lebih separuh badan jalan 
Malalak Sicincin. Sampai saat ini arus lalu lintas sudah bisa dilalui 
kendaraan dengan sistem buka tutup.  Sementara, di Kecamatan Matur pohon 
tumbang terjadi Sungai Landia di Jorong Panta Nagari Panta Pauh, Kecamatan 
Matur. *(h/isr/isq/ded/tri/tot/yat/mg-fyt/mg-dil)*


On Tuesday, March 22, 2016 at 3:13:03 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>
> Banjir di Bukittinggi
>
>
>
> http://www.antarasumbar.com/berita/172995/banjir-rendam-sejumlah-lokasi-di-bukittinggi.html
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke