Assalamu'alaikum wr.wb.

Untuak tambahan
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=19072&type=108#.V0aFkNR97Gg

Persenyawaan Hegemoni dan Skenario Kavling-kavling Geoekonomi
*Penulis : M Arief Pranoto, Direktur Program Studi Geopolitik dan Kawasan
Global Future Institute (GFI)*

Menurut hemat saya, hiruk-pikuk politik di Bumi Pertiwi sekarang ini
bukanlah tentang perebutan hegemoni antara Barat VS Timur dimana
seolah-olah negeri ini sebagai *proxy* (medan tempur)-nya, tetapi dinamika
politik justru lebih mengarah kepada “persenyawaan hegemoni” antara
keduanya. Barat ingin ini, Timur mau yang itu. “*Cincai-cincai*”
berlangsung pada tataran *top level management* secara senyap. Mungkin
itulah inti skema kolonialisme super baru di republik tercinta ini.

Pertimbangannya, daripada sama-sama hancur lebur di Laut Cina Selatan kalau
digelar skenario “rebutan hegemoni” ala militer. Kalah menang jadi arang.
Bukankah lebih nyaman kavling-kavling (geo) ekonomi di Indonesia?

*Antara komunis dan kapitalis itu serupa tapi tak sama. Berubah-ubah modus
tetaplah sama. Serupa pada daya eksploitasi di wilayah koloni yakni mencari
bahan baku semurah-murahnya lalu menciptakan pasar seluas-luasnya, sedang
perbedaannya hanya pada management puncak. Maknanya, apabila komunis
dikuasai segelintir elit negara, sedang kapitalis dikendalikan oleh
sekelompok elit partikelir.*

Semuanya tidak ada masalah karena hal itu merupakan implementasi sebuah
ideologi jika dikaji dari perspektif geopolitik. Syah-syah saja!

Yang menjadi pokok masalah adalah, kenapa Pancasila dan pasal 33 UUD 1945
justru dianggap bangkai di negerinya sendiri?

Inilah yang menjadikan ruh para pendiri bangsa ini bangkit kembali, lalu
merasuk kepada jiwa-jiwa kembang sore dan bunga-bunga sedap malam ..

Renungan Sabtu pagi, 21 Mei 2016

<http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=19072&type=108>
Salam

Reza






2016-05-26 7:06 GMT+07:00 'asmun sjueib' via RantauNet <
[email protected]>:

> Tq. verymuch and funtastics! Haasma (Lk/71/Depok)
>
>
> Pada Kamis, 26 Mei 2016 5:50, Harlizon MBAu <[email protected]> menulis:
>
>
> Pakar-pakar baratpun sudah sangat fokal mengungkap bahwa masalahnya ada
> pada SISTEM EKONOMI.
>
> Apa saja yang dikerjakan para pakar/ahli dan gurubesar ekonomi selama ini
> ???
>
> Apa saja yang diajarkan di sekolah-2 ekonomi sehingga SISTEMnya jadi
> bermasalah ???
>
>
> *We Are All Slaves to Our Economic System*
> *Kita Semua adalah Budak Sistem Ekonomi*
>
> https://www.youtube.com/watch?v=Sg28Y8aM1Uk
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke