Seribu Rumah Gadang di Solok Selatan mulai menarik perhatian kalangan pariwisata;
*1. **Istri Wako Jakarta Selatan Menginap di SRG* Dibaca: *36* kali di Haluan. Senin,01 Agustus 2016 - 03:11:48 WIB Istri Walikota Jakarta Selatan, Hartati Tri Kurniadi berfoto bersama dikawasan SRG bersama masyarakat pelaku seni Solsel, Sabtu (30/7). (JEFLI) *SOLSEL, HALUAN —* Isteri Walikota Jakarta Selatan, Hartati Tri Kurniadi menikmati sensasi menginap di kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) Solok Selatan (Solsel)pada Jumat,(29/7). Bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan kebiasaan kehidupan di Kota yang biasanya menginap di Hotel atau apartemen, menginap di rumah gadang tentunya memiliki sensasi tersendiri dengan suasana kampung seakan kembali pada kenangan masa lalu. Kedatangan isteri orang nomor satu di Jakarta Selatan ke Solsel dalam rangka ‘Family Gathering’ para ibu-ibu PKK Jakarta Selatan sebanyak 42 orang. “Sangat menarik, ini pengalaman yang sangat berkesan bagi kami dan beda,” kata Hartati pada *Haluan*. Selama di kawasan SRG rombongan disambut dengan kesenian dan budaya khas Solsel, seperti kesenian Pupuik Sarunai dan makan bajamba. “Saat makan bajamba itu, kami seakan merasa sebagai tamu agung. Makanan sebanyak itu digelar disepanjang ruangan rumah gadang, biasanya kita makan kan diatas meja,” ungkapnya. Menurutnya, pengalaman di SRG sangat jarang ditemui dan perlu untuk dilestarikan. “Biasanya kami menjumpai rumah bagonjong hanya di Taman Mini tapi disini ada ratusan rumah gadang yang masih alami disatu kawasan,” tambahnya. Ia mengharapkan wilayah seperti SRG segera berbenah, sebab katanya, Solsel sebetulnya alamnya sangat bagus dan tidak kalah dengan Bali. Kemudian, masyarakat kawasan SRG juga ramah adalah sebagai nilai tambah. “Harus kita gali lagi potensi-potensi pariwisata yang ada,” tuturnya. Kunjungan semalam ke Solsel membawa kesan yang menarik bagi Ibu-ibu PKK Jakarta Selatan. Tidak hanya ke kawasan SRG, sebelumnya rombongan juga mengunjungi cagar budaya Istana Rajo Alam Surambi Sungai Pagu dan Masjid 60 Kurang Aso, kedua cagar budaya tersebut berada disatu kawasan yang dahulunya merupakan pusat kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu di Pasir Talang, Solsel.* (h/jef)* *2. **APDI Sumbar Jelajah Udara Solsel* Dibaca: *20* kali Senin,01 Agustus 2016 - 03:10:36 WIB ANGGOTA APDI Sumbar saat temu ramah dengan pemerintahan Kabupaten Solsel di kediaman Bupati Solsel Muzni Zakaria, Sabtu (30/7). (JEFLI) *SOLSEL, HALUAN —* Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Sumatera Barat jelajah udara Solok Selatan (Solsel) untuk mengambil dokumentasi berupa video dan pemetaan tiga dimensi disejumlah destinasi wisata Solsel. Dalam rangka mempromosikan destinasi wisata yang ada di Sumbar, APDI telah mengunjungi tiga kabupaten/kota yang ada di Sumbar. Diantaranya, Dharmasraya, 50 Kota dan Solsel. “Kegiatan ini murni bersifat sosial dan gratis untuk mendukung promosi wisata melalui udara. Jika secara profesional dokumentasi bisa dihargai sampai Rp30 juta untuk satu pemeteaan dan dokumentasi video drone,” ungkap seorang anggota APDI Sumbar, Ariz Purnama saat pertemuan dengan Pemkab Solsel di rumah dinas Bupati, Sabtu, (30/7). Menurutnya, kendati setahun berdiri APDI Sumbar dan berawal dari hobi ikut andil dalam pengembangan sektor pariwisata di Sumbar. “Selama di Solsel kita banyak melihat objek wisata yang potensial seperti air terjun, kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG), lokasi *bodyrafting* dan cagar budaya rumah gadang terpanjang di Dunia. Setidaknya kami telah melakukan pemeteaan tiga dimensi dikawasan SRG dengan luas 21 hektare,” katanya. Dokumentasi video yang direkam melalui udara dimulai dari gerbang masuk Solsel, hingga rumah gadang panjang Abai. “Semua dokumentasi yang kami dapatkan di Solsel akan kami berikan gratis untuk kepentingan promosi pariwisata Pemkab Solsel,” terangnya. Sementara, Bupati Solsel, Muzni Zakaria mengungkapkan rasa terimkasih dan apresiasi mendalam pada APDI dalam upaya promosi wisata Solsel. “Saya siap mendukung segala kegiatan yang berkaitan dengan sektor pariwisata apalagi manfaat jangka panjang,” tegas Muzni. Ia mengharapkan, pada seluruh pihak terlibat aktif dalam promosi wisata. “Persoalan wisata erat kaitannya dengan persoalan kebersihan. Hendaknya persoalan kebersihan terutama sampah menjadi perhatian serius kita bersama,” harapnnya. (*h/jef)* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
