Kl bisa indak infrastrukture se yg dipelok an. Sekalian ditanamkan jiwa enterpreneur ka masyarakat yg terlibat maurus atau yg py rmh gadang. Dek krn iko pariwisata,jd harus ramah,harga2 hrs jaleh. Jan main pakuak. Belajarlah ke Bali dlm mengatur parisiwata. Kl bs dibuek lo acara2 pawai budaya bantuak di Danau Toba kapatang ko. Pada tanggal 22 Agt 2016 03:00, "Sjamsir Sjarif" <[email protected]> menulis:
> Dari Harian Haluan kita baca: > > 10 M Dianggarkan untuk Pembenahan Kawasan SRG > Dibaca: *9* kali > Senin, 22 Agustus 2016 - 02:45:09 WIB > [image: 10 M Dianggarkan untuk Pembenahan Kawasan SRG] WAKIL Bupati > Solsel Abdul Rahman (tiga dari kanan) berbincang dengan Wakil Ketua DPRD > Solsel Armen Syahjohan (kanan) saat melakukan survei ke kawasan SRG, > Sabtu,(20/8). (JEFLI) > > *SOLSEL, HALUAN –* Pemerintah Solok Selatan (Solsel) akan mengalokasikan > anggaran daerah sebesar Rp10 miliar untuk membangun infrastruktur pendukung > wisata kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG). Hal itu disampaikan Wakil Bupati > Solsel Abdul Rahman saat melakukan survei kawasan SRG bersama instansi > terkait, Sabtu, (20/8). > > “Anggaran dialokasikan pada 2017 pada semua Satuan Perangkat Kerja Daerah > (SKPD) yang terkait dengan pengembangan wisata di kawasan SRG. Jadi bukan > untuk satu instansi saja,” kata Abdul Rahman. > > Ia menegaskan, seluruh SKPD terkait diimbau untuk mengeroyok pekerjaan > percepatan perkembangan kawasan SRG, sebab pariwisata merupakan salah > satu program unggulan Pemda Solsel. “Kita sudah sepakat, semua destinasi > wista unggulan termasuk SRG di 2016, kita buatkan *masterplan-*nya dan > 2017 dimulai pengerjaan fisiknya,” katanya lagi. > > Anggaran sebesar Rp10 miliar direncanakan untuk pemugaran gerbang masuk > SRG, pembangunan arena permainan tradisonal, pembangunan ruang > pertunjukan seni budaya, pembangunan kios, toilet, *stand souvenir* dan > lain-lain. “Semua fasilitas tersebut harus memiliki kesan tradisional > sebagai warisan budaya masa lalu, dan terletak dalam kawasan SRG,” > tambahnya. > > Kekayaan wisata budaya, sejarah, alam dan religi yang dimiliki Solsel, > lanjutnya, dikembangkan karena memiliki nilai jual. Seperti Jalur > Pendakian Gunung Kerinci, Air Terjun Tansi Ampek dan SRG. Dikarenakan SRG > merupakan salah satu *heritage* yang cukup dikenal, maka fasilitas > pendukungnya perlu diperbaiki sesegera mungkin. > > Selain pembangunan serta pengembangan infrastruktur, katanya, semua pihak > juga diminta untuk menyesuaikan diri. “Peran serta rekayasa sosial > masyarakat harus jalan, sebab faktor paling menentukan itu ya masyarakat. > Peningkatan segi kenyamanan, keamanan dan kebersihan yang diharapkan > wisatawan harus terealisasi,” ucapnya. > > Wakil Ketua DPRD Solsel Armen Syahjohan, yang hadir dalam kegitan survey > tersebut juga menyatakan, pihaknya sebagai pengawas anggaran daerah > mendukung penuh program unggulan di bidang pariwisata. “Prinsipnya kita > sepakat dan mendukung dalam penganggaran, artinya tidak ada permasalahan > terkait anggaran,” sebutnya. > > Sementara, promotor pariwisata Solsel Ade Nusyirwan menyebutkan, dari 132 > Rumah Gadang (RG) yang ada di SRG, 20 RG di antaranya bisa dimanfaatkan > sebagai penginapan wistawan. “Namun, kami harapkan pemilik RG segera > berbenah, terutama persoalan kebersihan, karena minat wisatawan nusantara > maupun mancanegara cukup tinggi untuk merasakan sensasi menginap di RG,” > katanya. > > Ia menambahkan, setelah beberapa kali ia membawa wisatawan untuk > berkunjung ke kawasan SRG, diakui atensi baik diterima olehnya. “Bahkan > rombongan isteri Walikota Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, ingin > kembali ke kawasan SRG. Sebab mereka merasakan kesan *heritage* di SRG > sangat nyaman dan mengagumkan,” tutupnya. *(h/jef)* > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
