Dari Haluan Padang kita bcaca: BUKAN GAS BUMI *PTSEML Manfaatkan Uap Panas Bumi* Senin,03 Oktober 2016 - 00:41:02 WIB <http://harianhaluan.com/news/detail/60462/ptseml-manfaatkan-uap-panas-bumi>
*SOLSEL,HALUAN—* PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) Solok Selatan (Solsel) menyatakan aktivitas perusahaan dalam melakukan eksplorasi dan eksploitasi murni memanfaatkan sumber air uap panas bumi bukanlah gas bumi. “Anggapan sebagian masyarakat kita melakukan pengeboran sumur di lokasi HGU PTSEML memanfaatkan gas bumi itu keliru. Tapi yang kita manfaatkan sebagai energi terbarukan adalah uap panas air dari dalam perut bumi,”kata Senior Manager Field Relations PT SEML Yulnofrins Napilus, Kamis (29/9). Ia menjelaskan, dalam melakukan aktivitas pengeboran sumur yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik hingga kedalaman 2.500 meter. Kemudian, uap air yang ada tersebut dimanfaatkan sebagai turbin pembangkit listrik. Dan uap air yang telah dingin kembali disalurkan ke dalam perut bumi. “Sehingga dalam beraktivitas kita tidak ada merusak lingkungan, ekosistem terjaga, sebab jika hutan ditebang maka berdampak pada sumber air yang tersedia dan menyebabkan tidak bisa menghasilkan uap air,”lanjutnya. Selain itu, pada 2019 nanti pihak Supreme Energy sudah harus menyalurkan listirk ke masyarakat Solsel melalui pendistribusian ke PLN. “Bahkan kita akan terkoneksi dengan jaringan PLN wilayah Sumatera,” terangnya. Dampak positif lainya, Supreme Energy juga akan mulai melakukan rekrutmen tenaga kerja pada Januari 2017 seiring dengan rencana pengeboran sumur pengembangan yang diperkirakan Maret 2017. “Ketika memasuki tahap produksi kami akan membutuhkan setidaknya 400 tenaga kerja lokal dan paling besar untuk tenaga konstruksi,” katanya. Akan tetapi, tambahnya jumlah kebutuhan tenaga kerja bisa saja bertambah setelah pekerjaan dimulai supaya pelaksanaannya juga cepat selesai. Dia menyebutkan untuk kebutuhan tenaga kerja seperti yang memiliki kemampuan khusus sekitar 20-30 orang, semi kemampuan 100-200 orang, tanpa kemampuan 40-50 orang serta petugas keamanan 10-20 orang. Untuk tenaga kerja, dibagi sesuai pekerjaan yaitu di lokasi “rig” satu dan “rig” dua dengan kebutuhan yang sama serta untuk konstruksi. Saat eksplorasi, sebutnya pihaknya mempekerjakan sekitar 300 orang dan pada tahap konstruksi ini jumlahnya bisa mencapai 600 orang lebih dan diprioritaskan warga lokal. Ia menjelaskan pembangunannya nanti akan diberikan pada satu kontraktor dan selanjutnya ia melakukan rekruitmen sub kontraktor dalam pelaksaan konstruksi. Sebagai penyalur tenaga kerja nantinya, sudah dibentuk komite yang terdiri dari pejabat nagari serta tujuh penasihatnya dan setiap kontraktor bisa meminta kebutuhannya ke komite untuk diseleksi.*(h/jef)* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
