> "Dari mana dik ?" "daa..rii Jee..pang". tua suaranya.....:). Kita > kembali, begitulah saudara, gunakan waktu.
Assalamu'alaikum.w.w. ... kita sambung sampai tamat.... Kita kembali, begitulah saudara, gunakan waktu. Barulah yang kedua, "fasa'atu yuhaasibu fiha nafsah". Yang kedua gunakan waktu untuk muhasabah. Mengintai-ngintai amalan kita, menghitung-hitungnya. Kalau seandainya malam ini mati, bisa ndak kira-kira. kira-kira lah. Tapi banyak yang berkata "ooo saya takut mati ustadz" "kenapa ?" "belum siap lagi" Eh. kapan mau siap ?. Mati ini tidak ada pemberitahuan, mumbang jatuah kalapo jatuah. Kapan mau siap agak-agak ?. Tak ada waktu lagi. Gunakan waktu yang tersedia. Malam-malam perbanyak amal. Siang sibuk...aaa...malam. Qur-an dibaca, sembahyang sunat juga dijaga jangan tinggal. Jangan nanti sesudah mati, kaum keluarga sibuk menyuruh kita masuk surga. Mana ada waktu lagi. Kalau sudah mati waktu hidup tidak sempat beramal, kaum keluarga menyuruh kita masuk surga, dibacakan qur-an, tahlilan, buat acara do'a, disedekahkan uang. Eh tidak ada faedah, wong kita sendiri tidak mau masuk surga. Ditahlilkan, di sedekahkan, diqurbankan, di do'akan panggil urang siak, urang surau. ...siapa yang untung ?. Urang surau lah yang untung. Acara makan, kenduri. urang surau yang untung. Dek lah acok takah itu, kadang-kadang urang surau bergumam . "Tidak ada orang mati bulan ini"...:). Jadi kita yang mesti beramal, jangan membuat orang lain sibuk membaca fatihah lah. macam-macam, ehh kita sendiri tak hendak masuk sorga. Kita waktu hidup ini stand by, orang tidak mendo'a tidak apa-apa, kita sendiri siapkan bekal. Ini ndak, orang sibuk.mendo'a, eh pahala belum tentu lagi....ikhlas sudah tidak ada, sudah lari. Datang hanya untuk makan saja, . mancaliak singgang ayam.. Hmm.. gadang singgang ayam nyo mah. Berdo'a pengen cepat-cepat. Urang siak pula lama. takuik beko tasingguang si pangka."ato snek se tuangku ?". Ko mato urang lah ka singgang ayam. aaa.. kan. Ikhlas sudah lari. Makanya kita yang beramal, mau masuk surga kita yang stand by. Jangan mengharapkan orang. Jangan harapkan anak-anak kita akan mendo'akan, jangan harap isteri kita, bagi perempuan jangan harap suami. Kalau isteri meninggal, berapa lama suami menangis ?, .... dua hari saja. Meleleh air mata, "sampai hati adinda meninggalkan kakanda".... dua hari saja. Masuk hari ketiga ?,... kering air mata, .... air liur pula meleleh..... mau kawin. Suami meninggal begitu juga. "Ustadz, kemaren ada pertanyaan" "Gimana ?" "Ada kawan saya, suaminya meninggal, dia pun bersumpah tidak akan kawin-kawin lagi, tiba-tiba kemaren ada orang yang meminang dia ustadz, . boleh tidak dia terima ?". Gimana,.... dulu bersumpah. Saya tahu bukan kawan dia, tapi dia sendiri...:)..pandai dia berbicara. Makanya lain kali perempuan bila suami meninggal jangan bersumpah-sumpah, diam-diam saja. Bila suami meninggal baca."Inna lillaahi wa inna ilaihi raaaji'uun". Sambung, "Allahumakh lufli khairan minhu". Itu do'anya. Jangan bersumpah-sumpah....:) . Bila suami meninggal baca "Inna lillaahi wa inna ilaihi raaaji'uun" "Allahumakh lufli khairan minhu". Apa maknanya ?. "Ya Allah gantikan aku dengan suami yang lebih canggih dari suamiku itu" ...aaa.... kan .... senang ...:).. Tapi kalau suami hidup jangan dibaca.. Bisa berabe... :). Kita kembali.. Sedikit lagi. Yang ketiga. gunakan waktu untuk bertemu dengan saudara-saudara, maksudnya adalah untuk berda'wah. "Ku anfusakum wa-ahlikum naara" Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Bahasan ini panjang, kita bahas di waktu yang lain. Yang keempat gunakan untuk mencari nafkah. Ini tidak perlu diajarkan lagi. nih.. tapi ada pula jenis lelaki yang tidak bertanggung jawab. Bersandar pada isteri. Ini tidak boleh, walau isteri bekerja sekalipun, tanggung jawab biaya keluarga ada di pihak suami. Kan sekarang banyak beredar pantun bagi yang mencari isteri, dek dakek jo limau manih. "Kalumbuak balai baru, babelok jalan ka kuranji" "Bialah capuak asa lai guru Tiok bulan tarimo gaji" ...:). .....yaa boleh-boleh saja, tapi bersandar pada isteri tidak boleh. Tanggung jawab nafkah keluarga ada di pundak suami. Dan ingat, ketidak berdayaan suami mencari nafkah adalah satu diantara syarat isteri boleh meminta cerai menurut hukum syara'. Berhati-hatilah. Isteri meminta uang suami dibolehkan, suami meminta uang isteri tidak boleh, kecuali disedekahkan pada suami. Berhati-hatilah dengan aqadnya. Bahkan Isteri mencuri uang suami... dimaafkan. Suami mencuri uang isteri terlarang. Suami yang bersandar pada isteri, akan ditanya dengan pertanyaan berat-berat di padang mahsyar nanti. . ....aaa. panjang pula bahasan ini.... kita bahas di lain kesempatan. Demikian saja dulu kita cukupkan . kita sambung pada waktu dan gelombang yang sama. Wabillahil hidayah wat taufiq Wassalam Padang, April 2008 Lab. Perancangan dan Konstruksi Mesin Fakultas Teknik Universitas Andalas Kampus Limau Manih Dr. Eng. Khairi Yusuf St. Sinaro. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
