Sanak Is dan Mantari Sutan ysh, Dasar-dasar pelaksanaan peradilan adat dapat kita lihat di dalam berbagai tambo. Hukum materialnya adalah Undang-undang 20, ditambah dengan dengan hukum formalnya berupa ketentuan tata cara serta persyaratan hakim dsb. Hal ini menunjukkan pada masa lampau peradilan adat dilaksanakan semestinya dengan adanya dasar-dasar penuntutan, dakwaan, dan bentuk-bentuk keputusan. Penyelesaian perkara berjenjang naik bertangga turun, dan bila sampai ke negeri maka penyelesaiannya dilakukan oleh urang ampek jinih. Sehingga saya memperkirakan bila yang bertindak sebagai hakim adalah penghulu suku, jaksa adalah monti, dan pelaksana eksekusi adalah hulubalang. Jabatan-jabatan ini adalah jabatan profesional, bukan jabatan sako, sehingga sebenarnya tidak pantas diturunkan kepada kemanakan. Memang benar penyelesaian perkara hukum di balairungsari bukanlah terakhir 1 abad yang lampau. Setidaknya di Sulit Air saya mendengar pernah ada peradilan untuk pelaku perzinahan di sekitar pertengahan tahun 1960-an. Pada tahun 1950-an Buya Zainal Abidin Ahmad juga pernah melakukan gugatan di balairungsari, dst. Sekiranya di tempat lain juga begitu. Sejak baliak banagari, sekarang ini peran-peran 'peradilan lokal' juga sudah ditangani langsung oleh Wali Nagari. Namun saya ingin menyebutkan sistem peradilan adat, yang menggunakan dasar-dasar hukum adat dan dilaksanakan dengan tatacara adat secara seutuhnya, mungkin masih menjadi harapan. Saya coba flashback sedikit. Sejak tahun 1974 sebenarnya telah dilakukan uniformitas sistem pemerintahan negeri/desa, yang tidak memperdulikan sistem asli setempat. Mundur lagi, sekitar 1966an dibangun struktur vertikal, sistem asli sudah goyah. Lalu mundur lagi, sekitar 1912 (?, mohon bantuan sanak Suryadi), mulai diperkenalkan sistem ke-WaliNagari-an. Saya kira ini sejalan dengan penerapan Decentralisatie Wet 1903. Mundur lagi beberapa puluh tahun ke belakang, diperkenalkan sistem Angku Lareh, dst. Hingga sebenarnya tatanan 'urang ampek jinih' yang sebenarnya adalah struktur asli pemerintahan negeri sudah mulai melemah dan terus melemah. Pada masa dulunya, sistem peradilan adat adalah lembaga tertinggi hukum di setiap negeri yang bukan merupakan subordinasi dari lembaga apa pun. Saat ini dengan baliak kito banagari, saatnya disusun tali nan tigo sapilin, tungku nan tigo sajarangan; yang saling berkoordinasi namun bukan saling bersubordinasi. Sehingga mungkin dapat disusun suatu formasi: Wali Nagari (eksekutif), KAN (yudikatif), dan BMN (legislatif). Setidak-tidaknya KAN bisa memperkuat posisi yudikatifnya dalam kondisi sistem sekarang ini. Demikian sementara waktu sanak, maaf kalau kurang tersusun dengan baik. Wassalam, -datuk endang
Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ambo kiro bukan di Minangkabau peradilan adat yang hilang seabad. Bukankah adat salingka nagari? Di kampuang ambo, sistem peradilan adat masih ado. Memang indak bantuak sistem pengadilan kito atau amerika sinan. Cuma manuruik ambo, prinsipnyo dasarnyo tapanuhi. Ado dakwaan, persidangan, pembelaan, dan putusan. Ambo pernah terlibat soal perebutan sebidang tanah antaro suku ambo jo suku ayah ambo (lengkapnyo...). Karano namonyo adaik (custom, kecek sinane), memang kesepakatan nan paralu. Untuang sado pihak bisa manarimo. Walaupun sabananyo bisa se pihan nan indak pueh, dan mencoba mambao ka hukum positif RI di pengadilan negeri. Manyangkuik perkara pidana juo pernah ado, misalnyo ado anak kamanakan nan tatangkok mambongka gudang padi urang. Proses hukum positif tetap berjalan, nan urang tu dibao ka kantua polisi. Disidang pengadilan, kanai bara bulan di kantang situmbin. Proses paradilan adaik juo tatap berlangsung, dimano mereka langkok jo laki-laki saparuik manjadi kalompok nan tautang. Mereka batangguang jawab maurusi kapalo banda aia lurah sawah si korban salamo ciek musim tanam. Manuruik ambo, hukum adaik tataplah sabuah kesepakatan non formal dari masyarakatnyo. Indak usah dibao manjadi sebuah aturan hukum positif sagalo macam. Kalau katuju, sepakati dan diamalkan. Kalau indak, juo indak baa. Paliang dikecekan urang sakampuang. Cuekin sajo. Kalau tasingguang dek urang kampuang nan manggunjiangkan kito, laporan ka polisi dengan dakwaan Perilaku tidak menyenangkan. Manang dapek pitih. Kalah tambah mariangik. Wassalam ----- Original Message ---- From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, April 7, 2008 12:51:33 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: peradilan adat Assalammualaikum Wr Wb. Mak datuak Endang yang ambo muliakan, dari catatan nan mamak kamukokan ado nan menarik di ambo masalah peradilan adat, (Ambo bold catatan tambahan mak Datuak) " Setelah sekurangnya seabad peradilan adat ini hilang dari bumi Minangkabau" Apo kiro2 nan manyebabkan peradilan adat hilang sampai sa abad di bumi minangkabau ? Sakalian minta ijin ka mak datuak, untuak ma upload contoh penyelesaian pakaro adaik di www.cimbuak.net, mudah2an bisa jadi referensi bagi nagari nagari lain. Salam Is St Marajo 39+ www.cimbuak.net Kampuang nan jauah dimato dakek dijari --------------------------------- You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
