Berguru ke Klungkung, Kabupaten Terkecil di Pulau Bali  
Selasa, 08 April 2008   

Sim-Salabim, Selongsong Peluru Jadi "Permata"
Berjujur dengan kata, masyarakat Bali sebenarnya belum apa-apa. Namun karena 
kreatif, nyeni, dan berbuat sebelum orang lain memikirkan, jadilah warga pulau 
dewata itu luar biasa. Bayangkan, hanya dalam sekejap waktu, besi tua, perak 
bekas, kuningan rongsokan, dan selongsong peluru, mampu mereka "sulap" menjadi 
barang-barang bernilai emas dan permata. Lho, kok bisa?


"Yang pasti, jawabannya bukan karena sekadar kebutuhan hidup. Tapi lebih dari 
itu, beginilah orang Bali. Kami selalu berupaya untuk memberi warna dalam 
hidup, sambil tetap membina keseimbangan dengan Tuhan, Manusia, dan alam," 
tutur Wayan Jering (37), seorang guide yang mendampingi kami ketika berkunjung 
ke Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung, akhir pekan lalu. Desa Kamasan yang 
terletak lima kilometer sebelah selatan Smarapura (Ibukota Kabupaten 
Klungkung), atau sekitar 50 kilometer di sebelah timur Denpasar, merupakan 
penghasil berbagai kerajinan seni di Pulau Bali.

Kerajinan yang paling terkenal sejak doeloe di Kamasan sebenarnya adalah 
lukisan. Namun puluhan tahun terakhir, di desa wisata ini telah berkembang pula 
berbagai bentuk ukiran, termasuk selongsong peluru yang disulap menjadi 
barang-barang bernilai emas dan permata. Khusus untuk selongsong peluru yang 
dirubah menjadi barang kerajinan, awalnya, tidak pernah terpikir oleh 
masyarakat setempat. Namun karena datangnya tantangan dari sejumlah orang, 
termasuk dari seorang marinir veteran perang Timor Timur yang ingin selongsong 
peluru diubah menjadi barang kerajinan berseni tinggi, akhirnya para pengrajin 
di Kamasan termotivasi juga.

"Jujur saja dek, dulu saya memang tidak berfikir akan bisa merubah selongsong 
peluru bekas jadi ukiran bernilai tinggi. Namun karena ada tantangan dari 
seorang pemesan yang pensiuan marinir di Timor-Timur, akhirnya saya coba dan 
bisa," kata I Made Sumerta (50), seorang warga Kamasan yang dulunya merupakan 
perajin ukiran logam. Kini, karya-karya seni Sumerta telah berkembang. 
Selongsong peluru yang nyaris tidak bernilai menjadi indah di tangan Sumerta. 
Ia sendiri tidak percaya materi sederhana semacam itu bisa diubah menjadi 
kerajinan yang sangat diminati. 

Kita bisa menemui kisah Ramayana dan Mahabharata yang merupakan ciri khas 
ukiran Bali pada karya-karyanya. Atau, pembeli bisa memesan jenis ukiran 
tertentu sesuai selera. Tetapi tetap bercorak ukiran dan berteknik pahat Bali. 
Untuk menghasilkan karya seni yang lebih tinggi lagi, Sumerta sekarang hanya 
menggarap ukiran selongsong peluru. Di samping pesaing di bidang kerajinan ini 
hampir tidak ada, harganya juga lumayan mahal.  "Saya bisa sulap selongsong 
peluru bekas jadi barang bernilai emas dan permata. He.. He.." ucapnya tertawa 
lepas.

Sumerta sendiri adalah satu dari 326 Kepala Keluarga di Kamasan yang hidup dari 
hasil penjualan kerajinan (berdasarkan data Bappeda Klungkung), sedangkan warga 
lain, bekerja sebagai petani, jasa bisnis dan komunikasi. Namun usaha 
mendominasi, tetaplah di bidang kerajinan seni. Dengan usaha bidang seni ini, 
penduduk Kamasan yang terbagi ke dalam sepuluh banjar adat tampak hidup 
berkecukupan. Rumah-rumah tradisional Bali yang menjadi tempat tinggal mereka 
terawat dengan baik. Sarana jalan, listrik, air minuman telepon, juga telah 
menjangkau desa kecil ini. 

Beranjak dengan kondisi tersebut, Anggota Komisi B DPRD Payakumbuh yang 
berkunjung ke Desa Kamasan Besrama dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 
(UKM), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag), sempat 
melayangkan gagasan, bagaimana usaha-usaha kerajinan di Payakumbuh, dikemas 
seperti Desa Kamasan. "Kita kan juga banyak punya kerajinan dan UKM, tapi belum 
berkembang dengan baik. Ke depan, mungkin perlu dibuat kawasan-kawasan 
kerajinan seperti di Kamasan ini," kata Z DatuK Tuluh, Anggota DPRD dari PDI-P. 
(ajar rillah vesky)

 



© 2008 PADANG EKSPRES 
 


 




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke