Dari Merdeka.com:

Ini kronologi lengkap kekerasan terhadap muslim Rohingya di Myanmar 
Reporter : Pandasurya Wijaya 
<https://www.merdeka.com/reporter/pandasurya-wijaya/> | Selasa, 22 November 
2016 06:09

   - 
   - 
   - 
   - 4SHARES

[image: Ini kronologi lengkap kekerasan terhadap muslim Rohingya di Myanmar] 
Potret gizi buruk Muslim Rohingya di Myanmar. ©REUTERS/Minzayar 

Tiket pesawat Rp 699,000 bayar Rp 600,000 aja! Pergi.com yuk 
<https://www.pergi.com/promo/november/nowornever?utm_source=kln&utm_medium=InternalAds&utm_content=MobileReadMore>*Merdeka.com
 
- *Awal bulan lalu polisi Myanmar mengatakan kelompok militan Islam 
menyerang tiga pos penjaga di perbatasan Bangladesh hingga menewaskan 
sembilan aparat. Sejak peristiwa itu hingga kini sudah lebih dari seratus 
orang tewas dan ratusan lainnya ditahan oleh militer Myanmar. Sekitar 150 
ribu warga tidak mendapat bantuan pasokan pangan dan obat-obatan, puluhan 
wanita mengaku diperkosa dan lebih dari 1.200 rumah warga dibumihanguskan. 
Sekitar 30 ribu warga mengungsi.

Militer Myanmar kini melarang para relawan kemanusiaan dan jurnalis 
independen memasuki wilayah konflik di Negara Bagian Arakan atau lebih 
dikenal Rakhine yang dihuni mayoritas warga muslim etnis Rohingya.

Dikutip dari Time, Senin 921/11), berikut kronologi kekerasan terhadap 
muslim Rohingya sejak bulan lalu:

*9 Oktober:* Polisi mengatakan, tiga pos penjaga di perbatasan diserang 
oleh ratusan militan Islam, menewaskan sembilan aparat. Delapan penyerang 
dilaporkan kemudian tewas dibunuh aparat. Polisi segera mengatakan pra 
penyerang punya hubungan dengan kelompok bernama Organisasi Solidaritas 
Rohingya, kelompok militan yang sudah puluhan tahun tidak terdengar. 
Wilayah itu langsung dinyatakan dalam operasi militer kontraterorisme.

*Muslim Rohingya 2016 Merdeka.com*

*10 Oktober:* Bantuan kemanusiaan secara resmi ditunda. Pasukan militer 
dikerahkan ke wilayah Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung di Negara Bagian 
Rakhine. Di wilayah itu diperkirakan ada sekitar 162 ribu jiwa yang selama 
ini bergantung dari bantuan kemanusiaan PBB.

Dalam beberapa hari kemudian lebih dari 800 warga Buddha tiba di Ibu Kota 
Negara Bagian Sittwe. Lebih dari 1.200 warga muslim mengungsi dari desa 
mereka dan mencari
selanjutnya 
<https://www.merdeka.com/dunia/ini-kronologi-lengkap-kekerasan-terhadap-muslim-rohingya-di-myanmar-splitnews-2.html>
 



On Monday, November 21, 2016 at 1:39:22 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote:
>
> Berita internasinal ini kita masukkan ke Rantaunet untuk mengingatkan kita 
> kepada  Nasib Derita Beruntun yang dialami oleh Kaum Muslimin di Rohingya, 
> Negara Myanmar.
>
> Salam,
> -- MakN
>
>
>
> Senin 21 Nov 2016, 14:43 WIB
> Lebih dari Seribu Rumah Warga Rohingya Hancur Sejak Operasi Militer Myanmar 
> Rita Uli Hutapea - detikNews
> Share *0* 
> <http://news.detik.com/internasional/3350443/lebih-dari-seribu-rumah-warga-rohingya-hancur-sejak-operasi-militer-myanmar#>
>  Tweet 
>
> <http://news.detik.com/internasional/3350443/lebih-dari-seribu-rumah-warga-rohingya-hancur-sejak-operasi-militer-myanmar#>
>  Share 
> *0* 
> <http://news.detik.com/internasional/3350443/lebih-dari-seribu-rumah-warga-rohingya-hancur-sejak-operasi-militer-myanmar#>
>  5 
> komentar 
> <http://news.detik.com/internasional/3350443/lebih-dari-seribu-rumah-warga-rohingya-hancur-sejak-operasi-militer-myanmar#>
>  
> [image: Lebih dari Seribu Rumah Warga Rohingya Hancur Sejak Operasi 
> Militer Myanmar] pengungsi Rohingya (Foto: BBC World) 
>
> <http://news.detik.com/internasional/3350443/lebih-dari-seribu-rumah-warga-rohingya-hancur-sejak-operasi-militer-myanmar#>
>  
> <http://news.detik.com/internasional/3350443/lebih-dari-seribu-rumah-warga-rohingya-hancur-sejak-operasi-militer-myanmar#>
>  
> *Yangon,* - Memprihatinkan! Lebih dari seribu rumah di desa-desa Rohingya 
> di wilayah Myanmar barat laut dilaporkan telah hancur selama operasi 
> militer sejak Oktober lalu. 
>
> Laporan tersebut berdasarkan analisis citra satelit dari kelompok hak 
> asasi manusia, *Human Rights Watch* (HRW) yang dirilis hari ini, seperti 
> dilansir kantor berita *AFP,* Senin (21/11/2016). 
>
> Pasukan Myanmar telah diturunkan ke wilayah negara bagian Rakhine di 
> sepanjang perbatasan Bangladesh, yang banyak dihuni oleh warga muslim 
> Rohingya, sejak serangkaian serangan mematikan oleh terhadap pos-pos polisi 
> perbatasan bulan lalu.
>
> Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hingga 30 ribu orang telah 
> kehilangan tempat tinggal selama kekerasan yang terjadi sejak penyerangan 
> pos-pos polisi pada Oktober tersebut. Pasukan Myanmar telah menewaskan 
> hampir 70 orang dan menangkap lebih dari 400 warga Rohingya sejak kekerasan 
> yang dimulai enam pekan lalu itu. Demikian data yang disampaikan media 
> pemerintah Myanmar, namun menurut para aktivis, angka sebenarnya jauh lebih 
> tinggi. 
>
> Ratusan warga Rohingya yang telah lama mengalami penindasan oleh 
> pemerintah Myanmar, telah mencoba kabur ke negara tetangga Bangladesh sejak 
> kekerasan tersebut.
>
> Para saksi mata dan aktivis melaporkan, pasukan Myanmar telah membunuh 
> warga Rohingya, memperkosa kaum wanita dan menjarah serta membakar 
> rumah-rumah mereka. Namun pemerintah Myanmar membantah hal tersebut dan 
> tidak mengizinkan para pengamat internasional menyelidiki hal tersebut.
>
> Bahkan pemerintahan baru Myanmar yang dipimpin oleh peraih Nobel 
> Perdamaian, Aung San Suu Kyi, telah membantah tuduhan-tuduhan tersebut. 
> Disebutkan bahwa tudingan tersebut sebagai bagian dari kampanye penyebaran 
> informasi keliru oleh para "teroris".
>
> Upaya verifikasi secara independen di lokasi pun tak bisa dilakukan, 
> karena adanya larangan bagi para jurnalis untuk meliput dan susahnya 
> badan-badan kemanusiaan menjangkau wilayah tersebut.
>
> Menurut HRW, pihaknya telah mengidentifikasi 820 bangunan dihancurkan di 
> lima desa Rohingya antara 10-18 November, dengan menggunakan citra satelit. 
> Secara total, menurut HRW, analisis satelitnya menunjukkan 1.250 bangunan 
> rata dengan tanah selama operasi militer Myanmar sejak Oktober lalu.
>
> Namun pemerintah Myanmar menyatakan, hanya kurang dari 300 rumah yang 
> hancur dalam serangan para militan yang ingin "menebar bibit kesalahpahaman 
> antara pasukan pemerintah dan rakyat".
>
> Maraknya kembali kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar barat ini 
> mengingatkan kembali pada gelombang kekerasan di wilayah itu pada tahun 
> 2012 silam. Saat itu, lebih dari 100 orang tewas dalam berbagai bentrokan 
> antara warga mayoritas Buddha dan warga minoritas Rohingya. Konflik itu 
> juga menyebabkan puluhan ribu warga Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi.
>
>
> *(ita/ita)*
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke