Pemred Republika yth,     Sebagai pembalas dari tulisan Sdr Syafii Maarif dalam 
Republika tgl 6 Des 2016, hlm 8, yang berjudul: "DIM, Apa kabar?", terlampir 
saya kirimkan tulisan saya: "DIM bukan DISB" yang sudah saya bikintgl 22 Nov 
2016 yl, yang saya lihat cocok untuk menanggapi tulisan Sdr Syafii Maarif tsb.  
  Saya akan senang sekali kalau tulisan saya itu dimuat di Republika.
Wassalam, Mochtar Naim, [email protected], 6 Des 2016.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Attachment: 161122 1 DIM VS DISB .docx
Description: MS-Word 2007 document

Kirim email ke