Slank dan Realitas Politik Taman Kanak-kanak (TK) : Sebuah Pelajaran Demokrasi 
Buat DPR Baru-baru ini santer terdengar berita mengenai para anggota Dewan 
Perwakilan Rakyat (DPR) yang merasa kebakaran jenggot dengan lirik-lirik sebuah 
group band legendaris di Indonesia, Slank, yang berjudul Gosip Jalanan dan 
berbunyi DPR tukang buat UU dan Korupsi.( kompas.com) Reaksi kepanasan yang 
diperlihatkan oleh DPR yang diwakili oleh wakil ketua, Badan Kehormatan (BK) 
DPR, Gayus Lumbuun, yang menyampaikan statemen-nya mengenai lirik-lirik yang 
diciptakan dan disampaikan oleh Slank tersebut dianggap telah menghina 
kehormatan DPR yang merupakan representasi dari perwakilan rakyat Indonesia. 
Bahkan yang bersangkutan juga berupaya menggeneralisasi hal tersebut dengan 
mengatakan bahwa lirik-lirik dalam lagu Slank tersebut telah menghina bangsa 
Indonesia.
 Sebenarnya lagu Gosip JalananI bukan merupakan lagu yang. Tadinya, lagu itu 
merupakan bagian dari album Slank yang berjudul PLUR (Peace, Love, Unity & 
Respect) dan telah dirilis pada 2005. Namun, dalam rangka mendukung usaha 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Slank kemudian memasukkan lagu tersebut ke 
dalam album Anti Korupsi, yang mereka berikan kepada KPK.
 Check and Balance
 Sekilas memang terkesan begitu ironis sekaligus memalukan (inappropriate) 
reaksi yang disampaikan oleh kalangan yang konon disebut "wakil rakyat" 
tersebut. Reaksi yang tidak seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang bermukim 
di "Istana Demokrasi" tersebut. Seharusnya mereka sudah tidak perlu lagi 
diajari mengenai nilai-nilai dan tata-cara berdemokrasi. Sebagian besar 
orang-orang yang mempelajari demokrasi mungkin sangat mafhum dengan hal yang 
dilakukan oleh group band Slank tersebut merupakan sebuah fenomena lazim di 
alam demokrasi atau dalam bahasa lain disebut dengan mekanisme "Check and 
Balance". Mekanisme tersebut merupakan sebuah instrumen yang dianggap efektif 
dalam rangka menyampaikan kritik dan masukan terhadap penguasa (Ruler) dalam 
jagad demokrasi. Mekanisne tersebut dapat dijalankan oleh individu atau 
kelompok masyarakat di suatu negara demokrasi. Oleh karena itu tampaknya para 
"wakil rakyat" di DPR perlu belajar lebih banyak lagi mengenai
 idiologi serta sistem pemerintahan di negara yang mereka naungi.
 Padahal, mungkin sudah milyaran mungkin trilunan rupiah uang rakyat yang 
dihambur-hamburkan oleh para anggota DPR yang katanya untuk kepentingan studi 
banding ke beberapa negara di belahan dunia. Tetapi, pertanyaannya apakah yang 
dilakukan mereka disana? Apakah cuma window shopping (baca : belanja) dan 
refreshing (baca: jalan-jalan), atau sesuatu yang lebih ekstrim lagi mereka 
tidak mampu untuk mencerna serta menjalankan tugas yang seharusnya mereka 
lakukan dengan baik, wallahua'lam.
 Kurang Kerjaan ?
 DPR sebagai pengemban amanat mulia dinegeri ini seharusnya lebih banyak 
belajar dan bercermin diri. Bukankah mereka telah dibekali dengan amanat serta 
otoritas yang besar sebagai legislatif. Seharusnya mereka bersikap lebih vokal 
terhadap para parasit (baca: koruptor) yang setiap detik menghisap darah dalam 
nadi bangsa ini. Masih banyak hal-hal yang musti dibenahi seperti carut-marut 
dunia hukum dan peradilan yang belakangan marak dibicarakan di negeri ini. 
Korupsi dinegeri ini menjadi sangat sulit diberantas karena didalangi oleh oleh 
aktor yang licin sekaligus diperparah dengan korupsi berantai yang dilakukan 
oleh mafia hukum dan peradilan (baca: jaksa dan hakim).
 Oleh karena itu, rakyat mungkin akan sangat senang dengan kinerja "wakil 
rakyat" yang bisa menghapus sekaligus memberantas parasit yang tengah 
menjangkiti tubuh bumi pertiwi yang merupakan tempat bernaung para rakyat yang 
diwakili oleh para anggota DPR tersebut. Maka, mulai dari sekarang semestinya 
DPR mulai untuk belajar bagaimana cara mengerjakan tugas mereka secara baik dan 
benar. Jangan sampai kelihatan seperti kurang kerjaan ditengah bergelimangnya 
permasalahan yang menjalar keseluruh dimensi kehidupan dinegeri ini.
 Saran penulis untuk dimasa mendatang, sebaiknya seluruh rakyat negeri ini yang 
berniat untuk menjadi anggota DPR untuk lebih berpikir jauh lagi. Karena ini 
merupakan pekerjaan yang sangat berat sekaligus mulia. Jangan sampai ajang 
pemilu 2009 nanti mengalami hal yang sama seperti pada masa sebelumnya, yakni 
orang-orang berlomba-lomba untuk menggapai jabatan politik demi mencapai 
kepentingan pribadi dan kelompok yang mereka wakili, tanpa sepenuhnya menyadari 
bahwa tugas berat dan mulia untuk menyelamatkan bangsa ini dari ketertinggalan 
dan keterpurukan adalah jauh lebih mulia daripada yang mereka lakukan terhadap 
diri pribadi dan kelompok mereka.


baca juga artikel menarik lainnya di situs asrama mahasiswa sumatera barat 
"merapi singgalang" yogyakarta


http://mersi.wordpress.com


 

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke