Mengharapkan JG jadi cawapres Jokowi pada pilpres 2019 bisa dikatakan sebagai "menggantang asap" atau "wishful thinking" mengingat PSI baru pertama kali lolos sebagai partai peserta pemilu. Artinya, belum teruji kemampuannya untuk memperoleh jumlah suara yang cukup untuk lolos "parliamentary threshold" pada pemilihan umum legislatif yang akan diselenggarakan serentak dengan pemilihan presiden nanti. Bahkan partai2 yang dipimpin oleh tokoh-tokoh yang sudah malang melintang sejak masa Orde Baru yang lalu yaitu PBB (Yusril Ihza Mahendra) dan PKPI (AM Hendropriono) terbukti gagal masuk parlemen pada pileg yang lalu. Membuat pertimbangan bahwa JG telah malang melintang dalam dunia perpolitikan di Indonesia bisa dinilai terlalu berlebihan. Kenapa? Karena posisi JG dalam partai dan organisasi sosial yang dikecimpunginya: Muhammadiyah, PAN, Golkar, Nasdem, bukanlah posisi kunci atau yang menentukan. Sebagian orang justru melihat fenomena ini sebagai faktor negatif: JG adalah seorang "kutu loncat" atau "oportunis"
Diperkirakan yang akan dipilih sebagai cawapres Jokowi adalah seorang tokoh yang dapat meningkatkan elektabilitas beliau pada Pilpres 2019. Jusuf Kalla dijadikan cawapres menghadapi Pilpres 2014 yang lalu a.l.karena popularitas beliau dalam Golkar dan beberapa kelompok Muslim. Sekarang ini banyak tokoh2 parpol besar berdasarkan jumlah kursi di DPR yang berpotensi jadi cawapres seperti Erlangga Hartanto, Muhaimin Iskandar, dll. Oleh karena itu sebaiknya tidak terlalu mengharapkan JG untuk jadi cawapres juga. Salam FMNS DKI Jakarta On Mar 9, 2018 9:26 PM, "Alec Sutaryo" <[email protected]> wrote: > Sumber naskah: > https://cestarweb.wordpress.com/2018/03/05/jeffrie-geovanie-psi-jokowi/ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
