Dari Padang Ekpress, (2 berita)
Baru baruko cukuik hanget di media TV, adonyo kapalo daerah nan kanai 
hariak dek SBY, karano lalok wukatu SBY pidato.
Rupono nan diawak pulo ciek dari tigo urang nan ditegur SBY. (SBY 
langsuang manjagokan nan takalok ko)
Salam
Is St Marajo 39+ 

Tayangan Bupati Tidur Menuai Pro-Kontra 
Kamis, 10 April 2008 
Arius Sampeno : Ini Memalukan Daerah!
Limapuluh Kota, Padek-- Munculnya wajah atau tayangan Bupati Limapuluh 
Kota Amri Darwis sedang tidur saat Presiden SBY memberi pembekalan kepada 
peserta Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah di Lembaga Ketahanan 
Nasional (Lemhanas), Selasa (8/4), menuai pro dan kontra di tengah-tengah 
masyarakat. Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota Arius Sampeno Datuk Sinaro Nan 
Garang menilai, 
munculnya wajah Bupati Amri Darwis sedang tertidur ketika Presiden SBY 
berpidato, sebagaimana ditayangkan sejumlah televisi swasta, jelas 
memalukan. "Bukan hanya memalukan pribadi Amri Darwis selaku bupati. Namun 
juga memalukan daerah ini. Apalagi acara masih pagi, kenapa Bupati 
bisa-bisanya cepat mengantuk," ujar Arius Sampeno kepada Padang Ekspres, 
Rabu (8/4). Karenanya, politisi senior dari PPP ini meminta Bupati Amri 
Darwis, agar segera memberi klarifikasi ataupun keterangan kepada publik, 
khususnya rakyat Kabupaten Limapuluh Kota yang telah memberi amanah. 
"Lantaran peristiwa ini sudah diketahui sebagian besar warga, maka Bupati 
meski memberi penjelasan resmi," saran Arius. Namun berbeda dengan Arius 
Sampeno, anggota DPRD dari Partai Golkar Ferizal Ridwan dalam komentar 
yang dikirim lewat short message service (SMS), justru mengatakan, agaknya 
benar kata orang pintar, bahwa negeri ini dalam keadaan sakit. Kealpaan 
seseorang saja, bisa mengalahkan topik pemberitaan media massa tentang 
kelangkaan BBM dan masalah nasional lainnya.
"Saya heran, masak kealpaan seseorang bisa mengalahkan topik penting yang 
ada di negeri ini? Kenapa karena bupati tertidur, tiba-tiba perhatian 
publik jadi hilang terhadap masalah kelangkaan BBM, mahalnya minyak 
goreng, atau pejabat yang takut karena diuber-uber penegak hukum," kata 
Ferizal Ridwan. Dia juga menilai, apa yang disampaikan Presiden SBY ketika 
menegur kepala daerah kalau dicermati, sebenarnya bukanlah sebuah hal baru 
dan menarik. Karenanya, Ferizal mengatakan, bisa jadi di tengah kebekuan 
protokoler yang sempit dan orang-orang yang serba mengangguk ataupun 
menjilat, para bupati yang hadir dalam acara Lemhanas, mencoba membuat 
sensasi dan warna lain. "Karena ada orang bilang, bila ingin tenar di 
dunia ini, buatlah apa yang tidak dilakukan orang. Paling tidak, kencingi 
telaga zam-zam, biar heboh orang sedunia," ucap Ferizal Ridwan.
Meskipun demikian, dengan praduga baik, Ferizal Ridwan menilai, bisa jadi 
Bupati Limapuluh Kota yang ditayangkan tidur ketika SBY sedang pidato, 
amat enjoy dalam menjalankan tugasnya. Mungkin juga beliau memang tidak 
ada beban dan sakit sekalipun.  "Walau begitu, Amri Darwis tetap harus 
menjadikan teguran presiden untuk memperbaiki kinerjanya," tegas Ferizal. 
Di sisi lain, Bupati Amri Darwis ketika dikonfirmasi wartawan secara 
terpisah, menyangkal dirinya tidur ataupun tertidur ketika Presiden SBY 
sedang berpidato di Lemhanas. Bahkan, dia mengaku mencatat item-item 
penting pidato SBY, termasuk ketika sang presiden marah kepada bupati yang 
tidur. (*)
Ketika Bupati Amri Darwis Bantah Molor di Lemhanas, "Kalau Tidak Percaya, 
Tanyakan Sama..." 
Kamis, 10 April 2008 
Disebut sebagai satu dari tiga kepala daerah di Indonesia yang tidur 
ketika Presiden SBY sedang berpidato, Bupati Limapuluh Kota Amri Darwis, 
rupanya gusar juga. Apalagi sejumlah televisi swasta dengan jelas 
menayangkan wajahnya sedang menunduk dengan raut mata terpejam. Lantas, 
benarkah sang bupati tertidur pulas?  "Kawan-kawan boleh percaya atau 
tidak. Yang pasti, saya sungguh tidak tidur ketika Pak SBY berpidato di 
hadapan peserta Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah di Lembaga 
Ketahanan Nasional (Lemhanas)," aku Amri Darwis ketika ditemui Padang 
Ekspres, Rabu (9/4).
Ketika itu, Amri Darwis baru saja menerima kedatangan Kapolres Limapuluh 
Kota AKBP Benny Setyawan, Kapolresta Payakumbuh AKBP Ermi Widyatno, dan 
seorang petinggi Polda Sumbar di ruang kerjanya. Usai pertemuan, barulah 
dia menerima wartawan. Mengawali pembicaraan, Amri langsung bercerita 
dengan antusias. Dia mengatakan, ketika melihat tayangan sebuah televisi 
swasta pada Selasa (8/4), hatinya merasa senang. "Saya ngomong sama ibuk 
(istrinya), ternyata wajah saya banyak juga keluar di layar kaca. Lalu ibu 
nyeletuk, mungkin bapak ganteng," ucap anak mendiang Bupati Darwis Taram 
ini.
Sebelum menyaksikan tayangan tersebut, Amri juga sempat berpikir dalam 
hati, jangan-jangan kameramen yang meliput acara di Lemhanas adalah putra 
Luhak Limopuluah. "Soalnya, kamera sering diarahkan kepada saya dan pak 
Josrizal (Wali Kota Payakumbuh). Makanya saya senang saja dan berpikir 
begitu," sebut Amri. Namun alangkah kagetnya Amri Darwis, saat mengetahui 
jika wajahnya dimunculkan sejumlah televisi swasta, bukan karena 
pemberitaan ataupun citra positif. Melainkan terkait dengan kemarahan 
Presiden SBY, melihat tingkah kepala daerah yang tidur pulas dalam acara 
pembekalan.
"Aduh, saya sungguh tidak menyangka, kok tayangannya justru bisa begitu? 
Akhirnya, baru saya dapat hikmah, ternyata kita memang tidak boleh sombong 
atau cepat puas dulu. Toh buktinya, ketika awal-awal saya senang muncul di 
televisi. Tak tahunya, kemunculan itu justru dikaitkan dengan bupati yang 
tidur dalam pidato presiden," tutur Amri didampingi Jubir Pemkab Limapuluh 
Kota Abrar Nurhasan. Padahal, sambung Amri, bupati yang ditidur dan 
ditegur SBY itu bukanlah dirinya.  "Kalau tidak percaya, silahkan tanya 
sama Pak Nasrul Abit (Bupati Pesisir Selatan) yang hadir dalam acara itu, 
atau Pak Josrizal Zain yang duduk tidak jauh dari bupati yang ditegur 
presiden," aku pria berkacamata ini.
Bukan Pengidap Diabetes
Nah, jika Amri benar tidak tertidur dalam acara tersebut, lantas siapakah 
bupati yang dihardik Presiden SBY? Menurut Amri Darwis, dirinya juga lupa 
nama bupati tersebut. Soalnya, peserta Forum Konsolidasi Pimpinan 
Pemerintah Daerah di Lemhanas cukup banyak. Terdiri dari angkatan I dan 
angkatan II. Angkatan I jumlahnya 52 orang, angkatan II 86 orang. Amri 
sendiri mengaku masuk angkatan I. Selama berada di dalam ruangan, Amri 
Darwis mengaku selalu mencatat poin-poin penting pidato SBY. Cuma saja, 
karena kursi yang disediakan tidak seperti bangku kuliah (punya meja 
tulis), terpaksalah Amri mencatat agar merunduk. 
"Mungkin ketika saya merunduk inilah, kawan-kawan kameramen yang berada 
pada bagian kanan, mengira saya tertidur. Sehingga  langsung merekam 
gambar saya," ujar Amri sambil memperlihatkan kertas putih yang dia pakai 
untuk mencatat poin-poin penting pidato SBY. Seperti belum puas dengan apa 
yang sudah ia sampaikan, Amri lalu memperkuat pula keterangan Gubernur 
Lemhanas Muladi. Di mana Muladi mengatakan kepada wartawan, jika kepala 
daerah yang ditegur Presiden itu adalah penderita diabetes, sehingga suka 
mengantuk.  "Sementara saya ini bukanlah seorang penderita diabetes," 
tegasnya mengakhiri. Lantas, manakah yang benar? Wallahualam bi Shawab! 
(***)


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke