Mungkin ini perlu jadi bahan masukan utk para tokoh, pemimpin & wakil rakyat.
Mau dibawa kemana Sumbar ini nantinya.
Salam 
NRM 
  
HEADLINE NEWS   
Sabtu, 12 April 2008    


 

Arah Pembangunan Sumbar Belum Fokus

 Active Image <http://www.padangekspres.co.id/images/stories/12_hl_1.jpg> 
Padang, Padek-- Masukan untuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 
Sumbar terus mengalir. Kali ini datang dari tokoh Sumbar yang pernah memegang 
peranan strategis dalam kabinet, Prof Dr Emil Salim. Secara konsep, Sumbar 
diarahkan sebagai provinsi terkemuka berbasis Sumber Daya Manusia (SDM) tahun 
2005-2025. Menurut Emil, hingga tahun 2005 pembangunan Sumbar menonjol di 
sektor infrastruktur. Sementara daerah yang bertumbuh dengan cepat dilihat dari 
pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita dan angka harapan hidup. "Sepanjang 
tahun 2000-2005 daerah yang bertumbuh ekonominya dengan pesat adalah Kabupaten 
Padangpariaman, Pasaman, Kota Padang, Bukittingi dan Pariaman 

Secara kuantitas pertumbuhannya diatas 5,6 persen per tahun," ujarnya dalam 
diskusi panel di gedung DPRD Sumbar, Jumat (11/4). Pertumbuhan tersebut 
menurutnya didukung oleh kondisi geografis Sumbar. Sekarang, bagaimana caranya 
menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengelolanya dengan baik sehingga 
memberikan kontribusi untuk masyarakat. Arah pembangunan Sumbar menurutnya 
sudah bagus, tapi belum terfokus. Melihat potensi yang dimiliki Sumbar dan 
kondisi masyarakatnya yang heterogen, harusnya bisa menjadi kekuatan. "Terutama 
di sektor pertanian, kerajinan, keindahan alam dan budaya. Pengembangan SDM 
diprioritaskan dengan dukungan teknologi yang tepat guna," jelasnya.

Jika selama ini pendapatan per kapita yang berada di atas rata-rata provinsi 
dipegang oleh Kabupaten Solok, Padangpariaman, Padang, Sawahlunto, 
Padangpanjang dan Bukittinggi, tahun 2025 semua daerah maju merata. Ia 
menggambarkan secara makro masyarakat Sumbar tahun 2025 tumbuh berimbang 
ekonomi dengan sosial, budaya, agama dan lingkungan. Prediksi sederhana Emil, 
jika indeks pembangunan manusia (IPM) Sumbar tahun 2005/2010 berada di ranking 
9 nasional dengan indeks 71,2, maka tahun 2021/2025 bertumbuh menjadi 80,7 
persen atau berada di ranking 5 nasional. Tidak sampai di situ, ia juga 
mengharapkan peranan Sumbar dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta mampu 
menekan angka kemiskinan dan pengangguran dengan melibatkan peranan agama. 

Untuk bidang hukum dan pemerintahan ia menggarisbawahi, pembedaan fungsi 
pemerintahan dan lembaga perwakilan nagari di ranah publik dan fungsi Kerapatan 
Adat Nagari di ranah privat kaum. "Perlu adanya renaissance adat dan agama 
menjadi roh pembangunan masyarakat egaliter dan demokratis," tambahnya. Ia juga 
mengingatkan, perlunya melihat perkembangan yang terjadi di negara tetangga, 
khususnya China, India dan negara-negara ASEAN yang secara geografis atau 
historis memiliki hubungan dengan Sumbar. Sebagai langkah maju pengentasan 
kemiskinan di Sumbar pengaruh kawasan guna lahan, apakah itu untuk perkebunan, 
hutan lindung, budidaya atau tambang perlu diperhatikan. 

Menyikapi daerah yang rawan bencana, Emil mengingatkan untuk segera memetakan 
daerah kawasan rawan yang berpijak pada geologi dan sebaran struktur patahan 
dan topografi kekeringan. Sementara itu, Dr Bustanuddin Agus akademisi dan 
anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar menekankan, untuk perubahan visi 
dalam draft III RPJPD yang berbunyi Mewujudkan Sumbar yang Maju, Agamis dengan 
Pembangunan Manusia dan Lingkungan Hidup menjadi Sumbar Sejahtera dengan Adat 
Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Singkatnya, ciri ABS-SBK 
perlu masuk dalam segenap aspek pembangunan ekonomi, hukum, pendidikan, 
pariwisata dan seterusnya, tidak pada bidang agama dan budaya saja. (dy)


© 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar 

 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke