Bissmilahirahmanirahim,..
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, sanak sapalanta kasadonyo

Diskusi ini sangat menarik untuk kita teruskan dengan  saling
memberikan cakrawala pemikiran yang lebih matang, sebagai orang yang
beragama Islam yang mempunyai ranah Minang, tentu kita tidak mau ranah
kita menjadi tempat penyebaran Kristen, Acara Katedral Padang ini
telah memberi peluang kepada mereka untuk berbuat kearah itu.

Mari kita samakan persepsi kita, lebih jauh kita dapat dengan jernih
untuk menanggapinya, berikut saya sampiakan beberapa tulisan
mudah-mudahan bermanfaat.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Muhammad Yamin Bagindo Chaniago (45), Palembang

"Lihatlah apa yang disampaikannya, dan janganlah lihat siapa yang
menyampaikannya"



Pandangan Islam :

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga
kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah
itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti
kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak
lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu" [Al Baqarah :120]

"Artinya :    ...Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai
mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran),
seandainya mereka sanggup..." [Al Baqarah :217]

Oleh karena itu, mereka mengerahkan segenap kemapuan untuk menembus
negara Islam dengan berbagai cara, antara lain menghembuskan
keragua-raguan dan kemelut berfikir (Ghazwul fikr). Mereka melakukan
hal ini tanpa memperdulikan agama. Mereka digerakkan oleh gereja, rasa
dengki, dan rasa benci dalam mengerahkan kemampuan dan kesungguhan
untuk melakukan perusakan.

Yang harus dikerahkan adalah kesungguhan memberikan arahan serta
peringatan kepada para pemimpin dan ulama kaum mulsim serta menghadapi
kesungguhan musuh-musuh Islam dengan kesungguhan setimpal, karena umat
Islam merupakan umat yang memikul amanat dan menyampaikan dakwah
Islam. Apabila kita dapat memenuhi keinginan masyarakat Islam untuk
mempersenjatai putra putri kaum muslimin dengan ilmu sejak kecil, maka
kita tidak perlu khawatir sedikitpun menghadapi mereka dengan izin
Allah, selama putra putri muslim berpegang kepada agama Allah,
mengagungkannya, mengikuti syariatnya, dan memerangi apa saja yang
bertentangan dengannya. Bahkan sebaliknya, putra-putri Islam akan
membuat takut musuh-musuhnya, karena Allah berfirman.

" Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah,
niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" [Muhammad :7]

" .. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit
pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah
mengetahui segala apa yang mereka kerjakan [Ali Imraan :120]

Banyak ayat-ayat yang semakna dengan ayat-ayat ini, faktor yang paling
penting untuk menghadapi golongan ini ialah menyiapkan generasi yang
memahami Islam secara benar dan menyempurnakan pemahaman generasi ini
melalui arahan dan bimbingan dalam keluarga, berbagai cara pengajaran,
media-media masa dan pembangunan masyarakat.

Selain itu juga peran pemimpin-pemimpin Islam dalam memberikan arahan
dan bimbingan serta menggiatkan amal yang bermanfaat, selalu
mengingatkan manusia mengenai hal yang bermanfaat bagi mereka dan
membangun aqidah dalam diri mereka. Allah berfirman.
"Artinya :  ...Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi
tenteram" [Ar-Rad : 28].

Tidak diragukan lagi bahwa mengabaikan cara-cara musuh Islam menembus
negeri Islam melalui kebudayaan dan pengetahuan akan menjatuhkan kaum
muslimin dari agamanya sedikit demi sedikit sehingga menimbulkan
banyak keburukan di tengah mereka dan meluasnya pengaruh musuh-musuh
Islam. Oleh karena itu, Allah memerintahkan segolongan mukmin untuk
bersabar dan meningkatkan kesabaran berjihad dengan segala cara,
sebagaimana difirmankanNya.

" Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah
kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan
bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung [Ali Imraan : 200]

" Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami,
benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan
sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik"
[Al Ankabuut : 69]


Pandangan Kristen :

Semua orang telah mafhum, agama Kristen adalah agama misi. Tentang hal
ini diterangkan dalam kitab Bibel. "Kata Yesus: Karena itu pergilah,
jadikanlah semua bangsa muridku doa baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19)

Dalam kitab Bibel itu juga, orang-orang Kristen dihalalkan menempuh
berbagai cara seperti menipu, pura-pura, berbohong dan lainnya agar
tujuan misi tercapai. "Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya
pelanggaran menjadi semakin banyak, dan di mana dosa bertambah banyak,
di sana kasih sayang karunia menjadi berlimpah-limpah" (Roma 5:20)

Berpegang pada dua dalil itu, tak heran jika umat Kristiani sangat
giat menyebarkan misi kristenisasi ke seluruh dunia tak terkecuali
Indonesia.


Mereka pun tak sungkan-sungkan menjalankan cara-cara yang keji, curang
dan menjijikan kepada umat lain. Meskipun aturan tentang penyebaran
agama telah dibuat, namun orang-orang Kristen tak pernah mau tunduk.
Bahkan, Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam
Negeri yang mengatur tentang tata cara penyebaran agama di Indonesia,
sering dilanggar.

Untuk itu, tak ada salahnya kita mengetahui cara, strategi dan taktik
yang dikembangkan mereka dalam memurtadkan kaum muslimin. Di bawah ini
dijelaskan beberapa taktik, strategi dan cara itu.

Sepuluh Taktik Pemurtadan:

1. Pemurtadan dengan cara kawinisasi.

Sasaran utama gerakan pemurtadan ini, kebanyakan para muslimah. Untuk
menikah, seorang pria Kristen biasanya pura-pura masuk Islam. Setelah
menikah, pria itu lalu mengajak pindah ke agama Kristen. Seperti
perbuatan yang dilakukan Agus (nama samaran) kepada Dona (nama
samaran). Untuk menikahi Dona, Agus, pura-pura masuk agama Islam.
Setelah nikah dan dikarunia satu orang anak, Agus memaksa Dona pindah
ke agama Kristen. Meskipun sempat tergoncang, namun akhirnya Dona
mampu lepas dari jebakan busuk Agus.

2. Pemurtadan dengan cara diculik, dihamili dan dimurtadkan.

Sasaran utama cara ini kebanyakan juga para muslimah. Hampir mirip
dengan cara pertama, bedanya cara ini lebih kasar dan keji. Para
muslimah langsung diculik, disekap, diperkosa kemudian dibaptis.
Selain itu, otak para muslimah itu pun dicuci lantas dijejali doktrin
Kristen hingga akhirnya ia membenarkan ketuhanan Yesus. Contohnya
kasus penculikan, pemerkosaan dan pemurtadan siswi Madrasah Aliyah
Negeri (MAN) Padang, Khairiyah Anniswah alias Wawah yang sempat
membuat heboh kota Padang beberapa waktu lalu. Setelah diculik, Wawah
diberi obat perangsang lalu diperkosa oleh seorang aktivis Kristen.
Karena tak berdaya, Wawah akhirnya di bawa ke gereja dan dibaptis.

3. Pemurtadan dengan cara menjanjikan pekerjaan, kursus atau beasiswa.

Sasaran tembak mereka biasanya muslim dan muslimah lulusan SMP/SMU
yang mengalami kesulitan mencari pekerjaan atau kepada mereka yang tak
mampu. Para aktivis gereja biasanya langsung menjanjikan sebuah
pekerjaan dan beasiswa secara gratis asal mau pindah agama. Seperti
yang dialami Heryanto. Pemuda yang sehari-hari mengajar ngaji
anak-anak di Manado itu, ditawari Edi Sapto pekerjaan dan beasiswa
kuliah di Jakarta. Sampai di Jakarta, pekerjaan yang ditunggu-tunggu
itu tak kunjung datang. Heryanto malah dipaksa pindah agama Kristen
dan diwajibkan mengikuti acara gereja dan kebaktian. Kini Yayasan Dian
Kaki Mas yang dijadikan tempat pemurtadan itu, sedang digugat warga
dan aparat pemerintah setempat. Karena mereka merasa telah ditipu
yayasan Dian Kaki Mas. (Lihat tulisan Babak Baru Pemurtadan).

4. Pemurtadan berkedok kemanusiaan di desa-desa terpencil.

Cara pemurtadan seperti ini dilakukan kepada orang-orang tak mampu
sambil memberi sejumlah makanan pokok dan keperluan sehari-hari
seperti beras, mie instant, gula, minyak, pakaian, obat-obatan dan
lainnya. Bantuan itu terus dilakukan, sampai mereka merasa tergantung.
Setelah orang-orang tergantung, mereka baru mengatakan bahwa bantuan
ini datang dari Tuhan Yesus, kalau mau terus mendapatkan bantuan,
mereka harus pindah ke agama Kristen. Pemurtadan seperti ini banyak
dijumpai di daerah-daerah terpencil dan miskin seperti Gunung Kidul
Yogyakarta, Klaten, Kalimantan dan lainnya.

5. Pemurtadan berkedok ulama atau keluarga ulama.

Modusnya, seorang aktivis Kristen mengaku-ngaku sebagai mantan ustad
atau keluarga ulama terpandang yang kemudian murtad. Tujuannya, untuk
meragukan keyakinan umat terhadap Islam dan selanjutnya membenarkan
doktrin Kristen. Kasus ini pernah terjadi di Padang beberapa waktu
lalu. Pendeta Willy Abdul Wadud Karim Amrullah mengaku-ngaku sebagai
adik kandung Buya Hamka. Karena ulah pendeta Willy, tak sedikit yang
percaya dengan kesaksiannya. Namun, setelah diteliti, ternyata Pendeta
Willy bohong besar. Salah seorang putra Hamka menyatakan sepanjang
hayatnya, ia tak pernah mempunyai paman yang bernama Willy Abdul Wadud
Karim Amrullah.

6. Pemurtadan dengan cara penyebaran narkoba.

Narkoba dan obat-obat terlarang lainnya disebar mereka ke para pemuda
baik ke anak SD, SMP, SMU bahkan sampai mahasiswa. Mereka terus
menjejali obat haram tersebut hingga para pemuda harapan bangsa ini
menjadi tergantung dengan obat-obatan itu. Kalau sudah demikian, para
pemuda itu dimasukkan ke tempat rehabilitasi untuk disembuhkan dari
ketergantungan obat. Di tempat rehabilitasi itulah, para pemuda yang
kecanduan obat itu dicuci otaknya, dimasukkan doktrin-doktrin Kristen.

7. Kristenisasi terselubung dengan mendirikan sekolah-sekolah teologi.

Sekilas lalu, sekolah-sekolah teologi ini memang tak ada masalah.
Kegiatan belajar-mengajar tak jauh beda dengan sekolah-sekolah tinggi
lainnya. Tapi, sejumlah pihak menyakini kristenisasi dijalankan secara
terselubung. Mereka mencontohkan Sekolah Tinggi Apostolos. Namun,
pengurus STT itu sendiri membantah adanya program kristenisasi. Tapi,
kalau dicermati lebih mendalam, dugaan adanya kristenisasi terselubung
itu ada. Konsentrasi STT Apostolos, pada studi islamologi dengan
jumlah mata kuliah sebanyak 36 SKS. Meliputi mata kuliah Pengantar
Studi Islam, Studi al Qur'an, Studi al Hadits, Filsafat Islam dan
lainnya. Bahkan, mereka juga mengundang sejumlah dosen berbagai
perguruan tinggi agama Islam. Seiring tujuan STT Apostolos untuk
mencetak pemimpin gereja masa depan yang mampu berdialog dengan dunia
Islam, sejumlah pihak menilai ada upaya lain untuk mengorek kelemahan
Islam terutama al Qur'an dan al Hadits.

8. Pemurtadan melalui surat-surat atau korespondensi.

Kristenisasi ini dilakukan melalui surat-menyurat. Surat itu berisi
sebuah buletin, mirip seperti buletin Islam yang sering dibagikan
setiap shalat Jum'at. Isinya membahas masalah perbandingan agama
dengan menitikberatkan pada pemutarbalikan tafsir al Qur'an dan al
Hadits. Dari ulasannya terkesan sekali mendukung doktrin ketuhanan
Yesus. Biasanya, surat itu hanya mencantumkan kotak pos. Menurut
Sekjen FAKTA, Abu Deedat, kristenisasi dengan gaya korespondensi ini
bertujuan mendangkalkan akidah umat Islam. Contohnya buletin "Habari
Lo Ilomata". Setiap terbit, buletin ini mencoba mengaburkan keyakinan
umat Islam dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan yang menggiring
untuk mendukung ketuhanan Yesus. Pada terbitan Ilomata edisi nomor 11
tahun 2001, dikutip ayat al Qur'an Surah an Nur ayat 34, "Dan sungguh
kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang menerangkan dan
sebagai perumpamaan dari mereka yang terdahulu sebelum kamu .", dari
situ dibuatlah pertanyaan-pertanyaan yang menggiring umat untuk
mengakui kebenaran Yesus. Pertanyaan itu, antara lain, kitab suci mana
yang dimaksud, yang menerangkan tentang orang-orang terdahulu sebelum
Nabi Muhammad Saw? Kemudian bagi mereka yang berhasil menjawab benar,
akan disediakan hadiah berupa Kitab Suci Injil. Tak hanya buletin
Ilomata, buletin serupa yang banyak beredar di tengah-tengah
masyarakat misalnya brosur "Rahasia Jalan ke Surga", "Membina
Kerukunan Umat Beragama", atau brosur-brosur Shirathal Mustaqim
seperti "Keselamatan", "Siapakah yang Bernama Allah", "Stop", "Injil
Barnabas".

9. Pemurtadan dengan cara menerbitkan buku-buku Kristen tapi berkedok
Islam.

Menurut Tim Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA), ada dua
target yang akan dicapai dari penerbitan ini. Pertama, target ke
dalam, untuk meneguhkan ajaran Kristen seolah-olah ajaran kristenlah
yang paling benar. Kedua, target ke luar, untuk mengelabui umat yang
masih dangkal pemahaman agamanya agar mau membaca buku-buku itu
kemudian membenarkan ketuhanan Yesus. Mereka menyakini, umat Islam tak
terlalu curiga terhadap misi mereka. Pendeta-pendeta Kristen sangat
produktif membuat buku-buku seperti ini. Puluhan bahkan ratusan buku
saat ini disinyalir beredar ke tengah-tengah masyarakat seperti buku
karya H Amos alias Poernama Winangun "Upacara Ibadah Haji", "Isa as
dalam Pandangan Islam", "Riwayat Singkat Pusaka Peninggalan nabi
Muhammad Saw", atau karya Danu Kholil Dinata seperti "Kristus dan
Kristen di Dalam al Qur'an". Dan "Jawaban Atas Buku Bibel, Qur'an dan
Science", Dialog Tertulis Islam-Kristen" karya Hamran Amrie.

10. Pemurtadan dengan meniru dan memakai idiom atau atribut Islam.

Pemurtadan dengan memakai atribut, dan idiom Islam tak asing lagi di
beberapa daerah seperti Yogyakarta, Jakarta, Minang, Sunda dan
lainnya. Tujuannya, agar kaum muslimin meragukan ajaran Islam dan mau
mengakui kebenaran doktrin Kristen. Di Kampung Sawah misalnya
orang-orang Kristen sudah terbiasa memakai atribut Betawi yang identik
dengan Islam. Laki-lakinya mengenakan kopiah dan sarung seperti orang
Betawi saat menjalankan shalat. Begitu juga yang perempuan, memakai
kerudung mirip none betawi habis pulang ngaji. Lain lagi di
Yogyakarta, mereka meniru adat kebiasan Islam seperti tahlilan,
mengucapkan assalamu'alaikum, pakai kopiah dan lainnya.





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke