Tarimo kasiah Dunsanak.
  Aspermato, MA

kabaMinang OnLine <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) }                Oleh : M. Sayuti 
Dt. Rj Pangulu, Sekretaris Umum LKAAM Sumbar
  
  Selasa, 15 April 2008 
  
http://www.padangekspres.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3133&Itemid=55
   
  Menurut ilmu nan taliti, tidur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disingkat 
KBBI pada halaman 943 mempunyai arti dalam keadaan berhenti (mengaso) badan dan 
kesadarannya dengan memejamkan mata. Ungkapannya berbunyi, siang untuk bekerja, 
malam untuk istirahat dan tidur. Tidur termasuk hak asasi manusia, dengan 
catatan waktu tidur tidak merusak hak asasi orang lain. Saat ini, tidur tidak 
lagi sekadar melepas lelah oleh manusia di rumah tangga, tapi sudah menjadi isu 
nasional atau masalah Negara. Dikatakan isu nasional bila tidur diperbincangkan 
dalam sebuah acara besar nasional.
   
  Dikatakan isu nasional bila tidur diperbincangkan dalam sebuah acara besar 
nasional. Dikatakan masalah Negara bila tidur sudah menjadi perhatian kepala 
Negara. Sebelumnya, penulis menyampaikan mohon maaf bahwa tulisan ini bukan 
untuk memojokkan siapa-siapa, tapi bertujuan untuk memantapkan pemahaman ajaran 
syara' mangato adat mamakai di ranah Minangkabau ini bagi anak kemenakan yang 
membutuhkan. 
   
  Salah satu contoh aktual ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) 
menegur beberapa orang dari 86 peserta Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintahan 
Daerah di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Selasa 8 April 2008. Peserta 
yang tertidur hanya beberapa orang, tapi hampir setiap peserta merasakan 
luluknya. 
   
  Bertemu dalam adat memakai, saikua kabau bakubang kanai luluak kasadonyo 
"seekor kerbau berkubang kena luluk (lumpur) semuanya". Presiden menegur 
peserta yang tertidur. Kegusaran Presiden terlihat dari ucapannya, "Bangunkan 
yang tidur itu! Kalau tidur di luar saja". Selanjutnya SBY kembali menumpahkan 
kejengkelannya, "Jangan main-main dengan tanggung jawab, berdosa, bersalah 
kepada rakyat, jangan lalai dalam melaksanakan tugas, dosa besar", dalam gambar 
kelihatan Bapak SBY mengepalkan tinjunya sambil berhenti sejenak berpidato. 
(dikutip dari media masa cetak terbitan Rabu 9 April 2008). 
   
  Beda lagi dengan Dt. Katumanggungan dan Dt Parpatiah Nan Sabatang menegur 
hamba rakyatnya ketika tidur. Mari ikuti materi berikut ini. Menurut syara' nan 
mangato disebutkan dalam imbauan azan subuh yang berbunyi, Ash-shalaatu khairum 
minan-nauum, artinya, shalat itu lebih baik daripada tidur. Ajaran syara' telah 
menjelaskan bahwa shalat lebih baik dari tidur. Imbauan syara' ini dilakukan 
pada waktu akan shalat subuh. Artinya, mulainya awal kehidupan manusia di dini 
hari dan atau di pagi hari untuk menghadapi kehidupan baru di siang hari sampai 
malamnya lagi. Tafsir bebasnya ajaran syara' ini mengatakan bahwa tidur di 
waktu subuh tanpa shalat subuh adalah buruk. Sedangkan bangun dan beramal di 
waktu subuh adalah baik. 
  Orang yang  tidur dikatakan dalam adat memakai rizkinya dicotok ayam. Sebab 
ayam lebih dulu bangun dari manusia. Walaupun ayam bagadang semalam suntuk, 
yang namanya ayam tetap terbangun di kala subuh sambil  berkokok sebagai 
pertanda membangunkan manusia agar bagun dari tidur. Kebiasaan ayam kalau ia 
akan diadu oleh tuannya (walaupun mengadu ayam tidak termasuk dalam ajaran 
syara' mangato), maka ayam selalu terbangun dan siap siaga dalam segala 
kemungkinan serangan lawannya.  
   
  Imbauan syara' ini lebih banyak diaplikasikan oleh "binatang berjenis 
burung". Bila kita ambil contoh kebiasaan burung walet, ia masuk rumah pukul 
18.30 senja, sedangkan ke luar rumah pukul 05.00 pagi. Kalau kita perhatikan 
burung walet ini hampir tidak tidur sepanjang masa. Walaupun waktu istirahatnya 
tersedia dari pukul 21.00 sampai pukul 05.00 pagi. Is terbang mencari makan ke 
sana ke mari. Tidak jelas lahan, ladang, sawah, kantor, bank atau pasar yang 
akan ditempuhnya. Akan tetapi ia tetap dijamin makanannya oleh Allah sebagai 
Maha Pencipta sekalian alam. 
  Karena ia tidak tidur.  Ia terbang kurang lebih 13.5 jam setiap hari dengan 
jarak tempuh 150 km per hari tanpa hinggap. Kegiatan itu terus dilakukan 
sepanjang hari selagi ia hidup. Hal ini  perlu menjadi perhatian kita semua 
sebagai amanah dari alam takambang jadi guru, alam terkembang menjadi guru".   
   
  Menurut adat nan mamakai, maka tidur ini sudah menjadi perhatian dua orang 
tokoh legendaris adat Minangkabau sejak dulu, yaitu Dt. Katumanggungan dan Dt. 
Parpatiah Nan Sabatang. Kedua pencipta dan pencetus kelarasan ini sudah 
mengukir sejarah kehidupan adat Minangkabau. Dt. Parpatiah Nan Sabatang 
pencetus kelarasan Bodi Caniago, sedang Dt. Katumanggunggan pencetus kelarasan 
Koto Piliang. 
   
  Dalam suatu rapat besar adat yang dipimpin kedua pemimpin besar adat tersebut 
di Minangkabau, ada beberapa orang peserta rapat yang tertidur. Lalu ada 
peserta yang lain menyampaikan kepada Dt. Parpatiah nan Sabatang bahwa ada 
peserta rapat yang tertidur. Dt. Parpatiah Nan Sabatang menjawab, bialah inyo 
tidua asa hatinyo indak lalok "biarlah dia tidur asal hatinya tidak lelap". 
Disampaikan pula kepada Dt. Katumanggungan, Dt. Katumanggungan menjawab, bialah 
inyo tidua, urang tidua makanan urang nan jago "biarlah dia tidur, orang tidur 
makanan orang yang jaga (bangun)".  
   
  Pada suatu ketika orang yang menginformasikan orang tertidur tadi pergi 
berkunjung ke rumah Dt. Parpatiah Nan Sabatang dan ke rumah Dt. Katumanggungan. 
Di rumah Dt. Parpatiah Nan Sabatang pengunjung ini melihat tempat tidur Dt. 
Parpatiah Nan Sabatang  terbuat dari pelupuh bambu dan bantalnya adalah buah 
kelapa masak. Pengunjung ini bertanya kepada  Dt. Parpatiah nan Sabatang,  
"Kenapa tuanku sebagai pemimpin besar adat tidak memakai tempat tidur yang 
bagus dan menyenyakkan"? Dt. Parpatiah Nan Sabatang menjawab, "tempat tidur 
saya seperti ini supaya pemimpin tidak boleh tidur terlalu nyenyak, dengan 
tempat tidur seperti ini saya setiap menggeliat di waktu tidur akan terbangun, 
karena punggung saya akan terjepit pelupuh bambu dan terasa sakit. 
   
  Sedangkan buah kelapa, setiap saya menyandarkan kepala, maka kepala saya 
terjatuh, dengan demikian saya tidak akan tertidur nyenyak, sehingga  pikiran 
bangun saya akan digunakan untuk memikirkan hamba rakyat". Selanjutnya 
pengunjung tadi pergi ke rumah Dt. Katumanggungan. Pengunjung ini melihat 
tempat tidur Dt. Katumanggungan serba mewah. Pengunjung ini bertanya, "kenapa 
tempat tidur Datuk Katumanggungan terlalu mewah"? Dt. Katumanggungan menjawab, 
"agar tidur saya nyenyak dan mendapat mimpi dari yang khalik untuk membangunkan 
rakyat, dan juga kalau tidur saya puas, maka di siang hari saya tidak akan 
tertidur dan pikiran bangun saya digunakan seutuhnya untuk rakyat". 
   
  Tulisan ini untuk diamalkan sacaro syara' nan mangato, untuak diarifi sacaro 
adaik nan mamakai, sarato dianalisis dek ulemu nan taliti. (diamalkan secara 
syara' yang mengatakan, untuk diarifi secara adat yang memakai, serta 
dianalisis oleh ilmu yang teliti). *** 



  No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.13/1377 - Release Date: 14/04/2008 
9:26




 between 0000-00-00 and 9999-99-99       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke