Tak seorangpun terlepas dari penderitaan
Oleh : K Suheimi
Suatu ceritra yang menggelitik dan jadi bahan renungan adalah sewaktu saya
mendengar Radio Classy dengan judul Jangkrik dan uang logam.
Ceritra ini di olah oleh Yanti, dia rajin, sebulan yang lalu kebetulan
melahirkan di Rs Bunda. Dan saya minta izin untuk ini disampaikan pada pembaca
saya, semoga ada hikmah dan manfaatnya, selamat menikmati.
Suatu ketika ada seorang ibu yang sangat berduka , karena anak satu-satunya
mati. Sembari membawa jenasah anaknya, wanita ini menghadap Sang Guru untuk
meminta mantra atau ramuan sakti yang bisa menghidupkan kembali anaknya.
Sang Guru mengamati bahwa wanita di hadapannya ini tengah tenggelam dalam
kesedihan yang sangat mendalam, bahkan sesekali ia meratap histeris. Sepertinya
tidak memungkinkan untuk memberinya kata-kata penghiburan atau penjelasan yang
dirasa masuk akal.
Sambil berpikir sejenak , sang guru itupun berkata ,
gAku akan menghidupkan kembali anakmu, tapi aku membutuhkan sebutir biji
lada. h
ghaa,... semudah itukah syaratnya? h tanya wanita itu dengan keheranan.
gOh... ya, biji lada itu harus berasal dari rumah yang anggota penghuninya
belum pernah ada yang mati. h
Dengan gsemangat 45 , wanita itu langsung beranjak dari tempat itu, hatinya
sangat antusias,
gGuru ini memang sakti dan baik sekali, dia akan menghidupkan anakku! h ,
pikirnya dalam hati .
Diapun mendatangi sebuah rumah, mengetuk pintunya, dan bertanya: gTolonglah
saya. Saya sangat membutuhkan satu butir biji lada. Maukah Anda memberikannya?
h
gOh, boleh saja, h jawab tuan rumah.
gAnda baik sekali Tuan, tapi maaf, apakah anggota rumah ini belum pernah ada
yang mati? h
gOh, ada, paman kami meninggal tahun lalu. h
Wanita itu segera berpamitan karena dia tahu bahwa ini bukan rumah yang tepat
untuk meminta biji lada yang dibutuhkannya.
Ia mengetuk rumah-rumah berikutnya, semua penghuni rumah dengan senang hati
bersedia memberikan biji lada untuknya, tetapi ternyata tak satu pun rumah yang
terhindar dari peristiwa kematian sanak saudaranya. gAyah kami barusan wafat
c, h gKakek kami sudah meninggal c, h gIpar kami tewas dalam kecelakaan
minggu lalu c, h dan sebagainya.
Ke mana pun dia pergi, dari gubuk sampai istana, tak satu tempat pun yang
memenuhi syarat tidak pernah kehilangan anggotanya. Dia malah terlibat dalam
mendengarkan cerita duka orang lain. Berangsur-angsur dia menyadari bahwa dia
tidak sendirian dalam penderitaan ini , tak seorang pun yang terlepas dari
penderitaan.
Pada penghujung hari, wanita ini kembali menghadap Sang Guru dalam keadaan
batin yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Dia mengucap lirih,
gGuru, saya akan menguburkan anak saya. h
Sang Guru hanya mengangguk seraya tersenyum lembut.
Classy people , dari cerita tadi , bisa kita simpulkan bahwa penderitaan
hanya benar-benar bisa diatasi dengan pengertian yang benar akan dua hal ,
yaitu kenyataan hidup sebagaimana adanya, bukan sebagaimana maunya kita, dan
bahwasanya pada dasarnya penderitaan dan kebahagiaan adalah sesuatu yang
bersumber dari dalam diri kita sendiri.
Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci_Nya dalam Al_Qur'an;
Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang
pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pema'af lagi Maha Pengampun. (QS. 22:60)
Padang 17 April 2008
Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---