Keteguhan hati dan keberanian PT Cahaya Kacang Tojin Utama (CKTU) telah membuka
mata banyak orang. Betapa tidak. Di tengah minimnya angka investasi di
sumatera barat dan semakin terpusatnya ekonomi Indonesia di Jakarta, Mansur
Kalahampok dengan PT CKTU berani membuat langkah berani. Berinvestasi di
sumatera barat, melibatkan ribuan petani hingga memasarkan produknya ke luar
negeri. Setelah menempuh perjalanan darat dari kota Padang selama hampir dua
jam, kami diterima langsung oleh Mansyur Kalahampok di Kantor Pusat PT CKTU.
Ia ditemani oleh Ambiar Ali-Managing Director, Edi Kalorok-Sales&Marketing
Director dan Eni Tawadingin-Partnership&Development Director. Berpakaian jas
lengkap dengan dasi merah bercorak rumah gadang, ia menyilahkan reporter SWEK
duduk di sofa ruang kerjanya.
Swek (S) : Anda gagah sekali memakai jas di tengah desa?
Mansur Kalahampok (MK): Hehehe, saya habis menerima Atase perdagangan China.
Mereka ingin melihat apakah pabrik saya sudah memenuhi standar kebersihan
industri makanan. Lagian, kami yang di kampung ini boleh juga dong sekali-kali
menggunakan jas. Masa orang jakarta aja yang boleh.
S: Anda merasa seperti habis menang judi, setelah separoh kekayaan anda
ditanamkan ke industri kacang tojin ini? Dan lalu usaha anda sudah seperti
sekarang?
MK: Saya tidak pernah berjudi. Ini hasil penelahaan bisnis. Ditambah sedikit
idealisme untuk kampung halaman. Kalaupun ada unsur judinya, hanya 0.05%.
S: Anda tidak takut berinvestasi di tengah masyarakat yang keras kepala, pemda
kurang kooperatif dan infrastruktur seadanya seperti ini?
MK: Rasa takut tentu ada. Tapi saya mencoba mengurai satu-satu masalahnya.
Masyarakat keras kepala itu bagus kok. Asal benar. Dua tahun sebelum pabrik
berdiri, saya sudah menanam kacang bersama masyarakat. Itu masa kami
mempelajari masyarakat sumbar. Dan memang banyak yang saya dapatkan. Skenario
terburuk ketika itu adalah pabrik tidak jadi berdiri. Tapi masih sempat
menjual kacang tanah. Kalaupun rugi, sedikit lah. Alhamdulillah, Saya
rencanakan 5 dikasih Tuhan 7. Masyarakat kita hanya perlu pembuktian komitmen
saja. Selama ini investor rantau terlalu banyak memberi janji-janji. Dan
seringnya berlagak saja.
S: Soal pemerintah daerah dan infrastruktur?
MK: Pemerintah daerah saya sudah tidak peduli. Saya mencoba ikuti mau mereka.
Semua kewajiban saya penuhi. Kalau infrastruktur, saya malah merasa kita cukup
maju dibanding daerah lain di Indonesia. Coba anda ke Kalimantan Tengah sana,
dari Muara Teweh ke Banjarmasin jaraknya sama dari Pasaman-Padang. Tapi waktu
tempuhnya hampir dua kali Pasaman Padang. Apalagi ke Palangkaraya, ibukota
propinsinya. Kita masih lumayan. Seluruh lahan kerjasama kami, jarak terjauh
dari lahan ke jalan mobil hanya sekilo meter. Kalau yang bisa ditempuh motor
mungkin hanya 100 meter. Listrik ada, walaupun suka mati sesekali. Telepon
juga ada. Petani mitra kami juga sudah pakai Handphone semua. Informasi hama
dan penyakit, bisa kami update lewat sms blast.
S: Kenapa semuanya berpusat disini. Bahkan para brand manager yang sering
berurusan dengan para praktisi promosi Jakarta masih berkantor di Situmbin.
MK: Saya pendukung federalisme. Kalau hati kecil yang lebih dalam lagi, maunya
provinsi ini merdeka. Biar warganya tidak selalu minder tentang potensi
wilayahnya. Soal kantor, sudah komitmen kami dari awal. kantor Jakarta hanya
mengurusi penjualan wilayah Jabotabek. Sesekali buat tempat meeting atau
tempat gaya-gayaan ama pemerintah pusat. Anda lihat P&G, Coca Cola atau
Boeing, kantor pusatnya bukan di pusat bisnis Amerika.
S: Kenapa produknya dinamakan cangjin. Sangat oriental. Tidak takut dibilang
tidak nasionalis?
MK: Strategi pasar kami. Biar bisa masuk China, Jepang, Thailand sama Vietnam.
Apaan sih nasionalisme? Kalau namanya prambanan atau ombilin begitu? Udah
gak zamannya begitu boss.
S: Brown Kalabuik anda bayar berapa sampai mau menjadi konsultan pemasaran CKTU?
MK: Murah kok. Dia pencinta kacang tojin. Kasih saya diskon. Cuma upeti
kacang tojinnya setiap bulan bisa berkarung-karung. Hehehe...
S: Yang meresmikan pabrik kenapa kepala Jorong?
MK: Pabriknya ada di jorong beliau. Lagian bupati sama gubernur lagi kesal
sama saya. 200 orang yang sudah punya SK CPNS, gabung ke usaha kami. Trus
PPLnya sudah tidak bisa jualan benih sama pestisida lagi. Saya sempat
dimusuhi. Cuma sekarang beberapa, sudah mulai menawarkan kerjasama malah.
PPLnya disuruh magang kesini.
S: CKTU katanya sedang meneliti Kacang Tanah jenis kulit tipis. Dosen Unand dan
Balai-Balai Penelitian dilibatkan?
MK: Belum. visi kami belum sama.
S: Anda ikut FSSM?
MK: Tidak. Gak penting gitu loh.
Sumber: Majalah SWEK
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---