Bob ambo cubo juo stek yo

Patamo, nan umumnyo balaku "Proyek Padat Karya" selalu dilakukan oleh 
pemerintah karena ini adalah program pengentasan kemiskinan. Kalau cubo 
ditelaah postingan ambo sabalunnyo, ambo cubo untuk membagi urang miskin dalam 
dua kategori (Sangat miskin dan tidak mempunyai aktivitas ekonomi kemudian 
miskin tapi punya aktivitas ekonomi) nah program program padat karya seperti 
ini adalah upaya mensitumulus laju ekonomi dalam upayanya mengatasi kemiskinan. 

Perlu dipisahkan antara investasi dan program pemerintah dalam mengatasi 
kemiskinan. Investor selalu ber-orientasi "Keuntungan" kita tidak bisa paksakan 
bahwa seorang investor akan menamkan investasinya di Hotel dan atau di industri 
pertanian, dan kita juga tidak bisa mengatakan bahwa "Ini prioritas apa bukan".

Kajian investasi industri selalu mengikuti tiga point dasar (Ketersediaan 
Infrastruktur fisik seperti jalan dan sarana penunjang, kemudian Sumber energi 
sebagai penopang operational harian dan teknologi sebagai sarana pendukung 
pembangunan jalur distribusi). Investasi pasti akan datang ketika sarana 
penunjang itu tersedia.

Jadi selama infrastruktur investasi tidak tersedia dalam suatu daerah, tentu 
investasi yang masuk kedaerah tersebut adalah investasi yang disesuaikan dengan 
kesiapan daerah tersebut. Kan tidak mungkin bob, investor membangun sendiri 
ketersediaan infrastruktur itu ? 

Case Sumbar ? kalau sebagai investor bob saya akan katakan sama team investasi 
saya "Kenapa Harus Sumbar" ? seperti boby bilang sendiri belum prioritas karena 
emang industri pariwisata di Sumbar itu belum ada. Nah disini baru perlu 
analisa kajian mendalam kenapa harus disumbar dan berapa faktor resiko kerugian 
yang mungkin akan didapat. Disini semua faktor pendukung dianalisa, mulai dari 
ketersediaan infrstruktur, sumber daya manusia sampai insentif yang mungkin 
didapatkan.

Kalau setelah dihitung2 lai masuk angko angko no baru investasi itu terjadi bob 
tapi kalau akan merugi tentu sebagai investor ambo pun tidak mau pitih ambo 
hangus apo lai harus trial dan error dan berlindung dengan kata idealisme 
sebagai tanah kampung halaman.

Kedua, Masalah kekurangan capital dalam Unand mengembangkan Riset nya. Ambo 
pernah bertanya dan melihat subsidi anggaran pendidikan untuk masing masing 
Perguruan Tinggi Negri diindonesia, bob angkanya tipis sekali, misalnya antara 
UI dan Unand tidak terjadi subsidi yang jomplang antara keduanya. Tapi kenapa 
outputnya berbeda ? 

Kalau saya melihat ini masalah "How to Manage, How to Improve, How to Exit from 
the Problem" dan berkorelasi dengan "Who IS The Man Behind" dan yang paling 
penting Bob, MAU atau TIDAK ? 

Sedikit cerita, ambo patang dari Malang dan kebeneran satu rombongan dengan Pak 
M.Nuh iko pertamo kali ambo kemalang dan ambo kaget serta kagum "Bahwa beberapa 
titik infrastruktur teknologi penunjang investasi seperti Free Hotspot 
Internet, diberikan secara gratis oleh "Telkom dan Indosat"".

koq bisa yh gratis ? apa hubungan malang dengan telkom dan indosat ? Disumbar 
yang jelas jelas "Direktur Telkom dan Indosat urang awak" ? koq gak ada dan 
tidak bisa ?

Bob kembali, kita butuh figur yang mampu memimpin Sumatra Barat dan membawa 
Sumbar keluar dari masalah masalah yang dihadapinya. Kita butuh figur yang 
sanggup memaksimalkan semua potensi yang dimilikinya.

Dan dengan berat hati saya pun kecewa dengan pemerintahaan sekarang.

Salam Hormat
ROnal Chandra

Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Da Nanang dan Ronal......

Ambo manyalo snek yo...iko soal kacang tojin nan
manjadi imajinasi dek sanak kito Mantari
Sutan...idenyo bagus, namun bagaimana implementasi
dari modal 150 miliar itu untuk jadi kacang tojin
berkualitas nomor wahid dan siap ekspor...tantu hrs
ado telaahnyo...nan disabuik dek Mantari ko adalah
praktek yang berhasil

ok itu sebuah keberhasilan namun jelas iko adalah
imajiner...yang awak paraluan kini adalah sebuah
proyek padat karya di Padang tu..dan hotel menurut
ambo...(dengan segala hormat ka Ajo Basko) alun
merupakan sebuah keperluan lai..

Turunnya nilai investasi di Sumbar harus awak kaji
mendalam, kenapa dan bagaimana menyelesaikan masalah
ini..Ronal tau, ambo se pindah ka Jawa ko dek karano
ndak maraso bisa bertahan hidup di
kampuang...mangkonyo pindah untuk mancari nan laboah
baiak


Baliak ka soal lamo, perguruan tinggi, apa yang mereka
kerjakan..berapa besar dana penelitian dan apa hasil
dari penelitian perguruan tinggi itu terhadap
Sumbar...urang awak ko Nal dan Da Nanang labiah banyak
mangecek dari pado bakarajo..

AMbo kurang satuju dengan yang Ronal kecek an kalau
awak tinggaan dulu IRIF-nya Irman Gusman tapi
seharusnya Irman mampu membawa investor untuk membuka
project di Sumbar...Pemerintah daerah harus mampu
menjadi regulator yang baik dan menyediakan keperluan
untuk itu..

Kini apakah Da An (Gamawan) mampu untuak
itu...pertanyaannya selama ini terjawab tanpa perlu
disampaikan dalam tulisan ini...Pemprop dan Pemda
Kab/Kota tidak berbuat banyak malah sibuk dengan
urusan rutinitas pemerintahan tanpa mampu melakukan
inovasi di bidang bisnis...

Da Nanang dan Ronal baco lah baliak Tabel itu...mungkn
bisa membantu awak untuak menelaah dan mengevaluasi
diri (sumbar) 

Makasih

BLP

Salam ka mantari sutan, kok iyo kacang tojin ko jadi
nanti, Minta royaltinyo...


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ




       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke