BERTANAM KACANG TANAH
   
  Setelah bertanam padi untuk kesekian kalinya
  Untuk tanaman selingan agar tanah tetap subur
  Bertanan kacang tanah menjadi pilihan keluargaku
   
  Bibit kacang tanah di beli sendiri oleh papaku
  Kacang yang dipilih yang baru di panen dan masih basah
  Sehingga kelihatan kesempurnaan bijinya
  Kacang tanah dijemur sendiri di halaman
  Di kupas kulitnya
  Di pilih lagi biji yang sempurna
  Berisi, dan tidak berkerut
  Sebelum disemai 
  Bibit tersebut direndam semalam
   
  Sebelum disemai
  Sawah dibajak dulu oleh pembajak
  Papaku bikin petak-petak
  Tanahnya diratakan
  Lalu di tuga hingga terbentuk lobang
   
  Kami anak-anak yang ikut kesawah
  Ikut mencicil atau menyemai kacang
  Lalu menutup lobang tersebut dengan tanah
  Pekerjaan yang mengasyikkan sekali
   
  Sangat menyenangkan
  Menyaksikan dari hari ke hari
  Kacang tumbuh dan berkembang
  Tak lupa disela tanaman kacang 
  Di bagian pinggir petak petak
  Kami juga menyemai bibit jagung
  Setelah beberapa waktu
  Tanah disekitar kacang tumbuh
  Dibersihkan dan digemburkan
   
  Hari berganti Minggu
  Minggu berganti bulan
  Bersamaan dengan tumbuh dan berkembangnya kacang tanah
  Tumbuh pula batang silangkong 
  Buah silangkong yang masak rasanya enak dan manis sekali
  Buahnya menjadi milik umum
  Siapa saja boleh memetiknya
  Hingga buah silangkong jadi incaran ABG 
   
  Kalau aku memetik silangkong sendirian
  Aku cukup pergi ke salah satu sawah kami
  Di sawah yang banyak silangkongnya
  Paling asyik memetiknya beramai ramai
  Masing-masing orang ingin dapat banyak 
  Hingga seluruh sawah di jelajahi
  Dan saling berebut memetiknya
  Semua buah silangkong yang didapat
  Diletakkan di baju yang dikurundukkan
  Masa kecil yang indah sekali
   
  Tiba musim panen
  Aku ikut membantu meruntih kacangnya
  Saat meruntih
  Langsung dipisah
  Buah yang sempurna dengan yang tidak sempurna
  Yang tidak sempurna dinamakan umbai
  Umbai ini yang direbus duluan untuk dimakan
  Yang sempurna bisa dijual atau disimpan
   
  Sewaktu kehidupan belum begitu sulit
  Hasil panen kacang tanah tidak pernah dijual papaku
  Semua dikonsumsi keluarga sendiri
  Hingga datang pula musim bertanam kacang berikutnya
   
  Ku ingat papaku paling doyan makan kacang tanah
  Di olah dalam bentuk apapun papa suka
  Apalagi kalau diolah jadi kacang tujin
  Tak berhenti mulutnya ngemil
   
  Suatu ketika di suasana lebaran
  Sudah jadi tradisi
  Mesti ada kacang tujin 
  Sebagai makanan lebaran 
  Waktu itu tak adalagi kacang tanah dari kebun sendiri
  Terpaksa dibeli sekedarnya
  Pelepas tanya
   
  Di hari lebaran ketiga
  Aku kaget
  Stoples kacang tujinku
  Hilang dari atas meja
  Ku cari ke mana-mana
  Ketemu di bawah lemari
  Isi stoples sudah kosong
  Tidak mungkin adik-adikku berani memakannya
  Kutanya papaku yang sudah tidak bergigi lagi
  Jawaban papa membuatku terpana dan haru
  " Papa yang memakan, papa giling dulu "
   
   
  Bengkulu, 18 April 2008
   
   
  Hanifah Damanhuri
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke