SEMINGGU TANPA TV
Oleh: Azhari
http://mafahim-azhari.blogspot.com/
Seminggu tanpa TV...
Tidak ada caci maki dari pemain sinteron. Yang berantem dengan kekasihnya,
yang membentak orang tuanya, yang berebut harta sesama saudaranya, yang
menghina orang miskin.
Tidak ada penyanyi bersuara mendesah, berpakaian tapi telanjang, bergoyang
seronok sehingga membangkitkan syahwat laki-laki. Apa sebetulnya yang kau jual,
suaramu atau tubuhmu?
Tidak ada berita membongkar aib orang lain. Gunjingan menjijikkan yang
mengungkapkan masalah kasur, dapur dan sumur, yang tidak seharusnya menjadi
konsumsi publik.
Tidak ada iklan paha dan dada. Nyaris semua iklan menjual wanita sebagai
bintangnya, memangnya wanita barang dagangan? Islam memuliakanmu tetapi kau
hancurkan sendiri martabatmu.
Tidak ada berita kekerasan yang mengerikan dan membuat jiwa menjadi kasar.
Seolah-olah di luar sana penuh kekerasan dan kekejaman; pemerkosa menunggu
wanita, pembunuh menunggu mangsa, perampok menunggu kesempatan, penjambret
menunggu yang lengah, koruptor menunggu amplop.
Tidak ada bujuk rayu dari dukun dan paranormal. Kiriman SMS mampu mengetahui
nasib saya ke depan. Mereka sendiri tidak tahu kapan akan di cabut nyawanya,
bagaimana dia tahu nasib saya?
Tidak ada rayuan mengirim SMS untuk mendukung penyanyi idola. Mereka tertipu
judi terselubung, tujuh kali lipat dari harga SMS seharusnya.
Tidak ada banyolan para bencong. Tanpa malu merias wajah dan berpakaian bak
wanita pelacur, malu saja tidak ada apalagi iman.
Tidak ada promosi budaya kufur barat. Budaya yang serba boleh, kebebasan
tiada ada batas, bahkan bak hewan beranak-pinak tanpa ikatan pernikahan.
Tidak ada ucapan dusta penguasa untuk memperjuangkan kepentingan politiknya.
Janji-janji muluk yang tidak ada realisasinya, jika di dunia tidak ada yang
menagih, di akhirat pasti akan di minta tanggung jawabnya.
Tidak ada do'a kufur kebaktian. Proyek besar memurtadkan orang-orang lemah
iman dan lilitan kemiskinan.
Keluarga jadi banyak waktu untuk menanamkan nilai-nilai agama dan merenung
setelah kehidupan dunia ini. Dunia yang sekejap dan akhirat yang abadi, tetapi
kenapa kita lebih senang memperjuangkan dunia daripada akhirat?
Seminggu tanpa TV... seterusnya tanpa TV.
Waktu Shalat Jum'at hari ini: 11.55 WIB
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---