Mereka melakukan ini bukan karena mereka memang menghormati pimpinannya tapi
karena takut, para pimpinan tidak segan-segan menyiksa mereka jika tidak
mengikuti komando, pernah dulu ada teman mereka ada yang sedang keasyikan
melampiaskan nafsunya tidak mendengar perintah pimpinannya, langsung saat
itu juga dikebiri oleh pimpinan, tak tebayangkan kesakitan yang diderita
teman mereka itu. Sejak saat itu tidak berani lagi mereka melanggar perintah
dari pimpinan walau dalam keadaan yang tidak memungkinkan sekalipun.
Pimpinan mereka memang kejam tapi juga royal, semua hasil rampok dibagi rata
diantara mereka, bahkan tidak segan-segan memberikan hadiah besar kepada
mereka jika memang pantas diberikan.

“Bagaimana pria gagah, hebat bukan anak buah kami? Dalam sekejab mereka siap
untuk menyerang saudara, jadi lebih baik menyerah saja sebelum dagingmu
dicincang oleh mereka. Kami akan memperlakukan saudara dan anak saudara
sebaik mungkin sehingga anda tidak akan menyesal pernah hidup di dunia
ini....hahahaha...”kata Sakti dengan pongahnya kepada Masnan.

Memang dalam hati Masnan ada kekaguman akan ketaatan anak buah dari
perkumpulan Kalajengking Merah ini, tidak mudah untuk membuat orang bersiap
dalam kondisi asyik masyuk seperti tadi. Dari sini dia dapat menganalisa
betapa hebat dan kejamnya pada pimpinan itu sehingga bisa membuat anak
buahnya dalam kondisi apapun mematuhi perintah tanpa banyak gerutu dan caci
maki. Masnan semakin yakin dia dalam posisi sulit melihat keadaan seperti
ini, tingkat kewaspadaan dan aliran tenaga dalam ke seluruh tubuhnya semakin
meningkat seiring dia merasa akan bahaya yang mengintai Burhan setiap saat.
Dia melihat orang yang bernama Sakti itu tidak melepaskan tatapan matanya
kepada Burhan sedari mereka datang ke tempat ini, Masnan tahu orang seperti
Sakti merupakan orang yang paling berbahaya diantara 2 pimpinan yang lain.
Karena itu dia harus benar-benar kosentrasi menjaga segala kemungkinan yang
terjadi, yang paling dia pikirkan adalah Burhan, kasihan anak ini kalau
sampai jatuh ke tangan orang yang bernama Sakti tersebut.

Semua dalam keadaan membisu, belum ada yang berani bergerak karena takut
akan kalah langkah, Masnan sudah berkeputusan akan melontarkan Burhan ke
atas punggung si Tunggul untuk dibawa lari menghindar dan dia tidak mau
gegabah salah mengambil langkah mengingat dia akan dikeroyok dan 3 pimpinan
tersebut dalam keadaan menonton, dia tidak mau semua perhitungannya meleset
sehingga semakin membahayakan Burhan. Hanya sekarang dia menunggu saat yang
tepat agar bisa menyelamatkan Burhan sambil menunggu bala bantuan tiba.
Panah yang dia lepaskan tadi merupakan panggilan khusus kepada para wakilnya
untuk menemui dia secepat mungkin. Dia mempunyai 3 wakil yang berilmu tinggi
juga dan masing-masing membawahi 3 kepala regu yang juga ilmunya setara
dengan pimpinan perguruan silat tingkat menengah dan masing-masing regu
mempunyai 30 orang anggota.

Dia memperkirakan orang yang ada di lapangan ini berkisar 50 orang perampok
termasuk pimpinannya dan ada 20 orang penduduk desa yang dalam keadaan
menggenaskan. Dia berharap para wakilnya mengerti tindakan apa yang harus
dilakukan dengan terlepasnya panah khusus itu sehingga dia bisa menangkap
juga para dedengkot perkumpulan ini.

Keadaan ini berlangsung cukup lama, ketiga pimpinan Kalajengking Merah ini
sengaja belum ambil tindakan apapun karena mereka mau melihat mental
lawannya apakah sekuat yang mereka perkirakan atau tidak. Jika lawan mereka
merupakan lawan yang tangguh maka kondisi seperti ini tidak akan
mempengaruhinya, tapi jika lawannya mental tempe maka dia akan bertindah
gegabah tidak sabaran untuk memulai gerakan di saat itulah bisa terjadi
salah langkah yang mengakibatkan kekalahan bagi pihak lawan. Tapi yang
mereka hadapi adalah salah satu panglima kepercayaan dari sang raja, yang
berarti bukan merupakan orang sembarangan yang gampang digertak atau
dipermainkan dengan mudah. Setiap panglima mempunyai ciri khas masing-masing
tapi mereka semua mempunyai kesamaan dalam tingkat kesabaran yang luar biasa
sekali, mereka sudah didik untuk tetap tenang dan sabar dalam segala situasi
sehingga mereka tidak pernah kalah dalam pertempuran apapun juga minimal
seri.

Akhirnya malah pihak Kalajengking Merah yang tidak sabaran, Pinyak yang
memang paling emosional diantara mereka sudah tidak sabar ingin melihat
kehebatan pria gagah itu, dia merasa pria ini bisa dikalahkan dengan begitu
banyak anak buahnya dan kedua temannya dibandingkan dengan pria itu sendiri
belum lagi harus melindungi bocah yang ada di sampingnya. Berarti posisi
pria itu tidak menguntungkan, tadi dia sudah marah sekali ketika pria itu
menghina matanya. Sekarang kesabaran dia sudah menipis apalagi melihat pria
itu memandang mereka dengan tenangnya tanpa ada perasaan takut dan ngeri di
matanya. Langsung saja keluar perintah dari mulutnya untuk menyerang pria
itu.

“Anak-anak, hayo serang pria itu dari empat penjuru, gunakan ilmu barisan
Sengatan Kalajengking.”



Langsung anak buahnya bergerak dengan cepat membentuk 4 barisan kecil yang
berbentuk kalajengking, ini tidak ada dalam perkiraan Masnan bahwa dia akan
dikepung dari 4 penjuru dengan ilmu barisan yang sangat rapi sekali
kerjanya, dia memandang sekelilingnya dan melihat ada 4 kelompok orang yang
disusun sedemikian rupa sehingga membentuk kalajengking. Setiap kelompok
terdiri dari 12 orang yang sudah siap dalam posisinya masing-masing, ada
yang membentuk seperti capit kalajengking, ada yang di belakang 1 orang
mendukung temannya membentuk setengah lingkaran seakan-akan menyerupai ekor
kalajengking mengandung racun itu, dan memang terlihat di tangan orang yang
di atas memegang tombak yang ujungnya berkilauan berwarna merah darah yang
artinya sudah dilumuri dengan racun kalajengking merah. Mereka dalam posisi
siap untuk menyerang hanya tinggal tunggu komando dari pimpinannya.

“Eh Pinyak, hati-hati dengan kuda yang bagus itu jangan pula kau suruh
anak-anak sengat kuda kesayanganku itu. Kuhantam kepalamu nanti kalau
terjadi sesuatu pada kuda cantik itu.” Kata Epen dengan kuatir.

“Iya Pinyak, kalau sampai bocah kecintaanku tergores sedikit saja kulitnya,
akan kubikin lurus kedua biji matamu itu.”teriak Sakti dengan cemas.

“Kalian berdua ini maunya apa hah? Kalau kalian kuatir dengan barang
kesayangan kalian, pikir saja sendiri bagaimana caranya menyelamatkan jangan
aku yang kalian salahkan, kita ini sedang menghadapi musuh tangguh jadi
tidak bisa menguatirkan apapun, bisa kalah kita nanti.” Kata Pinyak dengan
gusar.

“Hmmm benar juga kau, Pinyak, baiklah Sakti hayo kita serang dulu pria itu
kau ambil bocah itu dan aku menarik kudanya biar leluasa anak buah kita
melawan dia. Eh pria gagah, supaya kau bisa melawan kami dengan tenang lebih
baik kau serahkan kuda dan bocah itu kepada kami agar bisa dijaga dengan
baik. Kau tidak usah kuatir kami pasti merawat mereka berdua dengan
sebaik-baiknya.”kata Epen dengan tersenyum licik.



Bersambung…………


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.2/1388 - Release Date: 20/04/2008
15:01
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke