Note: forwarded message attached.


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

--- Begin Message ---
  Gubernur Akan Selesaikan Persoalan 408 Mahasiswa Sumbar di Mesir
   
  PadangKini.com | Senin, 14/4/2008, 12:12 WIB
   
  PADANG--Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi akan menyelesaikan sejumlah 
persoalan mahasiswa asal Sumatera Barat yang kuliah di Universitas Al-Azhar, 
Mesir. 
  Sekretaris Daerah Pemrov Sumatera Barat Yohannes Dahlan di Padang, Senin 
(14/4) mengatakan, Gubernur sudah berada di Mesir sejak Jumat (11/4). Ia 
mengikuti Lokakarya Peningkatan Prestasi Mahasiswa Indonesia di Gedung Azhar 
Conference Centre Cairo, Mesir. 
  Lokakarya ini dihadiri Menteri Agama Maftuh Basuni, Dirjen Pendidikan Islam 
dan Dubes Indonesia Abdurrahman Moh. Fakhir, dan sejumlah pejabat Indonesia dan 
Mesir. 
  Menurut Yohannes, Gubernur Sumbar sengaja diundang bersama tiga gubernur 
lainnya di Indonesia, yaitu Gubernur Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, 
sebagai provinsi terbanyak mahasiswanya kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo. 
  Dari lebih 6.000 mahasiswa Indonesia di Mesir, kata Yohannes, 408 orang 
berasal dari Sumatera Barat. Pemerintah Indonesia mengundang keempat gubernur 
untuk menyelesaikan sejumlah persoalan mahasiswa di Mesir. 
  "Di antaranya permasalahan keberangkatan, mahasiswa baru sampai di Mesir 
ternyata kuliah sudah mulai, apalagi mahasiswa kita perlu belajar bahasa arab," 
katanya. 
  Bagi Universitas Al Azhar, kata Yohannes, tidak masalah menerima berapa pun 
mahasiswa, termasuk asal Indonesia karena Universitas Al-Azhar lembaga yang 
kaya, bahkan lebih kaya dari Pemerintah Mesir. Pemerintah Mesir  pernah 
meminjam dana ke Universitas Al-Azhar. 
  "Pemerintah Daerah juga akan menyelesaikan masalah mahasiswa yang banyak 
bekerja di sana sambil kuliah untuk menambah biaya kuliah, selain itu juga 
masalah pemondokan," ujarnya. (yanti)
   
  Catatan Gubernur Gamawan Fauzi dari Mesir: Bahasa Arab Mahasiswi Sumbar 
Dipuji Syaikh Al-Azhar
   
  PadangKini.com | Senin, 14/4/2008, 21:09 WIB
   
                                                    
 Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi.
  Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi berkunjung ke Kairo, Mesir untuk 
menghadiri ‘Lokakarya Dukungan Terhadap Peningkatan Prestasi Mahasiswa 
Indonesia', di Gedung  Azhar Conference Centre, Kairo, 12 April 2008 dan 
sejumlah kegiatan lain. Berikut laporan Gubernur yang dikirimkan khusus untuk 
pembaca PadangKini.com.  
  KAIRO, MESIR-Jumat, 11 April pukul 17.05 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB, 
pesawat Emirates yang kami tumpangi mendarat dengan mulus di Cairo 
International Airport.
  Di kota bersejarah inilah ratusan putra Minang sedang kuliah menuntut ilmu di 
universitas tua Al Azhar. Saya menginjakkan kaki di Kairo, sebuah kota nan 
indah.
  Sepertinya kerinduan lama tersimpan, dijawab tuntas laju kendaraan ke pusat 
kota. Waktu kecildulu, sering sekali saya mendengar kata-kata Mesir di surau. 
Ikatan batin kita sebagai umat Islam dan Mesir memang telah lama terpatri.
  Mesir adalah negara yang terletak di dua benua, Asia dan Afrika. Tapi 90 
persen daratannya berada di Afrika bagian timur laut, ‘Negeri Firaun' dan 
negeri padang pasir ini didiami secara tidak merata.
  Hampir 99 persen penduduknya tinggal berdesakan pada 3,5 persen areal 
wilayahnya, yaitu di tepian Sungai Nil. Ini disebabkan karena 96 persen dari 
luas Mesir adalah padang pasir, Gurun Sahara yang terkenal itu. Jumlah penduduk 
Mesir saat ini lebih 75 juta jiwa, dengan luas wilayah sekitar 997.739 km 
persegi.
  Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, Jalur Gaza 
dan Israel di utara dan Laut Merah di timur.
  Di Mesir, sejarah peradaban Islam seperti menyapa kita tiap sebentar. Negara 
ini memang terkenal dengan peradaban kuno termegah di dunia. Untuk menyebut 
beberapa contoh, Piramid Giza, Kuil Karnak, Lembah Raja, dan Kuil Ramses.
  Di Kota Luxor yang terletak di selatan, terdapat artefak kuno yangmencakup 
sekitar 65 persen artefak kuno di seluruh dunia. Luar biasa! Karena itulah 
Mesir diakui sebagai negeri peradaban di dunia.
  408 Mahasiswa Sumatera Barat
  Sabtu, 12 April saya menghadiri lokakarya ‘Dukungan Terhadap Peningkatan 
Prestasi Mahasiswa Indonesia' Gedung  Azhar Conference Centre, Kairo, Mesir, 
memenuhi undangan Dubes Indonesia.
  Acaranya dibuka Menteri Agama RI. Hadir dalam acara tersebut Ketua PB NU KH 
Hasyim Muzadi, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Komisi X DPR RI 
Irwan Prayitno, Marwah Daud Ibrahim, Pimpinan Pondok Pesantren Gontor dan 
sejumlah tokoh lain dari Indonesia.
  Selain itu juga ada mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang kuliah pada 
Strata 1, 2, dan 3 di Mesir, sekitar 6.000 orang. Mahasiswa asal Sumbar 
sebanyak 408 orang.
  Satu hal yang membanggakan dalam acara akhir lokakarya, yaitu salah seorang 
mahasiswa anggota KMM, keluarga mahasiswa minang, Saudari Mirdah asal Birugo 
Bukittinggi, cucu Bapak Nasrul Siddiq atau Bapak Hawari Siddiq mendapat pujian 
dari Syaikh Al-Azhar, Prof Dr Muhammad Sayyid Al Tanthawi karena kemampuan 
bahasanya yang baik sebagai MC dalam acara lokakarya tersebut.
  Wirdah saat ini sudah menamatkan  kuliahnya sebagai Magister dan akan 
melanjutkan ke program S3.
  Saya berangkat dari Padang bersama Kakanwil Departemen Agama, Rektor IAIN 
Imam Bonjol, Ketua Bappeda, dan Ketua Bidang Fatwa MUI Sumbar Gusrizal LC yang 
juga alumni Universitas Al Azhar, Kairo.
  Kunjungan tersebut dimaksudkan meninjau asrama untuk mahasiswa Sumbar yang 
baru saja dibeli Pemda Provinsi Sumbar melalui kedutaan Indonesia dengan luas 
bangunan lebih 1.000 meter persegi di gedung berlantai 4 yang mampu menampung 
50 mahasiswa.
  Saat ini prestasi mahasiswa asal Sumbar cukup baik karena kelulusannya 
mencapai 70 persen. Sementara mahasiswa Indonesia sekitar 55 persen.
  Malam harinya juga diadakan pertemuan Gubernur dengan mahasiswa asal Sumbar 
di Wisama Nusantara. Mereka mennyampaikan usulan kepada Gubernur terutama 
menyangkut bantuan biaya pendidikan dan perpusatakaan.
  Semua masukan itu nanti akan dibahas setelah saya sampai di Padang bersama 
DPRD dan bupati serta walikota.
  Kesepkatan MUI Sumbar dengan Lembaga Fatwa Mesir
  Minggu, 13 April telah dijalin kesepahaman antara MUI (Majelis Ulama 
Indonesia) Sumbar yang diwakili Ketua Bidang Fatwa, Gusrizal Gazahar, LC MA 
dengan Dar Al_Ifta' atau lembaga Fatwa Mesir untuk melakukan saling tukar 
informasi fatwa, pelatihan, dan pembekalan anggota majelis fatwa selama 6 bulan.
  Selain itu juga rekomendasi yang akan diberikan oleh Lembaga Fatwa Mesir 
untuk anggota majelis fatwa sumbar untuk melanjutkan studi setingkat S3 di 
Darul  Ulum Kairo  University.
  Dalam kesepakatan tersebut Darul Ifta' diwakili tangan kanan Mufri Dr. Amru 
Alwardani sebagai Amin Al Fatwa. Hasil kesepakatan itu akan dibahas lebih 
lanjut di tingkat MUI Sumbar dan MUI sudah menunjuk contact person, salah 
seorang mahasiswa Pasca Sarjana asal Sumbar.
  Senin, 14 April (hari ini) rombongan akan bertolak ke Jedah dan melanjutkan 
perjalanan ke Madinah dan Mekah. Menurut rencana rombongan di Mekah akan 
bertemu dengan Ketua Pembangunan dua masjid Hara (Mekah dan Nabawi).
  Pembicaraan akan berkisar tentang rencana pembangunan Masjid Raya Sumbar. 
Bila mungkin dibantu oleh Saudi Arabia. Di Jedah rombongan diterima oleh 
masyarakat di Jedah.
  Sebelum berangkat rombongan dilepas oleh staf kedutaan dan para mahasiswa 
asal Sumbar (KMM). Demikian laporan dari Mesir.Wassalam. (Gamawan Fauzi)
   
  Catatan Gubernur Gamawan Fauzi dari Mekah: Mengajukan Bantuan Masjid Raya 
kepada Masjidil Haram 
   
  PadangKini.com | Rabu, 16/4/2008, 8:08 WIB
   
     
 Gubernur Gamawan Fauzi
  Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi berkunjung ke Kairo, Mesir untuk 
menghadiri ‘Lokakarya Dukungan Terhadap Peningkatan Prestasi Mahasiswa 
Indonesia', di Gedung  Azhar Conference Centre, Kairo, 12 April 2008 dan 
sejumlah kegiatan lain. Berikut laporan kedua Gubernur yang dikirimkan khusus 
dari Madinah untuk pembaca PadangKini.com.  
  Sabtu sore, 12 April, seusai lokakarya sore rombongan meninjau asrama 
mahasiswa Sumbar yang baru saja dibeli melalui APBD 2008 senilai Rp3 miliar. 
Asrama terletak di Al-Tagammu' Al Awal New Cairo, 15 km dari kampus Universitas 
Al Azhar. 
  Gedung ini berlantai 4 plus basemen dengan luas tanah 320 meter dan luas 
bangunan 260 X 4 lantai, 1.040 meter. Asrama ini menjadi asrama mahasiswa 
Indonesia terluas di Mesir. 
  Sebelumnya rencana pembelian gedung ini sudah ditinjau Ketua DPRD Sumbar 
Leonardy Harmainy Dt Bandaharo Basa dan Sekda Sumbar Yohannes Dahlan bersama 
anggota DPRD Sumbar Irdinansyah Tarmizi, Muslim M. Yatim, dan dua pejabat 
terkait di Pemprov Sumbar, Syamsuir Burhan dan Bambang Istijono. 
  Asrama ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan kualitas belajar mahasiswa 
kita di Kairo. Gedung ini akan menjadi sarana pengembangan bahasa dan wawasan 
untuk memperlancar perkuliahan mereka. 
  Sejarah sukses Minangkabau sebagai gudang ulama masa lalu juga diawali dari 
aktivitas ulama kita yang banyak belajar di Timur Tengah dan selanjutnya 
membuka sekolah-sekolah baru di Ranah Minang.
  Kita ingin membangkitkan kembali citra yang baik itu untuk beberapa tahun ke 
depan dengan mengirim kembali anak-anak kita untuk belajar di Timur Tengah. 
Rencana seperti telah didiskusikan secara informal dengan beberapa anggota DPRD 
untuk memberi beasiswa bagi anak-anak kita tersebut pada tahun-tahun mendatang. 
  Saat ini ada 105 orang anak miskin cerdas yang juga kita sekolahkan di luar 
Sumbar pada universitas ternama di dalam negeri seperti ITB, UI, UGM, dan 
lain-lain. Kita juga menyekolahkan lebih dari 1.200 guru di UNP dan Unand dan 
memberi dana untuk lebih 100 dosen di Sumbar yang mengambil S2 dan S3. 
  Mahasiswa asal Sumbar di Al Azhar berjumlah 408 orang. Mereka berprestasi 
lebih baik dari rata-rata Indonesia. Kalau tingkat kelulusan mahasiswa 
Indonesia 35 persen, mahasiswa asal Sumbar mencapai 72 persen. Karena itu patut 
kita dukung dan kita hormati. Dalam rangka mempersiapkan kembali Minang sebagai 
gudangnya ulama. 
  Di negeri para nabi ini mereka bisa menggali banyak hal tentang keislaman, 
karena Al Azhar sebagai universitas tertua dan negerinya para nabi adalah 
tempat berguru yang baik. 
  Ketika saya bertemu dengan mahasiswa dan mahasiswi kita di Kairo, betapa 
bangganya saya. Mereka tidak gamang di negeri orang. Mereka sehat, ceria, dan 
cerdas. Pantaslah novel Ayat-ayat Cinta bisa lahir di sini, karena pergulatan 
keilmuannya yang mendalam. 
  Menurut pengamatan saya, sangat beruntung mengirimkan anak-anak kita sekolah 
ke Mesir. Tapi bagi yang ingin kuliah ke universitas ternama lainnya di dunia 
juga baik. Ilmu ternyata tersebar luas di seluruh dunia, tinggal bagaimana kita 
memetiknya.  
  Rabu, 16 April, rombongan rencana berangkat menuju Mekah dari Madinah. Pukul 
10 besok waktu setempat rencana akan bertemu dengan Ketua Pembangunan 2 
Masjidil Haram di Mekah untuk membicarakan rencana pembangunan masjid raya 
Sumatera Barat. 
  Kita telah mempersiapkan brosur dalam bahasa Arab dan mengajukan permohonan 
bantuan biaya tambahan pembangunan Masjid Raya, untuk menindaklanjutinya nanti 
kita akan menunjuk kontak personnya di Arab Saudi. Karena itu, malam harinya 
kita akan mengadakan pertemuan dengan masyarakat Minang di Jedah. 
  Pada17 April pukul 15.00 waktu setempat atau sama dengan  jam 20.00 WIB kita 
ditunggu oleh Dirtektur IDB di Jedah untuk membicarakan hal yang sama. Waktu 
yang kosong dimanfaatkan untuk beribadah salah berjamaah di Masjid Nabawi dan 
Masjid Haram. Wasallam. (Gamawan Fauzi)
   
   
  
       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

--- End Message ---

Kirim email ke