--- Begin Message ---
Gubernur Akan Selesaikan Persoalan 408 Mahasiswa Sumbar di Mesir
PadangKini.com | Senin, 14/4/2008, 12:12 WIB
PADANG--Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi akan menyelesaikan sejumlah
persoalan mahasiswa asal Sumatera Barat yang kuliah di Universitas Al-Azhar,
Mesir.
Sekretaris Daerah Pemrov Sumatera Barat Yohannes Dahlan di Padang, Senin
(14/4) mengatakan, Gubernur sudah berada di Mesir sejak Jumat (11/4). Ia
mengikuti Lokakarya Peningkatan Prestasi Mahasiswa Indonesia di Gedung Azhar
Conference Centre Cairo, Mesir.
Lokakarya ini dihadiri Menteri Agama Maftuh Basuni, Dirjen Pendidikan Islam
dan Dubes Indonesia Abdurrahman Moh. Fakhir, dan sejumlah pejabat Indonesia dan
Mesir.
Menurut Yohannes, Gubernur Sumbar sengaja diundang bersama tiga gubernur
lainnya di Indonesia, yaitu Gubernur Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,
sebagai provinsi terbanyak mahasiswanya kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo.
Dari lebih 6.000 mahasiswa Indonesia di Mesir, kata Yohannes, 408 orang
berasal dari Sumatera Barat. Pemerintah Indonesia mengundang keempat gubernur
untuk menyelesaikan sejumlah persoalan mahasiswa di Mesir.
"Di antaranya permasalahan keberangkatan, mahasiswa baru sampai di Mesir
ternyata kuliah sudah mulai, apalagi mahasiswa kita perlu belajar bahasa arab,"
katanya.
Bagi Universitas Al Azhar, kata Yohannes, tidak masalah menerima berapa pun
mahasiswa, termasuk asal Indonesia karena Universitas Al-Azhar lembaga yang
kaya, bahkan lebih kaya dari Pemerintah Mesir. Pemerintah Mesir pernah
meminjam dana ke Universitas Al-Azhar.
"Pemerintah Daerah juga akan menyelesaikan masalah mahasiswa yang banyak
bekerja di sana sambil kuliah untuk menambah biaya kuliah, selain itu juga
masalah pemondokan," ujarnya. (yanti)
Catatan Gubernur Gamawan Fauzi dari Mesir: Bahasa Arab Mahasiswi Sumbar
Dipuji Syaikh Al-Azhar
PadangKini.com | Senin, 14/4/2008, 21:09 WIB
Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi.
Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi berkunjung ke Kairo, Mesir untuk
menghadiri Lokakarya Dukungan Terhadap Peningkatan Prestasi Mahasiswa
Indonesia', di Gedung Azhar Conference Centre, Kairo, 12 April 2008 dan
sejumlah kegiatan lain. Berikut laporan Gubernur yang dikirimkan khusus untuk
pembaca PadangKini.com.
KAIRO, MESIR-Jumat, 11 April pukul 17.05 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB,
pesawat Emirates yang kami tumpangi mendarat dengan mulus di Cairo
International Airport.
Di kota bersejarah inilah ratusan putra Minang sedang kuliah menuntut ilmu di
universitas tua Al Azhar. Saya menginjakkan kaki di Kairo, sebuah kota nan
indah.
Sepertinya kerinduan lama tersimpan, dijawab tuntas laju kendaraan ke pusat
kota. Waktu kecildulu, sering sekali saya mendengar kata-kata Mesir di surau.
Ikatan batin kita sebagai umat Islam dan Mesir memang telah lama terpatri.
Mesir adalah negara yang terletak di dua benua, Asia dan Afrika. Tapi 90
persen daratannya berada di Afrika bagian timur laut, Negeri Firaun' dan
negeri padang pasir ini didiami secara tidak merata.
Hampir 99 persen penduduknya tinggal berdesakan pada 3,5 persen areal
wilayahnya, yaitu di tepian Sungai Nil. Ini disebabkan karena 96 persen dari
luas Mesir adalah padang pasir, Gurun Sahara yang terkenal itu. Jumlah penduduk
Mesir saat ini lebih 75 juta jiwa, dengan luas wilayah sekitar 997.739 km
persegi.
Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, Jalur Gaza
dan Israel di utara dan Laut Merah di timur.
Di Mesir, sejarah peradaban Islam seperti menyapa kita tiap sebentar. Negara
ini memang terkenal dengan peradaban kuno termegah di dunia. Untuk menyebut
beberapa contoh, Piramid Giza, Kuil Karnak, Lembah Raja, dan Kuil Ramses.
Di Kota Luxor yang terletak di selatan, terdapat artefak kuno yangmencakup
sekitar 65 persen artefak kuno di seluruh dunia. Luar biasa! Karena itulah
Mesir diakui sebagai negeri peradaban di dunia.
408 Mahasiswa Sumatera Barat
Sabtu, 12 April saya menghadiri lokakarya Dukungan Terhadap Peningkatan
Prestasi Mahasiswa Indonesia' Gedung Azhar Conference Centre, Kairo, Mesir,
memenuhi undangan Dubes Indonesia.
Acaranya dibuka Menteri Agama RI. Hadir dalam acara tersebut Ketua PB NU KH
Hasyim Muzadi, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Komisi X DPR RI
Irwan Prayitno, Marwah Daud Ibrahim, Pimpinan Pondok Pesantren Gontor dan
sejumlah tokoh lain dari Indonesia.
Selain itu juga ada mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang kuliah pada
Strata 1, 2, dan 3 di Mesir, sekitar 6.000 orang. Mahasiswa asal Sumbar
sebanyak 408 orang.
Satu hal yang membanggakan dalam acara akhir lokakarya, yaitu salah seorang
mahasiswa anggota KMM, keluarga mahasiswa minang, Saudari Mirdah asal Birugo
Bukittinggi, cucu Bapak Nasrul Siddiq atau Bapak Hawari Siddiq mendapat pujian
dari Syaikh Al-Azhar, Prof Dr Muhammad Sayyid Al Tanthawi karena kemampuan
bahasanya yang baik sebagai MC dalam acara lokakarya tersebut.
Wirdah saat ini sudah menamatkan kuliahnya sebagai Magister dan akan
melanjutkan ke program S3.
Saya berangkat dari Padang bersama Kakanwil Departemen Agama, Rektor IAIN
Imam Bonjol, Ketua Bappeda, dan Ketua Bidang Fatwa MUI Sumbar Gusrizal LC yang
juga alumni Universitas Al Azhar, Kairo.
Kunjungan tersebut dimaksudkan meninjau asrama untuk mahasiswa Sumbar yang
baru saja dibeli Pemda Provinsi Sumbar melalui kedutaan Indonesia dengan luas
bangunan lebih 1.000 meter persegi di gedung berlantai 4 yang mampu menampung
50 mahasiswa.
Saat ini prestasi mahasiswa asal Sumbar cukup baik karena kelulusannya
mencapai 70 persen. Sementara mahasiswa Indonesia sekitar 55 persen.
Malam harinya juga diadakan pertemuan Gubernur dengan mahasiswa asal Sumbar
di Wisama Nusantara. Mereka mennyampaikan usulan kepada Gubernur terutama
menyangkut bantuan biaya pendidikan dan perpusatakaan.
Semua masukan itu nanti akan dibahas setelah saya sampai di Padang bersama
DPRD dan bupati serta walikota.
Kesepkatan MUI Sumbar dengan Lembaga Fatwa Mesir
Minggu, 13 April telah dijalin kesepahaman antara MUI (Majelis Ulama
Indonesia) Sumbar yang diwakili Ketua Bidang Fatwa, Gusrizal Gazahar, LC MA
dengan Dar Al_Ifta' atau lembaga Fatwa Mesir untuk melakukan saling tukar
informasi fatwa, pelatihan, dan pembekalan anggota majelis fatwa selama 6 bulan.
Selain itu juga rekomendasi yang akan diberikan oleh Lembaga Fatwa Mesir
untuk anggota majelis fatwa sumbar untuk melanjutkan studi setingkat S3 di
Darul Ulum Kairo University.
Dalam kesepakatan tersebut Darul Ifta' diwakili tangan kanan Mufri Dr. Amru
Alwardani sebagai Amin Al Fatwa. Hasil kesepakatan itu akan dibahas lebih
lanjut di tingkat MUI Sumbar dan MUI sudah menunjuk contact person, salah
seorang mahasiswa Pasca Sarjana asal Sumbar.
Senin, 14 April (hari ini) rombongan akan bertolak ke Jedah dan melanjutkan
perjalanan ke Madinah dan Mekah. Menurut rencana rombongan di Mekah akan
bertemu dengan Ketua Pembangunan dua masjid Hara (Mekah dan Nabawi).
Pembicaraan akan berkisar tentang rencana pembangunan Masjid Raya Sumbar.
Bila mungkin dibantu oleh Saudi Arabia. Di Jedah rombongan diterima oleh
masyarakat di Jedah.
Sebelum berangkat rombongan dilepas oleh staf kedutaan dan para mahasiswa
asal Sumbar (KMM). Demikian laporan dari Mesir.Wassalam. (Gamawan Fauzi)
Catatan Gubernur Gamawan Fauzi dari Mekah: Mengajukan Bantuan Masjid Raya
kepada Masjidil Haram
PadangKini.com | Rabu, 16/4/2008, 8:08 WIB
Gubernur Gamawan Fauzi
Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi berkunjung ke Kairo, Mesir untuk
menghadiri Lokakarya Dukungan Terhadap Peningkatan Prestasi Mahasiswa
Indonesia', di Gedung Azhar Conference Centre, Kairo, 12 April 2008 dan
sejumlah kegiatan lain. Berikut laporan kedua Gubernur yang dikirimkan khusus
dari Madinah untuk pembaca PadangKini.com.
Sabtu sore, 12 April, seusai lokakarya sore rombongan meninjau asrama
mahasiswa Sumbar yang baru saja dibeli melalui APBD 2008 senilai Rp3 miliar.
Asrama terletak di Al-Tagammu' Al Awal New Cairo, 15 km dari kampus Universitas
Al Azhar.
Gedung ini berlantai 4 plus basemen dengan luas tanah 320 meter dan luas
bangunan 260 X 4 lantai, 1.040 meter. Asrama ini menjadi asrama mahasiswa
Indonesia terluas di Mesir.
Sebelumnya rencana pembelian gedung ini sudah ditinjau Ketua DPRD Sumbar
Leonardy Harmainy Dt Bandaharo Basa dan Sekda Sumbar Yohannes Dahlan bersama
anggota DPRD Sumbar Irdinansyah Tarmizi, Muslim M. Yatim, dan dua pejabat
terkait di Pemprov Sumbar, Syamsuir Burhan dan Bambang Istijono.
Asrama ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan kualitas belajar mahasiswa
kita di Kairo. Gedung ini akan menjadi sarana pengembangan bahasa dan wawasan
untuk memperlancar perkuliahan mereka.
Sejarah sukses Minangkabau sebagai gudang ulama masa lalu juga diawali dari
aktivitas ulama kita yang banyak belajar di Timur Tengah dan selanjutnya
membuka sekolah-sekolah baru di Ranah Minang.
Kita ingin membangkitkan kembali citra yang baik itu untuk beberapa tahun ke
depan dengan mengirim kembali anak-anak kita untuk belajar di Timur Tengah.
Rencana seperti telah didiskusikan secara informal dengan beberapa anggota DPRD
untuk memberi beasiswa bagi anak-anak kita tersebut pada tahun-tahun mendatang.
Saat ini ada 105 orang anak miskin cerdas yang juga kita sekolahkan di luar
Sumbar pada universitas ternama di dalam negeri seperti ITB, UI, UGM, dan
lain-lain. Kita juga menyekolahkan lebih dari 1.200 guru di UNP dan Unand dan
memberi dana untuk lebih 100 dosen di Sumbar yang mengambil S2 dan S3.
Mahasiswa asal Sumbar di Al Azhar berjumlah 408 orang. Mereka berprestasi
lebih baik dari rata-rata Indonesia. Kalau tingkat kelulusan mahasiswa
Indonesia 35 persen, mahasiswa asal Sumbar mencapai 72 persen. Karena itu patut
kita dukung dan kita hormati. Dalam rangka mempersiapkan kembali Minang sebagai
gudangnya ulama.
Di negeri para nabi ini mereka bisa menggali banyak hal tentang keislaman,
karena Al Azhar sebagai universitas tertua dan negerinya para nabi adalah
tempat berguru yang baik.
Ketika saya bertemu dengan mahasiswa dan mahasiswi kita di Kairo, betapa
bangganya saya. Mereka tidak gamang di negeri orang. Mereka sehat, ceria, dan
cerdas. Pantaslah novel Ayat-ayat Cinta bisa lahir di sini, karena pergulatan
keilmuannya yang mendalam.
Menurut pengamatan saya, sangat beruntung mengirimkan anak-anak kita sekolah
ke Mesir. Tapi bagi yang ingin kuliah ke universitas ternama lainnya di dunia
juga baik. Ilmu ternyata tersebar luas di seluruh dunia, tinggal bagaimana kita
memetiknya.
Rabu, 16 April, rombongan rencana berangkat menuju Mekah dari Madinah. Pukul
10 besok waktu setempat rencana akan bertemu dengan Ketua Pembangunan 2
Masjidil Haram di Mekah untuk membicarakan rencana pembangunan masjid raya
Sumatera Barat.
Kita telah mempersiapkan brosur dalam bahasa Arab dan mengajukan permohonan
bantuan biaya tambahan pembangunan Masjid Raya, untuk menindaklanjutinya nanti
kita akan menunjuk kontak personnya di Arab Saudi. Karena itu, malam harinya
kita akan mengadakan pertemuan dengan masyarakat Minang di Jedah.
Pada17 April pukul 15.00 waktu setempat atau sama dengan jam 20.00 WIB kita
ditunggu oleh Dirtektur IDB di Jedah untuk membicarakan hal yang sama. Waktu
yang kosong dimanfaatkan untuk beribadah salah berjamaah di Masjid Nabawi dan
Masjid Haram. Wasallam. (Gamawan Fauzi)
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--- End Message ---