Tulisan dibawah rancak diinokkan dengan fikiran nan janiah.
Khusus untuak sanak nan alun sempat mambaco.

Salam dari subarang lauik
ajoduta/61/usa

----------------------------------------------------------------------------------------------

Janiah
  Minggu, 20 April 2008

[image: Active Image]Oleh : Yusrizal KW
Orang Minang menyebut kata jernih adalah janiah. Janiah maupun jernih,
artinya sama: bening, tidak muram, tidak keruh. Kalau bertemu dengan air
janiah, bening pula rasa hati, bersih pula pikiran dikira-kira. Air jernih,
sebagaimana hati atau pikiran jernih, dibutuhkan untuk kehidupan yang lebih
baik. Karena itu, aie (air) janiah, jika ia diminum, kala ia mengalir, yang
ditawarkannya adalah kesejukan—kenyamanan. Setiap orang memandang, jika ia
air, ingin meminum untuk pelepas dahaga. Ia wajah seseorang, merasa
mendapatkan pancaran hati yang bercahaya.

Ada rangkaian kata-kata, keruh minta dijaniahkan, kusut minta diselesaikan.
Dari kalimat itu, kita mendapatkan, makna mencari solusi, jalan keluar dari
kungkungan masalah. Tentu, kalau kita berfokus pada "minta dijaniahkan",
kita dihela ke arah penyelesaian, bukan makin berendam di air keruh masalah.
Muko (wajah) nan janiah, merupakan wujud dari hati yang bening. Hanya orang
yang selalu iklas dan bersyukur, berpikir positif, yang hanya bisa
memancarkan wajah bercahaya bening. Mereka yang seakan-akan iklas,
seakan-akan bersyukur, tentu pancaran wajahnya juga seakan-akan jernih.
Untuk memahami, percaya atau tidak muka jernih hati jernih itu ada,
dibituhkan pula cara sehat berpikir jernih. Kalau tidak, air keruh kian
memperkeruh hal yang sudah keruh.

Bapikia (berpikir) janiah, bisa tergerakkan kalau hati yang mendukung dalam
keadaan jernih. Bukankah hati merupakan mata air, sehingga mempengaruhi
pikiran. Atau, pikiran jelmaan mata air, sehingga ia positif, hatinya jadi
jernih. Kalau hati dan pikiran kita janiah, tentu hidup yang kita jalani
akan terasa lebih indah. Tetapi, ketika ada teman nyeletuk sembari berkata,
"Bagaimana bisa jernih hati dan pikiran kalau uang di saku tak ada, beras
yang akan ditanak sudah habis, kebutuhan serba mahal…." Nah, yang nyeletuk
barusan, cara berpikirnya yang belum jernih. Karena orang yang berpikir
jernih, akan mudah mendapatkan jalan keluar untuk membuat hati dan
pikirannya tenang. Dalam tenang (suasana janiah), seseorang bisa menemukan
ide atau memenangkan pertempuran, terutama melawan "hantu" dalam diri.

Banyak masalah yang mendera bangsa Indonesia, negeri tercinta ini. Korupsi
menjadi-jadi. Pemimpin bermoral (berhati dan pikiran jernih), kata orang
biasa berpikiran jernih, makin langka. Karena itulah, kita seakan terus
berenang di tengah kekeruhan persoalan. Air yang mengalir dari sononya, kok
rasanya keruh. Kok makin lama makin susah jernihnya. Saya pernah membaca
Metafora Hikmah yang ditulis Abi Abdullah At_tarmidzi tentang perumpamaan
pemimpin. Kata para ulama salaf, pemimpin itu adalah perumpamaannya mata air
yang jernih yang menghasilkan sungai besar. Orang-orang berenang di dalam
genangan sungai besar itu.

Sehingga airnya pun menjadi keruh. Tetapi setelah air keruh itu ditimpa air
dari sumber mata air nan jernih, ia kembali jernih. Tetapi, ia akan tetap
keruh, jika sumber air—si mata air—itu sendiri yang keruh. Tentu, kekeruhan
akan mengental. Bagaimana mungkin sungai akan jernih. Solusinya kalau sudah
demikian, tak ada cara lain. Kecuali memblokir sungai. Begitu juga pemimpin.
Kalau yang terpilih adalah mereka dari kalangan air keruh, bagaimana bisa
menggenangkan kehidupan dengan danau kebeningan.(***)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke