Sekarang saya dalam detik2 peresmian Lobang Tambang Mbah Soero. Terlihaat 
kesibukan yg beda dari biasa. Semua pihak terlibat, staf Pemda, kontraktor dan 
masyarakat sekitar. Sebuah keberanian dan kejelian dalam membaca peluang. 
Kekhasan dan keseriusan sangat kental sekali tersa disini. 
gamelan sudah siap dimainkan, sebuah nuasa ke-Indonesiaan dengan latar budaya 
yg berbeda disatukan oleh sebuah prosesi pembukaan mbah Soero ini.

Nanang
sedang menunggu detik2 pembukaan /peresmian Loebang Mbah Soero di Sawahlunto 
Sent from my BlackBerry(R) wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network

-----Original Message-----
From: "kabaMinang OnLine" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Wed, 23 Apr 2008 09:32:11 
To:<[email protected]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: LOBANG TAMBANG MBAH SOERO


Lubang Mbah Soero di Kota Sawahlunto Diresmikan, Landmark-nya Masa Depan 
Sawahlunto 
  
 
Padek Online. Rabu, 23 April 2008 
 
  
HARI ini, Kota Sawahluto di bawah kepemimpinan Amran Nur kembali menoreh 
sejarah bagi pembangunan pariwisatanya. Lubang Tambang Mbah Soero yang dibangun 
tahun 1898 dan ditutup tahun 1932, kini dibuka kembali untuk untuk umum. 
Kawasan itu dijadikan objek wisata masa depan dan landmark-nya Sawahlunto. Tak 
pernah terlintas dan terbayangkan oleh masyarakat kalau Sawahlunto akan mampu 
mengukir prestasi di sektor pariwisata. Apalagi, letak kota tersebut relatif 
jauh dari jalur lintas Sumatra dan tak dikenal dengan view alam yang 
menjanjikan. Kota ini  cenderung hanya menyuguhkan bekas tambang yang terlanjur 
di vonis tak memberi nilai guna lagi. 
Kini perlahan-lahan Sawahlunto mulai bangkit. Kota yang dimasa lalu dianggap 
tak lagi memberi harapan ini, justru tampil dengan icon-icon baru pariwisata di 
Sumbar dan kancah nasional. Salah satunya, sukses Sawahluto menghadirkan tempat 
pemandian (waterbom-red) yang sudah menyedot perhatian masyarakat luas. 
Menariknya, objek wisata yang dibangun dan dikembangkan di daerah ini unik atau 
berbeda dengan daerah lain. Puing dan bekas penambangan kini disulap menjadi 
objek wisata. Satu persatu aset bekas tambang tersebut mulai dibuka dan 
dibenahi. Mulai dari gudang ransum sebagai tempat dapur umum untuk kebutuhan 
konsumsi orang rantai dan pekerja tambang masa kolonial Belanda hingga stasiun 
kereta. 
Begitu pula dengan Danau Kandis, lubang bekas galian tambang terbuka yang 
disulap menjadi tempat wisata air. "Kita ingin mengembalikan kejayaan 
Sawahlunto seperti di masa lalu. Dan ini pun sesuai dengan visi dan misi Kota 
Sawahlunto yakni Kota Wisata Tambang Berbudaya," ujar Wali Kota Sawahlunto 
Amran Nur kepada Padang Ekspres, kemarin. Sebetulnya, tambah Amran Nur, banyak 
peluang dan potensi pariwisata dalam bentuk wisata tambang yang dapat digali 
demi kesejahteraan masyarakat Sawahlunto. 
Salah satu yang sangat monumental adalah Tambang Lubang Mbah Soero yang 
terletak di Kelurahan Tanah Lapang, Kecamatan Lembah Segar. "Kami melihat 
Lubang Mbah Soero ini sangat menakjubkan sekali. Malahan tidak berlebihan 
rasanya kalau kami mengatakan objek wisata seperti Lubang Soero ini tidak kita 
temui di daerah lain," jelas Amran Nur yang mencalonkan kembali menjadi Wali 
Kota Sawahlunto untuk lima tahun mendatang ini. Selain proses pembuatannya yang 
unik, tambah Amran Nur, lubang tersebut juga memiliki nilai sejarah yang sangat 
tinggi. Baik itu dari aspek sejarah penjajahan Belanda hingga ke sejarah 
penambangan batubara termasuk sejarah dari orang rantai. "Artinya, Lubang Mbah 
Soero ini betul sarat dengan nilai sejarah", ucap peraih Leadership Award. 
Lubang Soero yang memiliki panjang hampir 1.500 meter dan berada di bawah Kota 
Sawahlunto tersebut jauh lebih dahulu hadir dibandingkan Lubang Jepang di Kota 
Bukittinggi. Lubang itu dibangun tahun 1989 oleh Kolonial Belanda dan ditutup 
kembali tahun 1932, karena lubang yang mempekerjakan ribuan orang rantai 
tersebut tertutup oleh rembesan air Batang Lunto. Perbedaan lainnya, Lubang 
Jepang dibuat di dataran tinggi di samping Ngarai Sianok, sedangkan Lubang Suro 
dibuat di bawah perkampungan penduduk Kota Sawahlunto dan di bawah aliran 
Sungai Batang Lunto, sehingga risiko dalam membuatnya sangat tinggi. 
"Mengingat proses pembuatan dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya 
sangat tinggi, maka kita berencana menjadikan Lubang Soero ini sebagai objek 
wisata unggulan Kota Sawahlunto ke depan. Tidak tertutup kemungkinan, Lubang 
Soero kelak menjadi landmark-nya Wisata Petualangan Kota Tambang di 
Sawahlunto", kata Amran. Putra Talawi yang besar di rantau iitu mengaku, 
keinginan membuka Lubang Soero untuk umum dan menjadi objek wisata sudah lama. 
Namun, karena keterbatasan dana dan belum tuntasnya kajian konservasi serta 
pembenahan sarana dan prasarana keselamatan pengunjung yang datang, maka 
pembukaan Lubang itu baru bisa dilakukan Juni 2007. 
Setelah dibuka, lubang yang ditutup beton selama hampir 75 tahun tersebut 
ternyata tidak lagi dirembesi air Batang Lumpo. "Makanya, kita tindaklanjuti 
dengan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. Termasuk sarana keamanan dan 
kenyamanan pengunjung," bebernya. Pembenahannya, lanjut Amran, dilakukan tanpa 
menghilangkan nilai-nilai historis dari Lubang Soero. Misalnya, jika bangunan 
asli beralaskan tanah, maka kini dipasang paving block. Sedangkan untuk 
menghindari bencana longsor, dipasang tiang penyangga dari beton plus lampu dan 
suplai oksigen. Lubang Soero juga dilengkapi kamera CCTV yang berguna untuk 
memantau kondisi pengunjung. 
Hari ini, (23/4) Lubang itu dibuka untuk umum secara resmi oleh Menteri 
Pariwisata dan Kebudayaan RI. Peresmian objek wisata andalan Kota Sawahlunto 
ini ikut disemarakkan dengan penampilan hidangan makanan dan tradisi Jawa. 
Langkah ini sebagai kelanjutan kegiatan sebelumnya yakni, makan bajamba yang 
sempat mencatat rekor MURI. (heldi s &herry) 
  
  
 
 
----------------
 
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of salam 
wisata indonesia
 Sent: 21 April 2008 15:53
 
 
 
 
Dear All , Travel Agent Partners 
 
  
 
Sawahlunto yang dikenal sebagai kota tambang pada tanggal 23 April 2008 
mendatang dibuka oleh Bapak Mentri Pariwisata Jero Wacik akan meresmikan objek 
wisata baru yang disebut 'lobang wisata tambang mbah suro" 
 
  
 
Objek wisata ini merupakan bahagian program JEJAK WARISAN tentang kejayaan 
Pertambangan dimana Batubara yang ditemukan pertama kali oleh D Grave dengan 
kalori terbaik sampai dengan 7500 cal yang merupakan cikal bakal   sejarah 
kereta api di sumatra barat 
 
  
  
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke