To  : [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
CC : [email protected] <[email protected]>

Assalamu'alaikum.w.w.

 Saudara-saudari-ku sekalian,...
Seandainya Kartini masih hidup...Terperangahlah dia melihat bagaimana
betul kurenah kaum perempuan sekarang. Mengapa begini kejadiannya.
Kemudian mengapa pula ia dianggap sebagai panutan emansipasi yang pada
ujungnya menghasilkan tingkah polah perempuan seperti zaman sekarang. Dan
kalau kita bertanya pula, betulkah emansipasi ini dibawa oleh Kartini ?.
Kalau isu "gender", "fenimisme" adalah produk barat yang berkemungkinan
besar ditunggangi Yahudi ala Hilarry Clinton.
Kalau ditengok sejarah, penempatan Kartini sebagai tokoh emansipasi
hanyalah pandai-pandai Soekarno saja yang dengan mudah dikala itu
mengorbitkan seseorang untuk menjadi tokoh. Sampai-sampai pakaian kebaya
"berleher rendah" adalah pakaian nasional.
  Yang sebenarnya benar, biar saya katakan, bila dilihat sejarah sampai ke
abad pertengahan, yang membawa konsep emansipasi adalah Muhammad bin
'abdullah,Muhammad Rasuulullah, "The mesenger of Allah", lima belas abad
yang silam.
(Sama seperti konsep penghapusan budak, yang ditiru barat, setelah itu
dikatakannya konsep mereka pula).
"..Ooo...
 Kalau St. Sinaro yang ngomong tentu iya, semuanya pasti lari ke sana"
... ooops tunggu dulu, kita bicara fakta, kita bicara sejarah, sejarah
yang tidak dapat diputar balikkan karena tertulis dalam tarikh-tarikh yang
secara ilmiah dapat dipercaya dan dibuktikan kebenarannya.
Let's see according to the American Encyclopedia.
Abad pertengahan adalah abad kegelapan (Abad ketika Islam mulai cemerlang).
 Nan kaum perempuan ko, kaum perempuan ini tidak berharga sedikitpun,
indak baharago sangenek alah juo do. Kala itu ada yang mengatakan
perempuan itu tidak berakal, ada yang mengatakan kaum perempuan hanyalah
untuk membuat manusia dalam kantong saja sehingga keluarlah istilah
manusia berkantong ("Woman" dari "Womb" "man" atau manusia berkantong).
Ada pula yang mengatakan orang perempuan ini tidak bernyawa. Yang jelas
kaum perempuan ini hanya digunakan untuk pemuas nafsu kaum lelaki belaka,
dan tidak lebih dari itu. Mereka tidak punya hak atas harta warisan dan
banyak hak-hak lain yang tidak mereka dapat. Kalau ada
pengorbanan-pengorbanan dalam acara ritual, maka kaum perempuanlah yang
dikorbankan. Dicampakkan ke dalam laut atau ke kawah gunung berapi. Tidak
berharga sedikitpun. Masa ketika itu iya sebenar-benar biadab, kalau
boleh dikatakan biadab terhadap kaum perempuan.
 Masa gelap dalam berbagai bidang, masa gelap ilmu pengetahuan, seperti
yang saya ceritakan di berbagai mailing-list. Sampai-sampai di tanah Arab
sendiri orang malu beranak perempuan. Ketika lahir langsung dibenamkan ke
dalam bumi.
 "wa idzal mau-udatu su-ilats, biayyidzambin qutilats"
 "Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena
 dosa apakah mereka dibunuh" (QS:81:8-9).

 ....beresok kita sambung ....

 Billahil hidayah wat taufiq

 Wassalamu 'alaikum. w.w.
 Padang, April 2008
 Lab. Perancangan dan Konstruksi Mesin
 Fakultas Teknik Universitas Andalas
 Kampus Limau Manih
 Dr. Eng. Khairi Yusuf St. Sinaro

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke