Kembali dia diserang dari segala arah, pertempuran semakin lama semakin
tidak beres, tenaga Masnan tambah lama tambah terkuras sedangkan musuh
sepertinya tidak berhenti juga tenaganya tetap seperti semula. Dia melihat
keadaannya benar-benar tidak menguntungkan, bala bantuan yang diharapkan
tetap saja belum datang. Akhirnya dia mengambil keputusan untuk meningkatkan
penggunaan tenaga dalamnya sampai tingkat tertinggi dan melontarkan puncak
ilmunya Hampasan Angin Tabangkan Awan pada jurus terakhir. Dia mulai
mempersiapkan dirinya, sedangkan Epen melihat bahwa lawannya akan
mengerahkan ilmu mautnya kepada mereka, segera dia meningkatkan penggunaan
ilmu barisannya ke tingkat kelima, teriaknya,"Kalajengking Merah keluar
sarang!"

Dan semua barisannya tiba-tiba bergerak bergabung dan membentuk kalajengking
besar dengan capit di kiri kanan, 4 orang yang memegang tombak memecahkan
diri dua-dua orang membentuk capit, sedangkan di ekornya telah ada Sakti
dengan tangan sudah memegang tombak pula berdiri di pundak kedua temannya
Epen dan Pinyak. Mulut Pinyak masih dalam keadaan komat kamit, tapi tidak
seperti tadi berdiri diam sekarang dalam posisi menahan tubuh Sakti yang
akan bergerak menyerang seperti ekor kalajengking. Keadaan terasa semakin
memanas, masing-masing pihak mengerahkan ilmu tertingginya untuk mengalahkan
lawan. Keadaan ini sudah diperhitungkan oleh Masnan, hanya yang tidak pernah
dia pikirkan adalah di jurus terakhir semua pimpinannya turun tangan
sendiri.

Hal ini terjadi karena Sakti sudah melihat lawan sekali ini benar-benar
hebat sekali sudah bertempur kurang lebih 2 jam tapi masih dalam kondisi
tegar, kalo lawan lain sudah dari tadi kalah. Si licik ini bisa melihat
walau mereka bergabung menjadi satu sesuai dengan ilmu mereka tetap saja
mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mengalahkan pria ini. Sedangkan dia
merasa ada yang tidak wajar seakan-akan pria ini menunggu-menunggu sesuatu
karena seharusnya dengan ilmu yang dia miliki dari tadi barisan mereka sudah
hancur, bahkan mungkin sekarang mereka bertiga yang sedang bertempur dengan
pria ini. Karena itu dia membisikan ke telinga teman-temannya dengan ilmu
pengirim suara untuk segera menyudahi pertempuran ini, artinya mereka semua
harus siap-siap terjun ke arena pertempuran dan membentuk formasi
kalajengking besar.

Teman-temannya langsung menyetujui, karena mereka sendiri sudah mulai gemas
dan kuatir seandainya mereka terbantai malam ini. Segera formasi besar itu
mulai mengitari sekeliling Masnan dengan kecepatan pelan tapi sangat teratur
dan rapi sekali. Keempat orang yang akan bertindak sebagai capit sudah mulai
menghunuskan tombaknya ke arah Masnan dengan keadaan saling memunggungi satu
dengan yang lain. Sedangkan Sakti sendiri sudah bersiap-siap untuk
mengkomandoi pertempuran kali ini, dia sudah tidak sabar ingin segera
mengetahui keberadaan bocah yang telah menawan hatinya itu.

"Serang kanan, mundur kiri." Segera mereka melakukan perintahnya, dan Masnan
yang menghadapi serangan capit kanan berusaha menangkis hujaman tombak ke
arahnya, tapi baru dia mengangkat tangannya untuk menangkis capit, dari atas
kepalanya sudah datang tombak yang dipegang Sakti yang menghujam ke
kepalanya. Sungguh sebuah serangan yang ganas sekali kecepatan ekor jauh
lebih menekan dari sebelumnya karena dilakukan oleh 3 pimpinan perkumpulan
ini yang mempunyai ilmu dan tenaga dalam yang selisihnya tidak jauh dari
Masnan.Gerakan Sakti yang ditopang oleh kedua kawannya sungguh hebat sekali,
ekor itu bisa bergerak ke segala arah dengan tingkat kedinamisan yang tinggi
sekali jauh dibandingkan dengan permainan anak buah mereka. Temannya bisa
memegang kedua kaki Sakti dan mengayunkannya ke segala arah dengan tenaga
dalam gabungan mereka bertiga sehingga menghasilkan tingkat serangan yang
mematikan. Mulailah Masnan kewalahan dengan semua serangan ini, dia harus
mengerahkan seluruh kemampuannya untuk bisa menahan serangan mereka.

Perlahan-lahan dia mulai keteteran dan harus mundur sampai jungkir balik
menghindari serangan capit dan ekor barisan ini. Suatu saat tiba-tiba
terdengar teriakan Sakti,"Kena kau," dia melihat peluang untuk menghantam
dada Masnan dengan tombak, padahal di saat itu Masnan sedang mencoba
mengibaskan serangan dari kedua capit. Masnanpun berpikir kali ini kena dia
akan tombak beracun itu, tapi emang Tuhan yang punya kuasa di saat genting
itu tiba-tiba terdengar seperti suara deru ombak yang kencang sekali di
telinga semua orang dan itu terasa menusuk-nusuk telinga mereka sehingga
mengganggu kosentrasi mereka semua. Tapi Sakti memang hebat walau dia sempat
sesaat kehilangan kosentrasi tapi dia tetap bisa melanjutkan serangannya,
Masnan yang juga terpengaruh gelombang suara deru ombak itu semakin keteter
dengan serangan dari Sakti. Untuk mengurangi kerusakan yang timbul akibat
tusukan tombak didadanya itu dengan cepat dia menyilangkan tangannya ke dada
untuk menahan tusukan tombak yang datang, dia rela kehilangan satu tangannya
daripada mati tanpa perjuangan untuk hidup walau dia sudah mati langkah.

Ternyata Tuhan berkehendak lain, tombak yang mengarah ke dada Masnan,
tiba-tiba hancur seperti debu dihantam oleh sebentuk kepalan tinju yang
tidak jelas datangnya dari mana. Sakti yang memegang tombak itu sampai
terlempar jauh bersama kedua teman yang memegang kakinya itu, getaran tinju
yang sarat dengan tenaga dalam itu benar-benar menggetarkan dada mereka
semua, sehingga mereka muntah darah menahan getaran tenaga dalam itu. Tapi
mereka masih belum terluka dalam, mereka melihat keadaan yang sangat tidak
menguntungkan tersebut buru-buru mereka melarikan diri meninggalkan semua
anak buahnya untuk menahan kejaran orang hebat itu. Para anak buah melihat
pimpinannya lari, semua ikutan berlari mengejar pimpinannya, dalam sekejab
terdengar derap kaki orang yang berlarian semakin lama semakin menjauh.
Masnan bergerak hendak mengejar mereka, tapi tiba-tiba di telinganya
terdengar suara, "Sudah jangan dikejar lagi, kamu harus mengobati luka di
tanganmu yang tergores tombak beracun itu."

Kaget Masnan mendengar hal itu, dia tidak sadar bahwa ternyata tangannya
sempat tergores oleh ujung tombak, dan dia melihat tangan kanannya disekitar
goresan berubah berwarna merah menghitam dan dia merasakan aliran darahanya
mulai membaca racun tersebut, buru-buru dia menotok tangannya untuk
menghentikan aliran darahnya, tapi belum sempat dia melakukannya dia merasa
tangannya seperti ada angin yang menggores lebih besar lukanya, segera saja
darah hitam keluar dari luka yang menganga di tangannya itu mengalir dengan
derasnya seakan-akan ada yang mengurutnya untuk keluar, memang dia merasakan
ada tekanan udara pada lengan itu. Dia kaget sekali ada orang yang demikian
hebatnya bisa melukai tangannya hanya dengan angin kibasan tangannya dan
menekan urat di lengannya dari jarak jauh. Segera Masnan menegakkan
kepalanya untuk melihat siapa gerangan yang membantunya itu, tidak terlihat
orang sejauh matanya memandang kegelapan malam ini. Matanya yang sudah
terlatih untuk melihat kegelapan tidak mampu melihat di mana orang itu
tepatnya berdiri. Tidak lama pengobatan itu selesai, terdengar suara,"Hmmm
racun di tubuhmu sudah aku keluarkan, buka mulutmu makan obat penawar ini,"
terdengar desingan angin cepat sekali mengarah ke mulut Masnan.

Bersambung....


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.4/1396 - Release Date: 24/04/2008
18:32



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke