Ciptakan Wisata Aman dan Nyaman         
Minggu, 27 April 2008   

Oleh : Wirnita Eska
Jika kita ingin membenahi pariwisata, maka Anda harus  melibatkan seluruh 
stakeholder dan komponen masyarakat, karena tak ada pariwisata yang dapat 
digarap maksimal, tanpa koordinasi intensif seluruh elemen. Mulai dari 
masyarakat, hingga pembuat kebijakan. Namun sayang, untuk Sumbar kondisi ideal 
tersebut belum tampak. Sebagai salah seorang yang peduli akan nasib pariwisata 
Sumbar, saya tidak ingin kondisi pada tahun 1002 lalu, dimana Visit Indonesia 
Years gagal, lantaran terkena imbas  perang teluk kala itu. Kita harus bangkit, 
dan menunjukkan kepada dunia, bahwa Sumbar punya banyak potensi wisata yang 
layak jual.



Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memulihkan image Sumbar sebagai 
daerah rawan bencana. Caranya dengan pembenahan infrastruktur, dan menciptakan 
pengamanan yang dapat menjawab pertanyaan wisatawan apakah saya akan aman 
berada di Sumbar? Kalau hal itu bisa dilakukan segera, maka pembenahan 
pariwisata juga dapat pebih cepat direalisasikan. Langkah selanjutnya, baru 
pembenahan potensi wisata di seluruh daerah. Tak perlu banyak potensi, namun 
pemerintah setempat harus bisa fokus pada satu atau dua objek yang mewakili 
ikon daerah tersebut. Contohnya daerah Pesisir Selatan yang sangat potensial 
sebagai daerah wisata bahari, sehingga pemerintah setempat bisa mulai 
memfokuskan penanganan wisata bahari. 

Seperti Pulau Penyu dan sarana wisata laut, sehingga wisatawan dapat dimanjakan 
dengan kebeningan air lautnya. Wisata bahari yang dimaksud, harus tetap 
disinkronkan dengan RTRW yang ada, sehingga tidak menimbulkan masalah di 
kemudian hari. Peran serta generasi muda, juga sangat dibutuhkan dalam upaya 
mengembangkan potensi wisata. Langkah awal, bisa dengan memberikan kesempatan 
studi banding bagi generasi muda, untuk melakukan studi banding pariwisata di 
daerah lain. Dengan begitu, mereka memiliki bekal yang dapat diterapkan di 
daerah asal mereka. 

Tempat studi banding, bisa saja pada daerah dalam negeri seperti Bali dan 
Yogyakarta yang telah berhasil menerapkan ikon pariwisata yang memiliki daya 
tarik tinggi. Sehingga wisatawan dapat benar-benar menikmati liburan mereka 
ketika berada di sana. Yang tak kalah penting yaitu, memberikan suatu tugas 
kepada ahlinya. Di mana, pengembangan pariwisata, harus diberikan kepada pakar 
pariwisata, dan pemerintah setempat tinggal memnfasilitasi sarana dan prasarana 
sesuai anggaran yang telah tersedia. Jika hal ini berhasil, maka Pendapatan 
Asli Daerah (PAD) dapat ditingkatkan dari sektor pariwisata. Karena kejelian 
melihat potensi pariwisata akan menghasilkan pengemasan pariwisata yang apik 
dan siap jual. Baik bagi wisatawan domestik, ataupun wisatawan 
mancanegara.(rahmi amalia) 


© 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke