Burhan memandang orang tua itu dengan bingung, matanya tajam menatap seakan ingin mengerti apa yang barusan dikatakan oleh orang itu.
"Anak yang baik, kau memang seorang anak yang beruntung sekali, aku melihat di tubuhmu sudah ada mengendap khasiat dari kadal yang kau makan dan juga aku merasakan aliran darahmu sangat baik sekali bahkan ada beberapa bagian jalan darahmu terbuka dengan sendirinya tanpa perlu latihan tenaga dalam untuk membukanya, ibaratnya tubuhmu sudah seperti wadah terbuka lebar yang menunggu diisi dengan tenaga dalam agar bisa membangkitkan tenaga murnimu. Boleh aku tahu selain kau makan kadal, apakah kau ada makan yang lain?" Burhan yang berada di pangkuan Masnan masih dalam keadaan bingung berusaha menjawab pertanyaan orang tua itu,"Tadi waktu aku masuk ke dalam lubang bersembunyi, aku mendengar suara pertempuran tapi lama kelamaan aku merasa lapar sekali dan tubuhku mulai terasa sakit semua, aku tidak tahu harus bagaimana, jadi aku berjongkok di dalam lubang itu, pas tanganku meraba tanah, aku merasa tanah yang aku pegang berbeda dengan tanah biasanya, tanah ini sangat halus dan lembut sekali, tapi itu hanya ada di dinding kanan aku sedangkan dinding kiri tetap seperti tanah biasa. Karena bosan, aku mengorek-ngorek tanah lembut itu untuk dibuat mainan, belum lama aku bermain, terdengar getaran keras yang menghantam tanah dekat tempat aku bersembunyi, dan tanah tempat aku berpijak ambruk dengan cepatnya, aku sudah tidak bisa berteriak minta tolong karena aku sendiri kaget dan berusaha menggapai di dinding supaya tidak jatuh semakin dalam. Tapi aku tidak dapat memegang apapun, aku jatuh di tanah yang empuk sekali walaupun begitu aku merasakan kakiku sangat sakit sekali. Lalu aku memandang sekeliling aku dan melihat banyak jamur yang aneh bentuknya mengeluarkan bau menyengat hidung, aku melihat semut-semut memakan jamur itu, aku pikir pasti jamur ini tidak beracun karena semut saja makan jamur ini. Aku memetik beberapa buah dan memakannya, memang baunya tidak enak tapi waktu sampai di mulut terasa enak sekali, jadi karena lapar aku memakan hampir semua jamur yang tumbuh di sekeliling aku. Sedang aku asyik makan tiba-tiba keluar kadal yang juga ingin makan jamur yang sedang kucoba petik, dia menggigit tanganku karena kesakitan aku bales gigit dia dan dia melepaskan gigitan di tanganku dan menyemburkan ludahnya ke wajah dan leherku. Karena jijik dan kesal, ludahnya meleleh di wajah dan tubuhku, aku kembali menggigit kadal itu dengan kencang sekali, ternyata darah dan dagingnya terasa sangat manis, saking kelaparannya aku memakan binatang itu, aku sudah meminta maaf padanya karena memakan dia,"kata Burhan dengan air mata berlinang dan wajah yang merasa bersalah karena sudah bertindak kejam memakan kadal itu. Burhan tidak pernah melakukan perbuatan seperti tadi, memakan mentah-mentah kadal yang menggigit tangannya itu, dia merasa dia sudah menjadi orang yang sama dengan penjahat tadi, makanya dia merasa sedih sekali. Buru-buru Masnan menghiburnya,"Burhan, kamu melakukan itu karena ingin menyelamatkan dirimu, jadi apa yang telah kamu lakukan tidak salah." "Tapi paman jika seandainya aku tidak berebutan jamur dengan kadal itu pasti aku tidak akan memakan kadal itu,"bantah Burhan. Kakek tua yang mendengar percakapan mereka tersenyum geli sekali, dia tahu anak yang ingin dia jadikan murid ini merupakan seorang anak yang baik dan tulus hatinya serta mempunyai prinsip. Benar-benar sesuai harapan dia selama ini, memang dia sudah memiliki 2 orang murid, mereka mengharumkan namanya di dunia persilatan tapi tidak ada yang mempunyai bakat seistimewa dan seberuntung anak ini. Dia ingin mengambil murid terakhir sebelum dia pergi dari dunia ini, ilmu terakhirnya harus ada pewarisnya, kedua murid pertamanya tidak bisa menguasai ilmunya, walau dia sudah melatih mereka dalam 2 tahun terakhir ini tapi tetap saja kemajuan mereka sangatlah lamban sekali. Dia ingin ilmu terakhirnya ini dimiliki oleh orang yang berhati tulus dan tidak serakah, dan anak ini sangat mencocoki keinginannya itu. Mendengar guru dan murid ini masih berbantahan, dia merasa perlu menengahi. "Anak yang baik, apa yang dikatakan gurumu benar adanya, jangan pernah menyesal apapun yang telah kau lakukan karena itu tidak menyelesaikan kesulitanmu, yang harus kau lakukan adalah berjalanlah terus ke depan dan perbaikilah semua kesalahan yang telah kau lakukan sebelumnya, agar jalan berikutnya bisa sesuai dengan hati nuranimu." Sungguh sebuah filsafat hidup yang sederhana sekali tapi mengandung arti yang begitu luas. Anak seusia Burhan mana mengerti dengan pernyataan dari kakek itu, tapi sungguh aneh sekali ternyata dia mengerti, karena memang anak ini mempunyai kecerdasan di atas rata-rata anak biasa dan suka menganalisa sesuatu makanya dia bisa mengerti apa yang dikatakan kakek itu walau tidak semua tapi minimal dia paham sedikit. "Terima kasih kakek yang baik atas nasihatnya." Burhan berusaha bangkit berdiri dari pangkuan Masnan, tapi ternyata dia tidak mampu melakukannya, kakinya terasa lemas sekali. Masnan membantu dia berdiri, tapi karena kakinya lemas sekali akhirnya Masnan menggendongnya. "Burhan, sekarang juga kita lanjutkan perjalanan kita, mudah-mudahan di jalan kita bertemu dengan pasukan kerajaan yang bisa bantu kita menolong penduduk desa itu." "Pak Gaek, kami pamit dulu karena perjalanan kami masih jauh, terima kasih atas pertolongannya,"kata Masnan sambil membungkuk hormat, dia tidak bisa merangkap tangannya karena menggendong Burhan. "Orang muda, kamu akan mendidik anak ini?" "Iya, ini amanat yang aku terima dari kakek guru kami." "Amanat, maksudmu?" Bersambung.... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
